ARDIAN

ARDIAN
ARDIAN BAB 193


__ADS_3

Ardian mengajak Nanda untuk menaiki satu wahana di pasarĀ  malam, sebelum mereka pulang.


Nanda hanya pasrah saja, saat Ardian menggandeng tangannya, entah ingin naik wahana apa.


Seperti biasa, mereka menjadi pusat perhatian di pasar malam ini. Ardian terus-terusan menggenggam tangan Nanda seakan-akan tidak ingin melepaskan nya dari genggaman nya.


Nanda dan Ardian telah sampai di salah satu wahana di pasar malam ini.


Ayunan Putar!


Rupanya Ardian mengajak nya naik wahana ini. Apa dia tidak salah?


Nanda tersenyum tipis melihat anak-anak diatas Ayunan Putar menikmati putaran tersebut, dengan canda tawa mereka.


"Tunggu gue di sini." Ardian melepaskan tangannya, lalu berjalan meninggalkan Nanda.


Nanda bisa melihat Ardian tengah Berbincang-bincang dengan seseorang, yang Nanda perkirakan dia pemilik Ayunan Putar tersebut..


Nanda bisa melihat raut wajah Ardian serius di sana. Nanda tidak tahu, apa yang mereka obrolkan. Namun Nanda melihat, Ardian mengeluarkan sejumlah uang berwarna merah yang lumayan banyak, lalu ia berikan pada pria tersebut.


"Ardian lagi apa?" gumam gadis itu penasaran.


Pemilik Ayunan putar langsung menghentikan putaran tersebut, lalu berkata mereka harus turun karna ada orang yang menyewa nya untuk 30 menit ke depan. Mereka akan naik kembali, jika orang yang menyewa sudah turun.


Perkataan itu sukses membuat anak-anak tersebut mendesah kecewa. Pasalnya, mereka tengah asik naik ayun-ayunan namun langsung di hentikan begitu saja.


Ayunan Putar itu besar, Nanda pikir hanya anak kecil saja yang naik. Nyatanya ada orang se-usianya yang naik juga.


Nanda melirik Ardian yang berdiri di samping nya, seraya menatap mereka turun dari ayunan mereka dengan wajah cemberut.


"Gabut?" kata Nanda sehingga Ardian membalas lirikan Nanda.


"Gue ngga gabut, gue cuman malas kalau ada orang lain diantara kita," jawab Ardian santai yang tidak di gubris oleh Nanda lagi.

__ADS_1


"Kita 'kan bisa naik. Tanpa nyingkirin mereka. Lo nggak lihat wajah kusut anak-anak itu," kata Nanda yang hanya dibalas acuh oleh Ardian.


"Gue udah bilang, gue nggak mau ada orang lain diantara kita." Ardian menggandeng tangan Nanda menuju ayunan putar, lalu ia menyuruh Nanda untuk segera duduk di atas ayunan tersebut.


Nanda langsung duduk saja, di sampingnya ada Ardian. Ayunan putar mulai berputar membuat hati Nanda ada kelegahan sedikit.


Angin malam menerpah wajahnya yang cantik itu. Untung saja Nanda tidak pusing dengan berputar-putar seperti ini, malahan dia menikmati semiliar angin malam menerpah wajahnya itu.


"Lo suka?" tanya Ardian, sehingga Nanda melirik cowok itu, dia langsung mengangguk kecil saja..


"Gue udah tepatin janji gue yang terlewat," kata Ardian lagi membuat Nanda menaikkan alisnya sebelah.


Janji apa? Perasaan Ardian tidak mempunyai janji padanya?


"Janji apa?" tanya Nanda bingung.


Ardian menatap kedepan, tanpa melihat kearah Nanda. "Lo lupa, malam itu gue ngajakin lo ke pasar malam. Kita singgah di salah satu butik buat ganti baju gue. Tapi tiba-tiba berita tentang Gerald kecelakaan buat kita nggak jadi ke pasar malam," jelas Ardian dengan fokusnya menatap kedepan.


Dia tidak ingin melihat wajah sedih gadis itu, saat ia menyebut nama Gerald.


"Apa lo tahu tentang Gerald yang sekarang?" tanya Nanda memastikan membuat cowok di samping nya tertegun.


Dia berpikir, apakah Nanda tahu? Jika gadis itu tahu, sudah pasti dia tidak seperti ini, gadis itu akan mengurung diri karna kenyataan mengenai Gerald.


Ardian menggeleng, tanpa melihat kearah Nanda.


"Nggak ada yang bisa nemuin Gerald," kata Nanda membuat jantung Ardian berpacuh lebih cepat.


Itu berarti Nanda tahu, jika Gerald sudah tidak ada. Namun mengapa...


"Kata dokter, Gerald nggak boleh di temuin sama siapapun itu. Karna kondisi Gerald makin buruk. Ini semua demi kebaikan Gerald. Biar dokter fokus ngobatin Gerald tanpa gangguan siapapun."


Ardian tidak mampu mengucapkan sepatah katapun, dia pikir Nanda mengetahui kebenarannya. Tapi nyatanya, gadis di samping nya tidak tahu hal yang sebenarnya.

__ADS_1


"Gue pikir lo tahu, jadi teman-teman lo juga nggak tahu tentang Gerald?" tanya Nanda lagi, karna Ardian hanya diam saja.


Ardian menoleh ke samping, sehingga tatapannya bertemu dengan mata Nanda. Ayunan putar masih setia berputar menemani obrolan mereka yang serasa mencekik.


Seseorang berdesis melihat Nanda dan Ardian bertatapan, yang sangat so sweet menurut Izam, dengan jarak mereka yang lumayan dekat.


Izam mengeluarkan ponselnya, lalu memotret mereka berdua, untung saja jaraknya tidak tahu, sehingga foto itu dia ambil dengan mantap.


"Gue di tinggal sendiri, nggak punya pasangan," dumel Izam, tangan cowok itu bergerak melakukan stori di ig, dia buat stori foto Nanda dan Ardian di ayunan tersebut, jangan lupa Izam meng tag Nanda dan Ardian.


Setelah melakukan stori ig, cowok itu memasukkan ponsel nya kedalam jaket nya. Dia tertawa geli, sebentar lagi HP nya akan ramai, karna para fans-fans Ardian, yang tidak tahu jika cowok tampan itu sudah mempunyai kekasih.


Stori itu hanya wajah Ardian yang jelas, sementara Nanda membelakang. "Bentar lagi HP gue bakalan bunyi terus," gumam cowok itu dengan tawa kecilnya. Lalu ia melangkah pergi.


"Mereka juga nggak tahu, bakalan gua kasi tahu habis dari sini," jelas Ardian lalu kembali menatap kedepan membuat Nanda manggut-manggut.


Ting...


Ponsel Nanda dan Ardian bersamaan bunyi. Nanda membuka matanya, saat membuka ig, dia melihat Izam setiawan meng-tag dirinya di stori ig, dengan fotonya yang saat ini, entah sejak kapan cowok itu mengambil posisi yang sangat dekat ini.


Dibawa pesan, terbaca 'Tambah kan dalam cerita' tentu saja Nanda tidak mengklik itu, namun dia melihat jelas kedekatan nya dengan Ardian di balik foto ini.


Meski hanya wajahnya Ardian saja di yang sorot, namun Nanda yakin orang yang mengenal nya akan tahu, jika cewek yang dari belakang itu adalah dirinya.


Kabar itu masih samar-samar terdengar di sekolah, jika mereka berdua pacaran. Namun dengan foto ini, mereka akan percaya jika mereka berdua pacaran.


Nanda yakin, berita ini sudah tersebar luas di sekolah maupun di luar sekolah. Apa lagi ia tahu, Ardian mempunyai banyak fans karna ketampanan cowok itu, di tambah lagi dia itu selebgram, pengikutnya banyak yang di ikuti balik hanya beberapa orang saja.


Nanda menyimpan ponsel nya, lalu memperhatikan sekelilingnya, dia tidak melihat Izam. Sudah pasti cowok itu sudah pergi.


Nanda ingin bicarakan langsung, agar cowok itu menghapus stori ig nya.


"Nyari siapa?" tanya Ardian melihat Nanda nampak mencari seseorang.

__ADS_1


"Cari izam."


__ADS_2