ARDIAN

ARDIAN
Gue bakalan tanggung jawab


__ADS_3

Hujan malam ini semakin lebat, gorden kamar milik gadis cantik, beterbangan karna angin malam ini. Seharusnya mereka dingin, namun mengapa keringat bercucuran di kedua wajah tersebut.


''Leo....Gue...Takut....'' Suara itu adalah suara milik gadis bernama Pute, tubuhnya kini di bawah kungkuhan seorang Leo. Tanpa mengenakan sehelai benang pun, keduanya sama-sama tidak menggunakan pakaian.


''Nggak usah khawatir.'' Tangan Leo bergerak mengambil selimut, menyelimuti tubuh milik Pute, setelah menyelimuti tubuh milik Pute, cowok itu turun dari tempat tidur Pute, namun tanganya langsung di cekal.


''Lo mau kemana?'' tanya Pute, tanganya memegang erat pergelangan tangan Leo, saat cowok itu meninggalkan dirinya diatas tempat tidur.


Leo tersenyum kearah Pute, senyuman yang selalu dia tebar untuk gadis manapun.


''Gue mau ke kamar mandi dulu,'' jawab Leo dan dibalas gelengan kepala oleh Pute.


''Gue mau peluk lo.'' Entah mengapa, setelah Leo mengambil kehormatannya membuat Pute ingin menangis kencang.


Hanya kenikmatan yang dia tuai tadinya, sentuhan lembut dari Leo membuat dia yakin memberikanya pada Leo, sentuhan yang penuh kasih sayang, membuat Pute lupa, jika apa yang dia lakukan bisa saja membuatnya hamil.


Meski ini pertama kalinya dia lakukan, tetap saja rasa takut ini menyelimutinya, dia berharap satu kali melakukan hubungan yang seharusnya tidak dia lakukan, tidak akan membuatnya hamil.


Leo mengangguk, lalu kembali naik diatas tempat tidur mewah itu. Dia berbaring di dekat Pute. Menyelimuti tubuhnya dengan selimut bersama dengan gadis cantik itu.

__ADS_1


Mereka berdua saling bertatapan, Pute menatap Leo dengan tatapan yang sangat sulit dia artikan.


''Gue takut,'' ucap Pute, mantap manik mata Leo yang indah itu. ''Gue takut hamil,'' lanjut Pute, dia berusaha menahan air matanya.


Leo menggenggam tangan Pute, lalu berkata. ''Lo tenang aja, kita baru satu kali lakuin ini. Jadi, kata hamil nggak akan lo alamin, percaya sama gue.'' Leo berusaha meyakinkan Pute.


''Lo tahu dari mana, satu kali melakukan hal ini, nggak akan buat hamil?'' tanya Pute, membuat Leo terdiam.


Leo mengusap pipih mulus milik Pute. ‘’Percaya sama gue,'' ucap Leo dengan yakin.


Pute ingin membalas ucapan Leo, namun cowok itu lebih dulu memeluknya, seraya mengusap rambutnya itu.


Drt.....


Ponsel milik Leo bergetar, diatas nakas, membuat Leo mengakhiri ciumanya itu. ''Gue angkat Telfon dulu,'' ucap Leo dan dibalas anggukan kepala oleh Pute.


Lebih dulu, Leo memungut pakainya lalu memakainya, setelah berhasil memakai pakaianya, dia mengangkat Telfon.


''Ok, gue segera keluar.''

__ADS_1


Tut...


Setelah mengangkat Telfon dari sahabatnya, Leo masuk kedalam kamar mandi, membasuhi wajahnya lebih dulu.


Sementara Pute menunggu Leo keluar dari kamar mandi.


Ceklek.


Cowok itu keluar dari kamar mandi.


''Leo,'' panggil Pute, karna Leo langsung main pergi saja.


Leo menepuk jidatnya, dia lupa pamit pada Pute.


Leo berjalan mendekati Pute. ''Gue pulang dulu,'' pamit Leo, tanganya kembali di cekal oleh Pute, rasanya gadis itu sangat berat melepaskan Leo.


‘’Gimana kalau gue hamil?'' suara milik Pute bergetar.


Leo mencium puncuk kepala Pute, gadis itu sudah duduk di tempat tidur, dia sudah mengenakan pakaianya saat Leo masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


‘’Gue bakalan tanggung jawab,'' ucap Leo dengan yakin. ''Gue pulang dulu, Rafael udah nungguin gue diluar.''


__ADS_2