ARDIAN

ARDIAN
Bisikkan Greta pada Gerald


__ADS_3

Ardian meminum coklat hangat yang di berikan Nanda padanya, lalu mereka berdua kembali duduk di kursi panjang, yang sudah di sediakan di rumah sakit ini, seraya menunggu maminya Gerald keluar.


''Kalau hujan-hujan begini, nggak pas kalau cuman coklat hangat doang,'' celetuk Ardian membuat Nanda melirik cowok itu.


''Lo nggak suka coklat?'' tanya Nanda.


‘’Bukan gue nggak suka. Cuman nggak pas doang. Hujan gini enaknya pelukan, bukan minum coklat hangat,'' ucap Ardian ambigu, membuat Nanda menaikkan alisnya sebelah kearah cowok itu. ''Pikiran lo jangan aneh,'' lanjut Ardian seraya menyesap coklat hangat yang di berikan Nanda untuknya.


Nanda hanya mengangguk saja, meski dia tidak tahu maksud dari ucapan Ardian itu apa.


Ceklek...


Pintu tempat Gerald di rawat terbuka, Jia maminya Gerald keluar lalu menyuruh Ardian dan Nanda untuk masuk.


‘’Gue masuk duluan,'' ucap Ardian seraya menyimpan minuman coklatnya di dekat Nanda. Nanda dan Ardian saling bertatapan satu sama lain. ‘’Biar lo bisa lama-lama di dalam sama Gerald. Biar lo bebas ngobrol sama dia di dalam,'' lanjut Ardian lalu melenggang pergi meninggalkan Nanda masuk kedalam ruangan Gerald.

__ADS_1


Nanda tersenyum tipis melihat kepergian Ardian, cowok itu mengucapkan beberapa kata yang mampu membuat hatinya berdesir. Cowok itu mengerti keadaannya sekarang.


‘’Thanks,'' gumam Nanda, Ardian tidak mendengarnya karna cowok itu sudah masuk kedalam.


''Hmmm...'' Seseorang berdehem, menbuat Nanda melihat kearah depan, ada Greta yang masih mengenakan seragam SMA. ‘’Gue boleh jenguk, Gerald?'' tanya Greta kepada Nanda membuat Nanda diam.


Nanda berpikir, mengao Greta meminta izin padanya? Mungkin karna dia sahabat kecilnya Gerald, jadi Greta meminta izin padanya untuk menemui Gerald.


Greta tersenyum tipis. ''Gue cuman mau lihat kondisi Gerald. Selama ini, dia udah baik sama gue.'' Greta berkata dengan jujur, mengingat saat Gerald memberikanya coklat, lebih tepatnya lagi dia yang meminta coklat itu, yang kedua Gerald sudah menghapus videonya yang sudah tersebar luas, itu semua berkat Gerald.


Akhirnya Greta berjalan menuju pintu ruangan Gerald, setelah dia mengobrol dengan Nanda.


Ceklek.


‘’Gue udah bilang, biar gue sendiri dulu. Entar lu jengukin Gerald sendiri, biar puas ngobrol sama dia.'' Sepertinya Ardian tidak melihat kearah pintu, sehingga dia tidak melihat siapa yang masuk kedalam ruangan Gerald.

__ADS_1


''Gue Greta, bukan Nanda,'' ucap Greta. karna dia tahu siapa yang di maksud oleh Ardian.


Ardian langusng melirik kearah gadis itu.


Sebelum Ardian angkat bicara, lebih dulu Greta memotongnya. ‘’Gue kesini mau jenguk Gerald, bukan modus seperti yang lo pikirkan sekarang,'' ucap Greta, karna tujuannya memang murni seperti itu, dia hanya ingin menjenguk Gerald saja. Karna dia tahu cowok itu sudah membantunya banyak.


Greta berjalan kearah bansal Gerald, sehingga Ardian memundurkan tubuhnya karna Greta mendekat.


Greta mendekati Gerald. Lalu berbisik pada cowok itu. ‘’Cepat bangun, lo nggak mau'kan, kalau cewek yang lo suka dari kecil di milikin sahabat lo?'' bisikGreta tepat pada telinga Gerald.


Meski dia yakin, cowok itu tidak mendengarnya, karna Gerald telah di nyatakan koma.


‘’Makasih juga bantuan lo ke gue. Mulai dari coklat, sampai masalah video yang lo hapus. Semogah cepat sadar.'' lanjut Greta.


__ADS_1


__ADS_2