
Tari masih setia menatap Fatur dengan lembut. Tatapan hangat yang sama ia berikan, jika berhadapan dengan anak kandung nya sendiri.
Antara Fatur dan Ardian, wanita itu menyayangi keduanya. Meski Fatur bukanlah anak kandung nya. Tari juga berusaha agar Fatur menganggapnya mama juga, sama seperti Ardian memanggilnya dengan sebutan mama.
"Fatur," panggil Tari, membuat cowok itu tersentak kaget, dia terlalu fokus dengan hangat nya senyuman wanita di depan nya, di tambah lagi saat Fatur mendengar percakapan Ardian dan Tari, sekarang dia yakin, jika wanita di depan nya benar-benar menyayangi nya juga, bukan hanya sekedar cari muka kepada Ibnu, seharusnya Fatur sadar hanya dengan perilaku baik Tari.
"Tunggu mama di taman belakang, mama bakalan ke sana. Fatur mau ngomong 'kan sama Mama?" tanya Tari memastikan dan dibalas anggukan kecil oleh cowok itu. "Mama anterin cemilan dulu ke kamar adik kamu. Lepas itu mama bakalan temuin Fatur di taman ya, nak." Tari tersenyum keibuan. "Kentang goreng sama es teh buat kamu. Jangan lupa di makan ya." Tari menunjuk kearah meja dapur, dimana es teh dan Kentang goreng sudah Tari susun rapirapi untuk Fatur.
Fatur hanya mengangguk kecil saja, lalu Tari melenggang pergi meninggalkan dirinya di dapur, wanita itu berjalan menaiki anak tangga untuk segera ke kamar Ardian.
Huft.. .
"Apa omongan papa benar, kalau istri kedua nya nggak rebut papa dari mama," gumam cowok itu, sembari menatap punggung Tari yang sudah menjauh meninggalkan nya. "Tante Tari baik, mungkin ini alasan papa jatuh cinta sama tante Tari, setelah mama berkhianat sama papa."
Fatur menatap kentang goreng tersebut dengan senduh, sekarang dia merasa bersalah dengan Tari. Menganggap wanita itu hina, karna telah merebut papa nya dari sang mama.
"Maafin Fatur," gumamnya, selama ia tinggal di sini, Tari selalu bersikap baik padanya. Sementara dia? Dia hanya cuek tidak menganggap Tari. Sementara wanita itu berusaha mendekati diri nya, saking tulus nya wanita itu. Andai saja Tari wanita masa bodoh, dia tidak akan repot-repot untuk Fatur, mau menganggap nya sebagai mama atau tidak, karna Tari adalah wanita berbeda.
Fatur tersenyum kecil, "Maafin Fatur... Ma." Ada rasa berbeda yang di rasakan Fatur, saat ia mengucapkan kata Mama untuk Tari, meski wanita itu tidak ada. Bibir Fatur selama ini menganggur, tidak mengucapkan kata mama, setelah mama kandung nya meninggal.
"Fatur bakal jadi anak yang sopan untuk mama Tari dan papa," ucap nya lagi.
Air mata Fatur jatuh, Tiba-tiba dia merindukan mama kandung nya, merindukan figuran ibu untuk nya.
Fatur memutuskan untuk minta maaf pada Tari, dan akan memulai semuanya dari nol. Mulai sekarang, Fatur akan sopan pada Tari dan menganggap wanita itu sebagai mama nya.
Fatur sudah yakin, jika Tari adalah wanita baik-baik. Di tambah lagi percakapan Ardian dan Tari ia dengar dengan seksama. Sudah jelas, apa lagi yang ia ragukan pada Tari?
__ADS_1
Fatur membawa kentang goreng dan es teh tersebut menuju taman, dia akan mengobrol dengan Tari, mungkin memakan waktu yang cukup lama untuk meminta maaf dan mengatakan sesuatu hal.
Fatur berjalan menuju taman dengan senyuman hangat, itu semua tidak puput dari penglihatan tukang kebun yang bekerja di rumah ini.
***
Tari masuk kedalam kamar Ardian, dia melihat anak nya masih fokus dengan buku nya.
"Ar," panggil Tari, menghampiri anak nya. "Cemilan dan minuman untuk anak kesayangan mama." Tari meletakkan nampan berisi kentang dan es teh.
"Makasih, Ma," balas Ardian dengan senyuman. "Apa Mama nggak mau cari Art? Ardian nggak mau lihat mama capek."
"Ini sudah kewajiban mama sebagai istri dan seorang ibu. Selagi Mama sanggup kerjain nya, Mama nggak akan pake asisten rumah tangga." Tari sudah kesekian kali nya menjelaskan nya kepada Ardian.
Bukan hanya Ardian saja yang menyuruh nya, tapi suaminya juga. Katanya, biar ada yang membantu nya beres-beres, masak dan pekerjaan rumah lain nya, biar dirinya tidak terlalu capek.
"Kamu nggak jalan sama Nanda, Ar? Hari ini hari minggu loh. Udah sepatut nya kamu ajak jalan Nanda di hari minggu." Tari mengobrol dengan anak nya, hingga dia melupakan jika dia mempunyai janji dengan Fatur di taman.
"Nanda lagi belajar, Ma. Buat persiapan UAS besok. Habis UAS, Ardian bakalan ngajak Nanda jalan-jalan," ucap Ardian dengan senyuman. Dia akan mengajak gadis itu jalan-jalan, hingga dia melupakan masalah nya untuk sesaat.
Tari dan Ardian kembali mengobrol di selingi dengan tawa kecil, hingga ia lupa jika saat ini Fatur tengah menunggu diri nya di taman.
***
Pute berlari dengan cepat menuruni anak tangga, saat seseorang yang ia tunggu sudah sampai, dan sekarang orang itu Tengah menunggu pintu terbuka.
Pute membuka pintu utama, dengan senyuman melekat.
__ADS_1
"Leo." Gadis itu langsung memeluk tubuh milik Leo dengan erat, menghirup wangi cowok itu dengan brutal.
"Masuk dulu, Put. Entar di lihat orang-orang," ucap Leo dengan tawa kecil nya, melihat Pute begitu antusias menyambut nya.
Pute menutup pintu, lalu menggandeng tangan Leo menuju kamar. Sekarang gadis itu sudah tidak takut, kejadian waktu itu sudah ia lupakan, yang terpenting Leo tetap bersama nya, dan cowok itu akan tanggung jawab, meskipun dia tidak hamil karna kejadian sore itu.
"Lo nggak belajar?" tanya Leo, setelah masuk kedalam kamar Pute, kamar gadis itu sangat rapih, buku pelajaran dan buku paket tersusun rapi diatas meja, tidak tersentuh sama sekali, padahal besok mereka UAS. "Lo nggak lupa, 'kan, kalau besok kita UAS." Leo mendudukkan tubuh nya diatas sofa, sementara Pute mengambil minum didalam kulkas mini yang berada di dalam kamar nya.
"Semalam gue udah belajar. Jadi udah siap buat besok," jelas gadis itu dengan bangga membuat Leo tersenyum.
Pute memang tipikal gadis yang cepat memahami pelajaran, gadis itu juga rajin ke sekolah.
"Mau snack apa?" tanya Pute.
"Terserah lo aja," jawab nya dan dibalas anggukan paham oleh Pute.
Gadis itu membawa dua botol minuman dan snack taro. Pute meletakkan diatas meja.
"Minum dulu," kata gadis itu lalu duduk di samping Leo.
Pute sampai salting di tatap seperti ini oleh Leo. Mukanya memerah, jika berdua dengan Leo dia tidak bisa bersikap kalem.
"Boleh nggak?" tanya Leo tho the point, jari telunjuk nya menunjuk bibir gadis itu.
Pute mengangguk kecil, memberikan izin pada cowok itu.
Cup...
__ADS_1
Leo mulai mencium bibir gadis di depan nya.