
''Masa iya lo tinggalin motor lo di sini?'' Pute memberikan pertanyaan kepada Leo, saat cowok itu mengatakan ingin pulang bareng dengan dirinya. ‘’Mendingan lu bawa motor lo itu, ikutin gue aja dari belakang,'' lanjut Pute kepada Leo.
''Nggak usah, entar malam gue balik ke sini. Gue sama sahabat gue,'' ucap Leo. ''Lo hanya antar gue ke markas, sahabat gue ada di sana, lagi istirahat,'' lanjut Leo, kedua sijoli itu berada di parkiran rumah sakit, setelah menghabiskan beberapa menit drama diatas roftop, hingga Pute menangis dalam pelukan Leo.
''Yaudah,'' final Pute, mereka berdua langsung masuk kedalam mobil. Dengan Leo yang mengemudikan mobil milik Pute.
Untung saja rumah Pute dan markas tempat anak ARIGEL satu arah.
Leo menyalakan mesin mobilnya.
''Nggak bisa bunyi?'' tanya Pute nampak panik, saat Leo menyalakan mesin mobil kadang mati. ''Gue setiap bulan bawa mobil gue ke bengkel, nggak mungkin bermasalah deh,'' lanjut gadis itu.
''Lo cek sendiri dulu,'' ucap Leo, sehingga Pute mendekat kearah Leo, untuk memastikan jika mobilnya ini baik-baik saja.
''Nih, bisa nyala....''
Cup...
Deg...
Leo mencium bibir milik Pute, membuat gadis itu mematung dengan jaraknya dengan Leo begitu sangat dekat, bahkan hembusan nafas mereka terdengar dan bisa merasakan satu sama lain.
Hidung mancung Leo dan Pute bersentuhan, bibir keduanya bersilaturahmi di dalam mobil. Pute masih tidak bergeming di tempatnya, dalam jarak yang sangat dekat dia bisa melihat wajah tampan milik Leo dalam jarak dekat.
Leo melepaskan bibirnya yang menyentuh bibir Pute, namun mereka tidak mengubah posisi mereka yang sangat dekat ini.
''Kaca mobil lo aman'kan?'' tanya Leo membuat Pute mengangguk, karna dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
''Iya, orang diluar nggak akan lihat kita dari dalam,'' ucap Pute dengan gugup, karna tiba-tiba saja Leo menanyakan kaca mobil miliknya.
Leo tersenyum penuh arti, membuat Pute menjadi gelagapan. Pute tidak bisa menghindar, karna Leo kembali mencium Pute.
__ADS_1
Kali ini, cowok itu tidak diam, dia mencium penuh kelembutan bibir milik Pute. Manis, itu yang ada dalam benak Leo, bagaiamana tidak jika Pute menggunakan lipblam yang rasa stroberi.
Ini bukan pertama kalinya Pute ciuman bibir, dia bukan gadis munafik. Setiap dia berpacaran dengan seseorang pasti dia akan berciuman seperti ini, hanya sebatas ciuman saja, karna gadis itu masih bisa menjaga dirinya.
Pute mulai membalas ciuman milik Leo, gadis itu tidak tinggal diam. Ciuman dari Leo memanjakan bibirnya. Bagaimana tidak, jika cowok itu menciumnya denganya penuh kelembutan membuatnya terbuai.
Mphhhhh....Pute melototkan matanya, saat suara itu lolos dari mulutnya. Leo melepaskan ciumanya lalu terkekeh. ''Suara kamu nakal, Put,'' ucap Leo membuat Pute menahan malu.
''Lo suka ciuman gue?'' tanya Leo dan dibalas anggukan kecil oleh Pute. Dia merasa malu, namun entahlah mengapa rasa malunya itu tiba-tiba hilang setelah Leo mencium bibirnya dengan lembut.
Ciuman dari Leo sukses membuat Pute, menjadi terlindungi oleh hadirnya cowok itu. Gadis itu merasakan, jika Leo akan melindunginya.
''Masih mau?'' tanya Leo dan dibalas gelengan kepala oleh Pute.
''Hmmmm....Kita pulang yuk. Gue mau ganti baju juga.'' Pute menahan rasa gugupnya.
''Ok....'' Leo langsung menyalakan mesin mobil Pute, untuk segera pergi dari sini.
Sekali-kali Leo melirik Pute, karna gadis itu hanya diam saja. Leo juga hanya diam, dia tidak tahu harus membahas apa.
‘’Biar gue nyuruh Ethan jemput gue di rumah lo nanti. Nggak usah anterin gue sampai markas,'' ucap Leo dan dibalas gelengan kepala oleh Pute. Setelah sekian menit terdiam, akhirnya Leo angkat bicara juga.
‘’Biar gue anterin, lagian nggak jauh juga dari rumah gue markas lo. Cuman sekitar 20 menit aja,'' ucap Pute lagi.
‘’Nggak usah, Put. Biar gue nyuruh Ethan aja. Lagian, ini udah mau malam. Nggak baik gadis pulang malam sendirian. Memangnya lo nggak takut, pulang sendiri. Lu tahu'kan, di sepanjang jalan tuh hutan-hutan. Apa lagi sekarang, mau hujan,'' ucap Leo seraya melirik Pute.
''Yaudah deh, kalau itu mau lo,'' final Pute.
Tidak btuh waktu lama, mobil milik Pute langsung masuk kedalam gerbang rumah, pagar rumahnya terbuka lebar.
''Masuk dulu, nungguin Ethan didalam rumah,'' ucap Pute lalu keluar dari mobil di ikuti oleh Leo.
__ADS_1
‘’Rumah lo sepi juga. Mama sama papa lo mana?'' tanya Leo. Setelah dia mendudukkan bokongnya diatas sofa.
''Mama gue udah lama meninggal, sejak gue kecil. Kalau papa gue, beberapa hari yang lalu dia keluar kota. Urusan kerja,'' ucap Pute membuat Leo langsung merasa bersalah.
''Sorry, Put. Seharusnya gue nggak tanya kayak gitu,'' ucap Leo merasa bersalah.
''Nggak apa-apa, nggak masalah kok. Gue tinggal dulu, gue mau naik keatas kamar gue, ganti baju, udau gerah soalnya,'' pamit Pute lalu melenggang pergi meninggalkan Leo.
Leo mengarahkan pandangnya, di seluruh sudut rumah Pute. Lalu matanya tertuju pada salah satu foto milik Pute yang murung dalam pelukan sang papanya, foto itu di ambil beberapa tahun yang lalu.
Leo ingin menelfon Ethan untuk menjemputnya di rumah Pute, namun ponselnya langsung mati. Sehingga cowok itu menunggu Pute turun dan meminjam ponselnya untuk menghungin Ethan untuk menjemputnya.
Pute mulai masuk kedalam kamar mandi, untuk segera mandi dan mengganti baju. Gadis itu menatap dirinya di depan cermin kamar mandi, lalu tanganya memegang bibirnya yang di cium Leo, di parkiran rumah sakit.
Gadis itu tersenyum. Dia seperti sedang mendapatkan kasih sayang, setelah beberapa lama tidak dia dapatkan.
''Gue suka sama Leo,'' gumam gadis itu, menghembuskan nafasnya berat, menatap wajahnya di depan cermin.
Menyedihkan, jika kecantikannya bersanding dengan kecantikan milik Salsa, namun harus di tolak dengan cwok. Pute yakin, jika Leo itu tipikal cowok Playboy anti pacaran.
Terus, bagaiamana jika dia terus berharap dengan Leo. Sementara dia sudah tahu dari sahabatnya, jika Leo tidak ingin pacaran, cowok itu ingin fokus pada pendidiknya, dia ingin langsung menikah tanpa pacaran.
Pute menghembuskan nafas berat, menyalakan shower lalu gadis itu mulai membasahi seluruh tubuhnya.
Memikirkan ciuman Leo yang memanukkanya, membuat gadis itu menginginkan kembali ciuman Leo.
Ciuman Leo mampu membuat darahnya berdesir dan dia merasa di sayangi saat Leo mencium bibirnya, berada di dekatnya dan menyentuh tanganya.
Pute memejamkan matanya, lalu suara hujan deras dari luar membuat gadis itu langsung menyudahi mandinya. Sekarang ini hujan, jangan sampai Leo nekad pulang hujan-hujan begini.
__ADS_1