WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 218 : Menjenguk


__ADS_3

"Ayo buka mulutnya, kamu harus makan" ucap Mommy Alex sambil menyodorkan sendok ke depan mulut anaknya.


"Nggak mau Mom, nanti aja makannya" tolak Alex menutup mulutnya sambil menggeleng pelan.


Sekarang ini Mommy Alex sedang memaksa anaknya untuk makan. Pasalnya sejak tadi pagi Alex sama sekali tidak mau makan, hal itu membuat Mommy Alex merasa khawatir.


Saat sedang sakit Alex memang cenderung sangat susah sekali jika disuruh makan, meskipun berkali kali dipaksa dan di ancam dia akan tetap tidak mau membuka mulut. Bagi Alex, memakan makanan ketika sedang sakit itu hanya akan membuat dirinya tersiksa karna rasa mual dan pahit di lidahnya. Pikirnya dari pada harus makan lebih baik dia memilih untuk minum.


Kebiasaan itu juga yang membuat Afifah ikut merasa khawatir saat memdengar jika Alex sakit. Karna Afifah tau suaminya itu tidak akan mau makan kalo tidak benar benar dipaksa. MakanjIya dia berniat untuk menjenguk.


"Ayo buka mulutnya" ucap Mommy memaksa dengan kembali menyodorkan sendok ke mulut Alex.


"Nggak mau Mom, aku lagi nggak nafsu makan. Nanti aja kalo sudah pengen" tolak Alex lagi menepis pelan sendok tersebut.


"Lex, kalo kamu nggak mau makan lantas bagaimana kamu bisa sembuh. Ayo buka mulutnya, makanlah sedikit saja. yang penting perut kamu ada isinya, dari pagi kamu belum makan apa²" paksa Mommy lagi.


"Aku bilang nggak mau ya nggak mau. Mommy jangan maksa terus dong, perutku mual jika di isi makanan" ucap Alex berusaha menghindar dari sendok di depannya.


"Paksa aja, biar pun mual kamu harus tetap makan. Hanya sesendok pun juga nggak papa yang terpenting perut kamu ada isinya" ucap Mommy.


"Lex, kamu itu sedang sakit jadi seharusnya kamu lebih banyak makan biar cepat sembuh. Kalo kamu nggak makan nanti penyakit kamu bisa nambah parah. Lihat aja nih, badan kamu panas banget loh. Kalo kamu terus seperti mana bisa sembuh" lanjut Mommy Alex sembari memegang dahi Alex yang terasa panas.


"Bukankah kata kamu, kamu ingin menyelesaikan masalah rumah tangga kamu hmm? jika kamu kayak gini yang ada nanti Afifah akan semakin benci sama kamu karna kamu tidak segera menjelaskan semuanya. Kamu nggak mau kan hal itu terjadi?" bujuk Mommy.


Alex menggeleng pelan.


"Kalo nggak mau makanya makan"


"Tapi kalo aku makan nanti malam aku boleh ke rumah Mama sama Papa kan Mom?" tanya Alex menatap dengan tatapan penuh harap.


"Tidak, kondisi kamu masih lemah. Badan kamu juga masih panas, Angin malam tidak baik untuk kamu. Kalo kamu ingin pergi tunggu sembuh dulu baru boleh kesana" jawab Mommy.


Seketika wajah Alex kembali berubah menjadi lesu.


"Sekarang ayo buka mulutnya" paksa Mommy lagi.


Tapi Alex masih tetap tidak mau membuka mulut. Ia malah semakin menutup mulutnya rapat rapat. Melihat hal itu lantas Mommy hanya menghela nafas panjang.


"Hah.. yasudah lah kalo kamu nggak mau makan. Mommy akan keluar aja" ucap Mommy Alex seraya berdiri dan hendak melangkah pergi namun tidak jadi sebab Alex mencegahnya dengan mencekal lengan tangannya.


"Mom, tunggu dulu. Jangan pergi" ucap Alex dengan suara lemah khas orang sakit.


Momny berbalik menatap ke arah anaknya.

__ADS_1


"Iya, Ada apa?" tanya Momny lembut.


"Mom, aku mohon. Izinkan aku pergi ke rumah Mama sama Papa. Aku ingin bertemu dengan Afifah mom, aku tidak bisa lama lama berpisah sama dia" pinta Alex dengan nada memohon.


"Enggak, kamu masih sakit. Kalo kamu maksa kesana kondisi kamu akan semakin parah. Apalagi kamu juga nggak mau makan sejak pagi yang ada demam kamu tidak akan turun" tolak Mommy seraya melepas cekalan tangan Alex.


"Mom, aku mohon. Izinin aku mom, Kembalikan kunci mobil ku. Aku tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan Afifah" pinta Alex.


"Mommy bilang enggak ya tetap enggak. Kunci mobil kamu akan mommy sita, untuk sementara ini kamu di rumah aja. Nanti kalo udah bener bener sembuh baru mommy kasih. Sekarang lebih baik kamu istirahat, jangan banyak fikiran dulu" ucap Mommy tetap menolak sambil kembali berbalik dan berjalan keluar dari dalam kamar Alex.


"Mom, Kembalikan kunci mobil ku" teriak Alex memamggil mommy nya.


"Izinin aku pergi mom, aku nggak bisa tenang"


"Momy, Kembalikan kunci mobilku. Aku ingin bertemu dengan Afifah"


"Mommy... " teriak Alex berusaha memanggik momynya tapi tidak ada sahutan sama sekali.


"Agghtt... kapan gue sembuh, gue nggak bisa lama lama seperti ini" erang Alex frustasi sambil menjambak kasar rambutnya meskipun sekarang ia sedang pusing.


...💠❇️💠...


Sementara di luar rumah, nampak Afifah baru saja sampai. Setelah berkendara sekitar 15 menit.


Ia pun segera mematikan mesin dan turun dari motor lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam" balas Mommy yang kebetulan sedang menuruni tangga setelah dari kamar Alex sambil mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang datang.


Dan betapa terkejutnya dia melihat mantu kesanyangannya kini tengah berdiri di ruang tamu.


"Astaga sayang, kamu kesini" pekik Mommy histeris seraya berjalan mendekat.


"Ya tuhan, ini beneran kamu Fi. Kamu datang kesini?" ucapnya lagi setelah berdiri di depan Afifah sembari memegang bahu Afifah.


"Iya Mom, aku datang kesini" balas Afifah tersenyum.


"Ya ampun, kamu apa kabar sayang? mommy kangen banget sama kamu. Udah lama kita tidak bertemu" ucapnya seraya memeluk erat tubuh Afifah.


"Kabarku baik Mom, kalo Mommy sendiri gimana kabarnya? baik kan?" tanya balik Afifah membalas pelukan Mommy


"Ya mommy baik" jawab Mommy.


"Oh ya Mom, aku dengar katanya Alex sedang sakit. Emang dia sakit apa Mom? dan gimana keadaannya saat ini?" tanya Afifah tak sabaran dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Iya, Alex sakit. Dia sedang demam tinggi, keadaan dia semakin parah. Panas di tubuhnya tidak turun karna sejak pagi dia tidak mau makan apapun. Alex hanya minum air dan susu" jawab Mommy jujur apa adanya.


"Apa Mom? Alex nggak makan sejak pagi!! " teriak kaget Afifah.


Mommy mengangguk.


"Fi, tolong maafin Alex ya. Kasian dia menderita seperti itu, Mommy tau pasti kamu masih sakit hati dengan dia. Tapi dengan melihat keadaan dia kayak gitu Mommy jadi cemas, Mommy takut Alex kenapa napa. Ini bukanlah membela tapi kamu tau sendirikan Alex kalo sakit nggak mau makan. Jadi Mommy mohon, tolong maafin Alex ya sayang dan temuin dia. Sebab hanya kamu yang bisa memaksa Alex untuk makan" ucap Mommy menatap dalam mata Afifah.


"Mommy tenang aja, aku sudah maafin Alex kok. Sekarang aku lagi mencoba untuk ikhlas dan berusaha untuk melupakan kejadian kemarin itu mengapa aku datang kesini. Aku rasa masalah kemarin bukan hanya Alex saja tapi aku juga turut ikut ambil adil. Kalo Seandainya aku nggak di toilet sama Anas mungkin Alex nggak akan salah paham seperti ini" ucap Afifah tersenyum tipis.


Mendengar hal itu senyum ceria langsung tercetak jelas di kedua sudut bibir Mommy.


"Syukurlah sayang kalo mau sudah maafin Alex. Mommy sangat sangat senang mendengarnya" ucap Mommy mengusap lembut kedua pipi Afifah dan dibalas amggukan kepala oleh Afifah.


"Yaudah Mom, kalo gitu sekarang aku ke atas dulu ya. Aku mau lihat keadaan Alex" pamit Afifah.


"Iya sayang" balas Mommy.


Afifah pun kemudian langsung berjalan terburu menaiki tangga karna ia ingin segera melihat keadaan suaminya. Setelah sampai di depan kamar ia segera membuka pintu namun tidak bisa. Sudah beberapa kali dia coba namun masih tetap tidak terbuka.


"Yaelah ni pintu napa susah banget di bukanya sih. Bikin darah tinggi gue naik aja dah. Gue dobrak aja kali ya, kesel gue lama lama berdiri di sini gara gara masalah buka pintu" gerutu Afifah di depan kamar.


Ia kemudian mundur beberapa langkah ke belakang lalu dengan sekali tendangan pintu itu berhasil terbuka.


Brak


Suara dobrakan yang amat sangat kencang saat pintu itu berhasil terbuka.


Alex yang pada saat itu tengah berbaring membelakangi pintu langsung berjingkat kaget, ia lantas langsung membalikan badan dengan wajah merah menahan emosi dan bersiap akan menyemprot amarahnya.


"Woy, bisa nggak sih kalo buka pintu itu pelan, jangan asal dob.... astagfirullahaladhim" teriak terkejut Alex setelah membalikan badan.


Seketika tubuhnya mendadak kaku, Matanya membulat sempurna dan amarah dalam dirinya hilang begitu saja saat melihat siapa yang mendobrak pintu kamar miliknya.


"Afifah" gumam Alex dengan suara nyaris tak terdengar saat matanya menangkap bayangan sosok istrinya berdiri di depan pintu.


____________________________________


𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤


𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮


𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐩𝐝𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚.

__ADS_1


𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐞𝐩𝐢𝐬𝐨𝐝𝐞


𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠...


__ADS_2