
Ke empat sahabat Ardian saling bertatapan satu sama lain. Bagaimana tidak, karna cowok itu datang bukan seorang diri, melainkan bersama Fatur yang notabene nya adalah mantan musuh mereka, cowok itu datang bersama Ardian.
Sudah sepuluh menit Ardian ada di sni, ikutan duduk bersama para sahabat nya, di tambah lagi Fatur duduk berada di samping nya, seperti saudara yang saling menyayangi satu sama lain.
Mereka masih diam-diam, belum mengeluarkan sepatah katapun, bakan Rafael yang mulut nya pedas ikutan diam juga, dia tidak tahu mereka lagi di posisi apa saat ini.
Meskipun mereka sudah tidak bermusuhan lagi, tetap saja ada yang aneh dengan kedatangan Fatur datang bersama Ardian.
"Hmm.. " Ini adalah suara deheman milik Izam, yang sangat gemas dengan situasi hening seperti saat ini. "Ini mau diam-diam, nih?" lanjut Izam seraya menatap satu persatu para sahabat nya, mereka masih setia diam, belum membahas rencana mereka yang akan liburan kemana.
Rafael melirik Izam tanpa minat, "berisik tau nggsk."
"Sensi amat sih, Raf. Kayak cewek pns aja. Apa Salsa belum balas wa lo, jadinya lo sensi kayak gini?" Izam berani mencibir Rafael, mendapatkan tatapan tajam dari Rafael membuat cowok itu langsung pindah kursi, dia takut jika Rafael menjitak kepala nya.
__ADS_1
"Punya keberanian berapa lo?" tanya Ethan sembari tertawa kecil saat Izam duduk berada di samping nya.
"Mulut gue keseleo, Raf. Bukan maksud gue mau balas kejahatan mulut lo itu," ujar Izam seraya cengengesan. "Ucapan gue jangan diambil hati. Lagian, mana mungkin Salsa nganggurin WA cowok yang dia cintai." Izam mengedipkan mata nya kearah Rafael, untung saja mereka ada beberapa jarak, sehingga tangan Rafael tidak menjitak cowok manis itu.
Leo melirik Ardian, "mau mulai nggak nih?" tanya Leo kepada Ardian.
"Mulai aja," jawab Ardian.
"Kita tinggal sewa Vila aja, nggak usah hotel," protes Ethan saat Leo mengatakan jika mereka akan menginap di hotel jika mereka akan liburan ke bali.
"Nah, kali ini gue setuju sama sih, Sethan. Lebih enak kalau nginep di Vila, cuman kita-kita doang di dalam nya," kata Izam.
"Kalau menurut kalian?" tanya Leo kepada Rafael dan Ardian, "suara yang paling banyak, bakalan kita ikutin," lanjut Leo.
__ADS_1
"Pilih Vila aja, kasihan Izam dan Ethan nggak pernah nginap di Vila," ejek Rafael membuat Izam berdengus kesal, sementara Ethan hanya terkekeh atas ejekan yang di berikan Rafael pada mereka berdua.
"Vila aja," timpal Ardian.
"Ok, jadi fix ya, kita nginep di villa. Sekarang kita atur tanggal keberangkatan nya," kata Leo lagi.
Fatur hanya menyimak di sini, karna dia bukan bagian dari anak ARIGEL, dia hanya penasaran bagaiamana pembawaan mantan musuh nya itu. Mereka saling berdebat hal yang tidak penting membuat Fatur mengumpat dalam hati, terutama mengumpti Izam dan Ethan yang seperti anak kecil saja, dan sih Rafael yang selalu berkata pedas.
"Kita ke Bali naik apa?" tanya Izam.
"Jalan kaki!" sewot Ethan membuat Leo hanya tertawa saja melihat Izam dan Ethan, cowok itu mempertanyakan hal yang tidak penting sama sekali.
"Yang pergi cuman kita, kalian nggak mau ajak para cewek?" tanya Leo sembari menaikkan alis nya sebelah, membuat para sahabat nya nampak berpikir.
__ADS_1