ARDIAN

ARDIAN
Video durasi 30 detik


__ADS_3

Greta berjalan di koridor sekolah, banyak pasang mata yang menatap Greta dengan tatapan jijik.


''Nggak heran aja sih kalau dia kayak gitu, gayanya aja udah preman kayak gitu,'' bisik salah satu murid di koridor sekolah membuat Greta menatapnya dengan tatapan tajam.


''Greta!''


Greta menghentikan langkah kakinya, dia melihat Naya dan Vani berlari menghampirnya dengan nafas ngos-ngosan.


''Kenapa mereka lihatin gue kayak gitu?'' tanya Greta membuat Vani menarik nafasnya lebih dulu.


‘’Buruan ke mading,'' ucap Naya membuat Greta langsung berjalan menuju mading sekolah.


Greta melihat banyak murid-murid di depan mading tersebut, tidak biasanya murid-murid akan mengerumuni mading, kecuali ada pengumuman penting baru mereka berkumpul di depan mading.


‘’Minggir!'' bentak Greta, seraya menerobos melewati mereka semua, sementara Vani dan Naya mengikuti Greta dari belakang.


Greta mengepalkan tanganya di depan mading sekolah, terlihat jelas jika dirinya sedang berciuman panas dengan seorang cowok mengenakan seragam SMA yang sama denganya.


Sialnya lagi, mereka berdua melakukan hal tersebut di lingkungan sekolah, foto-foto itu sudah tersebar luas di lingkungan sekolah ini.


Greta yakin, jika pelakunya adalah Kesya, siapa lagi kalau bukan Kesya. Yang membuat Greta geram karna wajah cowok itu di blur sehingga tidak ada yang mengetahui siapa yang di temani Greta ciuman panas itu.


''Sialan lo, Kesya!'' raung Greta di di depan mading, seraya melapaskan semua poster dirinya itu.


Dia mengepalkan tanganya, wajahnya memerah, dia akan membuat perhitungan kepada Kesya.


Hatinya bergemuruh, berita mengenai ini sudah merembes keluar, ''lihat, Gre.'' Vani memberikan ponselnya kepada Greta.


Dadah gadis itu panas, saat melihat videonya sudah tersebar luas, bukan hanya SMA Pelita yang akan mengetahui ini, bahkan orang diluar sana mengetahui hal ini.


Greta langsung pergi depan mading dengan wajah merah padam, dia harus memberikan pelajaran kepada Kesya.


Seharusnya Kesya tidak melakukan hal ini, sudah Greta bulatkan jika dia akan bersaing secara sehat dengan gadis itu, namun sepertinya Kesya memilih jalan gelap ini.


''Kita susul, Greta.'' Vani langsung menarik tangan Naya untuk segera menyusul Greta.


Berita ini sudah sampai di telinga guru, bahkan kepala sekolah bernama ibu Anisa sudah melihat foto dan video tersebut.


Ibu Arma langsung meletakkan ponselnya saat melihat wajah milik Greta dengan jelas berciuman panas dengan laki-laki yang menggunakan seragam SMA yang sama denganya, hanya saja video yang dia lihat tadi itu wajah cowok itu di blur sehingga tidak terlihat wajahnya.


Ibu Arma membambil ponselnya, lalu menekan nomor Gerald. Setelah Gerald mengangkat telfonya, ibu Arma langsung menyuruh Gerald keruanganya.


Ibu Arma menyandarkan kepalanya di kursi miliknya. Greta merupakan murid bad girl sekolah ini.

__ADS_1


Tok...Tok..Tok


''Masuk!'' Kepala sekolah langsung mempersilahkan Gerald untuk masuk.


Ibu Arma langsung mempersilahkan Gerald untuk duduk.


''Kamu sudah tahu berita ini, kan?'' tanya ibu Arma dan dibalas anggukan kepala oleh Gerald.


Berita mengenai Greta sudah tersebar luas bahkan di kelasnya mereka memaki Greta dan mengatakan gadis itu gadis murahan.


Kepala sekolah menarik nafasnya panjang. ‘’Ibu mau, kamu cari tahu siapa yang menyebarkan video tersebut. Nama sekolah kita sudah tercemar, jika video itu di biarkan terlalu lama reputasi sekolah akan semakin buruk.'' Jelas ibu Arma membuat Gerald mengangguk paham.


''Baik, bu. Saya akan mencari tahu hal ini. Kemungkinan besar, yang menyebarkan video tersebut murid yang sekolah di sini juga,'' terang Gerald membuat kepala sekolah mengangguk setuju dengan ucapan murid di hadapnya.


''Jika Kamu sudah menemukan pelakunya, suruh dia untuk menghapus video tersebut. Dia sudah menyebarkan video itu di beberapa akun yang pengikutnya banyak. Ibu yakin, dia membayar itu semua,'' ucap bu Arma seraya mengetuk-ngetuk mejanya.


''Baik, bu.''


Setelah berbincang-bincang dengan kepala sekolah, Gerald langsung pamit undur diri. Kepala sekolah mempercayai hal ini kepada Gerald.


Pagi-pagi begini, murid-murid SMA Pelita langsung di suguhkan video yang berdusi 30 detik itu.


Bahkan guru-guru yang sedang tengah mengajar di dalam kelas, langsung pergi karna panggilan kepala sekolah yang akan mengadakan rapat mengenai ini.


''OMG!'' pekik Puri saat membuka ponselnya langsung di suguhkan video berdurasi 30 detik itu, video yang meggunakan seragam sama dengan mereka.


Bahkan Puri meneguk salivanya susah payah.


''Bukan ponsel kalian semua!'' ucap Puri membuat mereka langsung melihat ponselnya.


Bahkan video berdurasi 30 detik itu di kirim di Group sekolah dan kelas mereka. Mereka semua di dalam kelas memperhatikan video Greta.


''Nggak heran sih kalau Greta kayak gini. Diakan, memang gadis seperti itu.''


‘’Ngeri yah kayak dia.''


‘’Gimana kalau keluarga dia tau video dia.''


''Dasar gadis nggak tau malu!''


‘’Emangnya lo tau kalau dia masih gadis?'' tawanya membuat mereka semua tertawa.


Sementara Kesya tersenyum smirk, dia sudah menunggu hari ini tiba, dimana sosok gadis bernama Greta akan malu.

__ADS_1


Cika hanya diam saja, tidak menimpali obrolan para sahabtanya yang mencibir Greta.


''Dasar b*tch,'' dumel Puri membuat Pute tertawa renyah.


‘’Emangnya lo tau kalau dia itu...'' ujar Pute membuat Puri memutar bola matanya malas.


''Dih, modelan kayak dia mana mungkin per-'' Salsa langsung membekap mulut Puri, agar gadis cerewet itu tidak meneruskan ucapanya.


''Nggak baik gosip in orang,'' ucap Salsa seraya melepaskan tanganya yang membekap mulut.


''Iyain deh,'' malas Puri.


Sementara Cika hanya cuek saja, dia tidak ingin mengurus urusan pribadi, semua orang punya aib, jika orang itu mengumbar aib seseorang, suatu saat nanti aibnya juga akan terbongkar.


Nanda melihat video itu, tentu saja dia mengenal Greta, gadis yang sering berselisih dengan Kesya, dan saat itu Nanda pernah berurusan dengan Greta saat di kantin.


Nanda kasihan melihat Greta, dia yakin gadis itu akan menangis. Namun ini juga salahnya, karna gadis itu berani berciuman di lingkungan sekolah, dia tidak tau kapan rival nya mengincarnya.


Nanda menyimpan ponselnya di dalam saku bajunya. Lalu mengunyah permen karetnya itu.


‘’Gue nggak habis pikir, sama orang yang senang lihat orang menderita,'' ucap Nanda membuat mereka berlima menatap Nanda.


''Lo kasihan sama dia?'' Puri dan dibalas anggukan kepala oleh Nanda.


''Nggak usah kasihan sama cewek modelan Greta, biar aja tuh videonya firal biar dia kapok,'' cerocos Puri tanpa hati membuat Nanda tersenyum tipis.


''Sesama perempuan gue kasihan lihat dia. Gimanapun sikap gadis itu, kita sama-sama manusia yang punya perasaan. Gue yakin, setelah videonya ini di nonton jutaan orang, dia bakalan terpuruk,'' ucap Nanda membuat Cika tersenyum tipis.


Sahabat yang kayak Nanda gue cari salama ini.


''Yang di bilang sama Nanda tuh benar,'' ujar Salsa membuat Puri hanya berdumel pelan.


‘’Biarin aja, karma bakalan berjalan dengan sendirinya. Bisa aja tuh video 30 detik jika di balikan menjadi 1 menit,'' ucap Cika dengan samar, namun mereka paham apa yang di maksud oleh Cika.


‘’Mungkin aja itu karma yang di peroleh Greta, atas apa yang dia lakuin sama orang selama ini,'' ucap Kesya membuat Puri mengangguk setuju dengan ucapan Kesya.


‘’Gue setuju dengan apa yang di bilang sama Kesya,'' timpal Puri yang paling gah di antara mereka.


''Gue diam aja, gue juga punya aib. Gue nggak mau omongin aib orang, takutnya aib gue bakalan terbongkar juga,'' canda Pute membuat mereka teetawa kecil.


Sementara Kesya hanya tersenyum kemenangan mengenai hal ini. Dia yakin, jika orang itu melihat video Greta, maka dia akan ilfil dengan gadis itu.


Greta berjalan di koridor sekolah dengan dadah bergemuruh, jangan lupa kertas foto di tanganya nya dia remas hingga tidak berbentuk.

__ADS_1


''Gue nggak bakalan tinggal diam, Sya. Lo bakalan dapetin yang lebih dari ini.'' Mata gadis itu memerah, dia berusaha agar matanya tidak mengeluarkan bulir air mata.


Setelah video durasi 30 detik itu, membuat Greta akan mengenang hal ini seumur hidupnya!


__ADS_2