ARDIAN

ARDIAN
Membahas Salsa, Rafael dan Fatur


__ADS_3

Pemilik kantin yang mendpatakan panggilan Telfon dari kepala sekolah, langsung berjalan menuju meja anak ARIGEL, karna dia melihat Puri ada di sana juga bersama sahabatnya.


‘’ Neng Puri,'' panggil pemilik kantin itu, sehingga Puri langsung menyahut.


''Ada apa, pak?'' tanya Puri.


''Lo nggak punya utang 'kan?'' ledek Izam membuat Puri berdengus kearah cowok itu membuat pak kantin yang memanggil Puri tertawa kecil, karna ucapan Izam barusan.


''Tanya aja sama pak kantinnya, kalau gue punya utang,'' balas Puri.


‘’Nggak, neng Puri nggak punya utang. Saya kesini cuman mau kasi tau, kepala sekolah lagi nungguin neng Puri di kantor sekarang juga,'' kata pak kantin membuat Puri menaikkan alisnya sebelah.


Pak kantin tersebut langsung pamit, setelah menyampaikan apa yang kepala sekolah katakan padanya.


''Lo ‘kan udah di panggil, kenapa di panggil sama kepala sekolah lagi,'' kata Nanda kepada Puri.


‘’Nggak tau juga. Mungkin dia mau kasi gue tambahin scorsing gue,'' kata Puri santai membuat Ethan dan anak ARIGEL lainya menatap gadis itu.


''Lo di scorsing?'' tanya Ethan yang tidak tahu mengapa gadis itu sampai di scoring.


''Iya,'' jawab Puri santai, seraya bersiap-siap untuk segera keruangan kepala sekolah.


''Masalah apa lo sampai di scorsing?'' tanya izam penasaran.


Seprtirnya anak ARIGEL tidak tahu akar masalah ini, karna mereka bersemedi didalam kelas.


‘’Berantem, udah Ahk, gue mau ke ruangan kepala sekolah. By!'' gadis itu langsung melenggang pergi meninggalkan sahabat dan juga anak ARIGEL lainya.


''Puri,'' panggil Salsa, sehingga pergerakan kaki gadis itu tehenti, dia membalikkan tubuhnya melihat kearah Salsa.


''Mau aku temenin?'' tawar Salsa.


''Nggak usaha, Mendingan lu pandangin Rafael lo aja,'' balas Puri lalu pergi membuat mereka semua tertawa dengan balasan Puri kepada Salsa.


Nanda menggeser kursinya ingin pergi menyusul Puri, bagaimanapun gadis itu berantem karna membela dirinya.


''Lo mau kemana?'' tanya Ardian seraya mencekal tangan milik Nanda.

__ADS_1


''Gue mau susul pergi,'' kata Nanda membuat Ardian melepaskan tangan gadis itu, lalu Nanda melenggang pergi untuk menyusul Puri.


Cika dan Salsa sekarang percya, jika Nanda dan Ardian benar-benar jadian. Bisa mereka melihat bagaimana antara Nanda dan juga Ardian.


Setelah kepergian Puri dan Nanda, izam kembali bertanya pada sahabat gadis itu.


''Puri berantem sama siapa?'' tanya Izam penasaran.


''Kalian dari mana aja sih? Sampai nggak tahu kalau Puri berantem sama Kesya,'' kata Salsa seraya menyeruput es teh nya itu.


''Masalah apa lagi mereka sampai berantem?'' tanya Ethan yang di tunggu jawabanya oleh yang lain.


Sementara Ardian hanya fokus pada makananya, dia tidak peduli dengan pembahasan mereka mengenai.


‘’Karna....Kesya nampar, Nanda. Sampai pipi Nanda merah.''


Ardian berhenti mengunyah makananya, mendengar ucapan Salsa barusan membuat Ardian terkejut.


Ardian bisa melihat pipi di sebelah gadis itu merah, dia pikir itu hanya semacam make up yang dia gunakan, yaitu pemerah bibir atau semacamnya, yang Ardian tidak tau.


Mereka melihat Ardian berdiri dari kursinya, dia akan menyusul Nanda. Para sahabatanya tidak bertanya mau kemana cowok itu, karna pastinya dia akan menyusul Nanda.


''Iya, mereka benaran pacaran. Lo nggak lihat Ardian langsung pergi, saat dia tau Nanda di tampar sama saudara tirinya sendiri,'' balas Izam.


‘’El, semalam kamu nggak tinggal di rumah kamu? Padahal semalam aku lihat kamu pulang, pas paginya aku kerumah kamu, motor kamu nggak ada di garasi,'' kata Salsa sehingga Rafael menatapnya malas.


''Udah tau, malah nanya,'' ketus Rafael membuat Izam langsung menyiku perut cowok itu.


‘’Orang nanya baik-baik, malah lu ketusin. Nyesel gue potong rambut lo, buat muka lo makin tampan, tapi malah songong!'' greget Izam.


‘’Tanpa rambut gue potong, gue tetap ganteng. Karna gue emang tampan dari keturunan, bukan dari potongan rambut lo ini!'' desis Rafael.


''Tapi berkat gue, Salsa makin klepek-klepek sama lo. Nggak usah munafik lo, Rel. Pasti lo senang 'kan di puji ganteng sama Salsa,'' nyolot Izam.


Tangan Rafael bergerak mengambil cake diatas meja, lalu dia sumpal kedalam mulut Izam membuat cowok itu berhenti mengoceh.


''Makan tuh!'' kata Rafael membuat Ethan dan Leo tertawa melihat kondisi muka Izam yang pasrah.

__ADS_1


''Muka lo pasrah banget, Zam!'' tawa Ethan membuat Leo tak kuasa menahan tawa. ''Muka lo mirip badut!''


Sementara Cika hanya tersenyum tipis melihat mereka.


''El, nggak boleh kayak gitu,'' tegur Salsa membuat Rafael menatap Salsa lagi.


‘’Mendingan lu diam!''


Jleb...


‘’Nggak usah di dengerin, Sal. Manusia nggak punya hati kayak Rafael nggak pantas dapat cewek kayak lo yang lemah lembut, Mendingan lu sama Fatur aja,'' kata Izam lagi.


‘’Maksud kamu kak Fatur?'' tanya Salsa dan dibalas anggukan kepala oleh Izam.


''Iya, gue denger-denger dari Ardian, saudaranya itu suka sama lo,'' kata Izam seraya melirik Rafael membuat Rafael makin kesal pada cowok itu.


Dia tau apa maksud Izam berkata seperti itu seraya meliriknya. Sementara Leo dan Ethan hanya menggelengkan kepalanya dengan tawa kecil mereka.


‘’Mana mungkin kak Fatur suka sama aku,'' kata Salsa tidak percaya kabar itu, jika Fatur menyukainya. Apa lagi mengingat bagaiamana perilaku cowok itu padanya saat dia kecil.


Rafael mulai mendengus, dia mulai bosan dengan pembahasan mereka.


''Mau kemana lo, Raf? Lo panas sampai mau pergi?'' tanya Leo yang melihat Rafael berdiri dari kursinya.


‘’Mendingan lu duduk kembali.'' Izam menarik cowok itu agar duduk kembali.


‘’Gue bosan di sini, pembahasan kalian nggak bermutu tau nggak!''


''Nggak baik ya, Raf. Orang masih makan lo mau ninggalin. Lo nggak lihat, makanan di mangkuk Salsa masih ada?'' terang Izam sehingga Rafael langsung melihat mangkuk Salsa yang masih berisi beberapa pentolan bakso di mangkuknya.


Dengan terpaksa Rafael kembali duduk, dengan embel-embel yang nggak masuk akal sama sekali dengan apa yang Izam katakan.


''Lo yakin nggak ngerasa kalau Fatur suka sama lo?'' tanya Izam lagi pada Salsa dan dibalas gelengan kepala oleh Salsa.


''Aku nggak tau. Yang aku tau, kak Fatur sering buat aku nangis pas kecil,'' jujur gadis itu membuat mereka mendengar apa yang Salsa katakan, karna dia juga penasaran mengapa bisa Rafael, Fatur dan Salsa saat masa kecil.


Hingga Rafael dan Fatur bermusuhan yang entah apa yang mereka musuh kan, karna mereka semua tidak tau akar masalah cowok itu.

__ADS_1


''Tapi...Saat aku nangis karna kak Fatur waktu itu, Rafael datang nenangin aku, biar aku berhenti nangis,'' kata Salsa membuat mereka heboh seketika. Sementara Cika hanya tersenyum tipis.


''Jangan geer lo. Gue nggak suka aja kalau lihat orang nangis. Gue risih. Paham lo!''


__ADS_2