ARDIAN

ARDIAN
Mereka ikut


__ADS_3

Mengapa Boy tidak mengatakan pada mereka, jika bukan hanya mereka saja yang  akan pergi, tapi ada juga anak ARIGEL. Para remaja SMA itu tidak tahu, sejak kapan mereka ada di rumah Nanda dan sedang berkumpul di ruangan tamu.


"Lama bener kalian dandan, gigi kita udah kering pada nungguin!" cerocos Izam.


Mereka berlima tengah duduk di sofa, seraya menunggu kedatangan Boy dan Kesya.


Mereka ikut bergabung dengan anak ARIGEL.


"Kok kalian ada di sini?" heran Puri, ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya, melihat ada anak ARIGEL yang tampan-tampan di sini, apa lagi ada Ethan.


"Kita di ajakin sama dokter Boy. Lo. Pikir cuman kalian doang yang di ajak," balas Izam.


"Yayayya." Puri hanya membalasnya dengan malas.


"Ri, ada yang mau gue omongin, yang di sekolah tadi. Yang sempat tertunda karna di ganggu sama Izam," kata Ethan membuat pipi Puri bersemuh merah. Sementara Izam memutar bola matanya malas.


Ethan menarik tangan Puri pergi dari sana.


"Jangan lama-lama woy! Entar dokter Boy ngamuk!" teriak Izam saat Ethan berhasil membawa Puri keluar dari rumah ini.


Malam ini, Izam begitu tampan. Mengenakkan jaket bomber, dengan kaos polos di padukan dengan celana jeans berwarna mocca, dan sepatu Adidas sebagai alas kaki, cowok itu makin manis dengan penampilan nya malam ini..


Rafael sibuk dengan ponselnya, semenjak Salsa pergi, cowok itu banyak diam. Mungkin ya dia sedang meratapi diri, di tinggal oleh gadis yang selama ini mengejar nya..


Rafael juga tak kalah tampanya dengan Izam malam ini. Cowok yang terkenal dengan mulut pedas itu, mengenakkan kemeja berbahan flanel yang cenderung gelap. Di padukan dengan kaos basis, celana jeans hitam lalu sepatu sneakers hitam putih. Cowok itu tampil maskulin.


"Nyariin siapa lo, Nan? Cariin mas pacar ya?" goda Izam dengan tawa kecilnya membuat Nanda mengedikkan kedua bahunya acuh, dia ketahuan.


"Nggak juga," elaknya, karna Izam yang tidak bisa di bohongi tidak percaya ucapan Nanda.


"Mas pacar lo lagi nerima telfon," kata Izam lagi.


"Gue nggak nanya tuh," balas Nanda seraya memperbaiki anak rambut nya.


"Mulut lo bilang nggak, tapi mata lo nggak bohong." Izam memutar bola matanya malas. "Emang ya, cewek punya gengsi ya gede. Apa susahnya sih tinggal bilang. "

__ADS_1


Nanda hanya mengabaikan ucapan Izam.


Pute sedang duduk di samping Leo, mengobrol kecil seraya menunggu kedatangan Boy dan Kesya.


"Lo cantik malam ini," puji Leo dengan tulus.


Pute tersenyum hangat, lalu membalas ucapan Leo. "Lo juga ganteng. Outfit lo cocok banget sama kulit putih lo itu," jujurnya membuat Leo mengembangkan senyum.


Leo tampil sederhana, namun berkelas. Mengenakan baju kaos lengan panjang, dengan garis hitam putih, serta celana jeans panjang berwarna hitam, di padukan dengan sepatu vans.


Cika memilih duduk di samping Izam, seraya membaca buku yang terletak diatas meja saat ini.


"Mau jalan aja, tetap baca buku." Izam menggelengkan kepalanya melihat Cika, "lo cocok kalau di sandingin sama Gerald. Sama-sama demen belajar."


Cika tidak menggubris ucapan Izam, dia memilih fokus membaca, dari pada menggubris ucapan Izam.


Mereka berdiri dari kursi sofa yang ia duduki, stelah melihat Boy menuruni anak tangga.


"Kesya mana, bang?" tanya Nanda.


Belum sempat Boy menjawab, Kesya sudah muncul menuruni anak tangga.


Kesya langsung menghampiri mereka semua, ia sama terkejutnya dengan yang lain, saat melihat anak ARIGEL ada di sini.


Kesya celinguk mencari seseorang, "Ardian mana?" tanya Kesya, karna dia tidak melihat Ardian di sini. Tidak mungkin Ardian tidak ikut jika sahabatnya semua ikut.


"Udah gue duga, lo pasti nyariin mas pacarnya Nanda," gumam Izam yang masih di dengar jelas oleh mereka.


"Mas pacar?" beo Boy.


"Sya. Nggak usah berharap sama Ardian. Hatinya Ardian udah stuck sama Nanda," nasehat Izam.


"Niat jalan atau ngompor sih!" gerutu Cika membuat mereka semua diam, lalu kemudian Boy terkekeh.


"Yuk jalan," intruksi Boy. "Soal penampilan Kesya, nggak usah heran. Anak pelakor harus gatal, jadi pakaian yang ia kenakan udah cocok. Cocok untuk anak pelakor," lanjut Bky dengan tawa kecil.

__ADS_1


Kesya mengepalkan tangannya, bisa-bisanya Boy sempat menghinanya di depan banyak orang.


"Bang," tegur Nanda.


Rafael tersenyum jenaka, pembahasan kali ini sangat menarik. Hanya saja, dia tidak mood untuk menanggapi, jadi dia hanya mendengar..


Cika menarik nafasnya panjang. Melihat itu membuat Boy terkekeh, lalu kemudian mereka berjalan keluar rumah untuk segera menuju tempat yang mereka belum ketahui, hanya Boy saja yang tahu, karna cowok itu yang mengajak anak ARIGEL.


"Jadi gimana, Ri?" tanya Ethan, mereka berdua tengah duduk di kursi panjang di taman.


Depan rumah Nanda tersedia taman, sehingga Ethan memutuskan untuk melanjutkan obrolannya dengan Puri di sini.


"Gue mau," kata Puri dengan malu-malu membuat Ethan langsung melirik gadis itu dengan tatapan berbinar.


"Serius?" tanya Ethan memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Puri, cowok itu langsung bersorak riang.


"Tapi ingat ya, nggak boleh deket sama cewek lain, apa lagi deket sama mantan." Puri menekan kata mantan, guna memberikan peringatan oleh Ethan.


"Siap, sayang."


Puri lagi-lagi tersipu malu, ucapan manis tadi mampu membuat nya meleleh.


Ethan begitu tampan di mata Puri, dengan kaos V-neck yang ia kenakan malam ini, dia sama seperti Boy menggunakan celana jeans pendek, hanya beda warna saja. Lalu di padukan dengan sepatu sneakers membuat ia berkali-kali lebih tampan malam ini.


"Kamu yakin mau pakai mini dres kayak gini keluar? Diluar lagi dingin." Seketika Ethan mengubah panggilan nya pada Puri dengan 'kamu' bukan kata 'lo' lagi.


Kata-kata itu sukses membuat kupu-kupu berterbangan di perutnya. Pipinya makin memerah membuat Ethan jadi tertawa kecil.


"Nggak nyaman ya?" tanya Ethan dan dibalas gelengan kepala oleh Puri.


"Gue suka kok, cuman nggak biasa aja dengernya," jawab Puri.


"Penampilan gue malam ini, buat gue nyaman kok. Gue lebih suka pake mini dres," kata Puri lagi saat Ethan memprotes pakaiannya. "Mana sempet juga mau ganti pakaian. Keburu dokter Boy ngamuk," jelas Puri dan dibalas anggukan kepala oleh Ethan.


"Mulai malam ini, kita resmi pacaran," kata Ethan dan dibalas anggukan malu-malu oleh Puri.

__ADS_1


"Sebagai bentuk terimakasih aku ke kamu, yang udah nerima aku. Kamu mau minta apa dari aku?" tanya Ethan menaik nurunkan alisnya kearah Puri.


Puri nampak berpikir, lalu kemudian berkata, "gue mau, lo mempermainkan Vani."


__ADS_2