ARDIAN

ARDIAN
Berita panas


__ADS_3

Salsa berulang kali membaca pesan yang di kirim oleh Rafael, dia tidak menyangka jika cowok itu yang mengirimkannya pesan tersebut.


Meski chat nya tak kunjung dibalas, namun Salsa sudah bahagia malam ini, karna Rafael mengirimkannya pesan sesingkat itu.


Sampai-sampai Salsa tidak bisa tidur untuk malam ini, dia yakin besok dia akan mengantuk didalam kelas.


Salsa sudah tidak sabar lagi menunggu datangnya pagi, dia tidak sabar menceritakan hal langkah ini kepada sahabatnya.


Salsa bisa menebak, jika sahabatnya tidak akan menyangka jika Rafael mengirimkannya pesan.


Sudah pukul empat subuh, Salsa baru tidur dengan keadaan hati berbunga-bunga. Baru di kirimkan pesan seperti itu oleh Rafael membuatnya sudah melayang tinggi.


🦋


Nanda dan Cika langsung bangun dari tempat tidurnya dengan cepat. Cika menyuruh Nanda mandi lebih dulu, sementara dirinya menyeterika baju.


Mereka berdua kesiangan pagi ini, andai saja sinar matahari tidak masuk melalui celah jendela, kedua gadis itu tidak akan bangun dari tempat tidurnya.


Nanda mandi dengan cepat, karna Cika sudah menggedor-gedor pintu kamar mandi, membuat Nanda dengan terpaksa mandi dengan secepat kilat.


''Baju Lo diatas tempat tidur, gue udah setrika,'' ucap Cika lalu masuk kedalam kamar mandi.


''Makasih.'' Nanda langsung memakai tank top milik Cika yang belum pernah dia pakai.


Cika selalu menyediakan Tank top baru dan dalaman, juga BH, karena sahabatnya biasa tinggal mendadak seperti Nanda sekarang ini.


Untung saja Cika mempunyai dua seragam sekolah, sehingga Nanda bisa memakai seragam sekolah milik Cika yang satunya.


''Wow, cepat banget lo mandinya,'' ucap Nanda melihat Cika begitu cepat keluar dari kamar mandi.


Dia pikir dirinya yang paling cepat mandi, ternyata masih ada Cika yang melampaui kecepatannya saat ini.


Cika langsung memakai seragam sekolahnya, sementara Nanda sudah menyisir rambutnya.


''Ci, ikat rambut lu mana?'' tanya Nanda membuat Cika menggeleng.


''Hilang, gue nggak tau tuh ikat rambut semuanya gue taro dimana,'' ucap Cika seraya mengancing baju sekolahnya.


''Kalau karet?'' tanya Nanda lagi dan dibalas gelengan kepala oleh Cika lagi.


''Buruan, lima menit lagi masuk,'' ucap Cika kepada Nanda seraya memasukkan seluruh bukunya kedalam tas.

__ADS_1


Nanda menggeleng melihat Cika memasukan banyak buku kedalam tasnya.


''Ayok!'' Nanda dan Cika kaluar dari kamar.


Cika hanya tinggal di sendiri di rumahnya, kedua orang tuanya sudah lama berpisah dan memilih tinggal di rumah pasangan mereka masing-masing.


Cika tidak ingin ikut dengan keluarga baru kedua orang tuanya, sehingga dia memilih untuk tinggal seorang diri saja.


Orang tuanya selalu mengirimkannya uang setiap bulan, jadi Cika tidak masalah jika hidup seorang diri di rumah ini.


Kedua gadis itu langsung menuruni anak tangga, di dekat pintu masuk ada tempat sepatu sehingga mereka berdua memakai sepatu lebih dulu.


''Lu pilih aja sepatu gue yang mau Lo pakai,'' ucap Cika dan dibalas anggukan kepala oleh Nanda.


Setelah mereka berdua memakai sepatu, keduanya berjalan dengan cepat menuju mobil milik Cika.


''Udah lambat nih kita,'' decak Cika seraya menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi menuju sekolah mereka.


''Lo sih nyuruh gue cerita, makanya telat bangunnya,'' dumel Nanda.


''Gue nggak bisa tidur kalau masih dalam keadaan penasaran,'' balas Cika yang sudah tidak di gubris oleh Nanda lagi.


Cika sempat terkejut mendengar cerita Nanda, jika mereka berdua sahabatan sejak kecil. Karena jika di lingkungan sekolah, Nanda dan Gerald seperti sedang menjaga jarak saja.


🦋


Fatur menatap tajam Arya. ''Kenapa lo nggak bilang, kalau cewek yang semalam itu cewek yang di sukai Ardian!'' Fatur mencengkram kerah baju milik Arya.


''Semalam bukan waktu yang tepat Fatur! Lo mau nyulik cewek itu sementara ada Cika? Lo nggak mau, kan sampai sepupu cewek yang lu suka tau kalau kita yang nyulik teman mereka!'' balas Arya membuat Fatur melepaskan cengkeramannya dengan kasar kepada Arya.


''Gue pamit, gue udah lambat,'' pamit Arya kepada Fatur lalu pergi meninggalkan markas anak VAGOS yang baru itu.


Motor Arya dan mobil Cika bersamaan masuk kedalam gerbang sekolah membuat Arya menaikan alisnya sebelah.


Tidak biasanya Cika lambat ke sekolah, biasanya gadis itu lebih dulu datang ketimbang para sahabatnya.


''Ini Cika sama Nanda kok belum datang sih! Nggak biasanya tuh anak lambat ke sekolah,'' ucap Puri karena guru yang mengajarnya sudah masuk kedalam kelas.


''Nih juga anak, dari tadi senyam-senyum nggak jelas!'' ucap Puri lagi melihat Salsa bertopang dagu dengan senyuman yang melekat di wajahnya.


''Kesambet kali.'' Pute tertawa kecil, nggak mungkin juga dia tertawa keras sementara di depan ada guru.

__ADS_1


''Aku ngantuk,'' gumam Salsa seraya menguap.


''Cika sama Nanda mana?'' tanya guru itu yang melihat geng Kesya kurang dua personel.


''Sepertinya mereka ada hambatan bu,'' sahut Kesya dan dibalas anggukan kecil oleh guru itu.


Tok...Tok...Tok


Pintu kelas di ketuk membuat guru itu langsung mempersilakan kedua gadis itu langsung masuk.


''Maaf, bu. Saya sama Nanda telat,'' ucap Cika.


''Hari ini ibu maklumi kalian terlambat. Silahkan duduk.'' Cika dan Nanda mengucapkan kata terimakasih lalu berjalan menuju tempat duduknya.


''Kalian berdua kenapa bisa terlambat barengan sih,'' tanya Puri.


''Begadang,'' jawab Cika.


Mereka semua fokus kedepan melihat guru menjelaskan pelajaran pada pagi hari ini. Sementara Salsa sedari tadi menguap.


Nanda menyenggol lengan milik Salsa, sehingga gadis itu langsung meliriknya. ''Tidur jam berapa Lo sampai ngantuk ke sekolah,'' ucap Nanda membuat Salsa tertawa kecil.


''Semalam aku nggak bisa tidur karena bahagia banget. Jadinya aku tidurnya subuh, bangun jam 6 pagi,'' jawab gadis itu membuat Nanda menggeleng kecil.


''Kalian berdua jangan ngobrol, fokus kedepan,'' tegur Cika kepada Nanda dan Salsa yang sedang mengobrol.


''Iya-iya,'' ucap Salsa lalu mereka fokus kedepan, meski otak milik Salsa tidak bisa mencernah apa yang guru depan jelaskan.


Arya memasuki kelas, dia melihat teman kelasnya sedang berkumpul didalam kelas. Arya penasaran langsung ikutan nimbrung kesana.


Terdengar suara bisik-bisikan dari mereka. Untung saja guru yang mengajar pagi ini lambat masuk.


''Ada apaan sih?'' tanya Arya kepada salah satu teman sekelasnya.


''Itu sih Greta, dia ketahuan ciuman panas sama seseorang. Tapi muka cowok itu di tutupin cuman muka ceweknya yang kentara,'' jelas teman kelas Arya membuat cowok itu terkejut.


''Sini gue liat.'' Arya langsung mengambil ponsel teman kelasnya dan melihat dengan jelas wajah milik Greta berciuman panas dengan seseorang, wajah cowok itu di tutupin membuat Arya terdiam.


Karena cowok yang berciuman dengan Greta adalah dirinya!


Ini akan menjadi berita panas di sekolah ini!

__ADS_1


__ADS_2