ARDIAN

ARDIAN
Mulai malam ini gue tertarik (Ardian)


__ADS_3

Nanda menuruni anak tangga, dia sudah melihat Gerald sedang berbincang-bincang dengan mamanya di ruangan tamu, dan tunggu lagi, Gerald tidak sendiri, cowok itu bersama dengan Ardian!


Ardian tersenyum jenaka melihat Nanda dari atas anak tangga, kedua tatapan insan itu beradu pandang.


“Malah tinggal diam di situ, buruan turun!” tegur Gina, membuat Nanda langsung meneruskan langkah kakinya.


Buat apa coba Gerald kerumahnya bersama Ardian? Cowok itu mau ketahuan kalau mereka sangat dekat?


Nanda ikutan duduk bersama merek, “Gerald sama Ardian ngajakin kamu kerumah Greta,” ucap mama, sehingga Nanda langsung melirik mamanya itu.


Lalu Nanda kembali menatap Gerald dan Ardian yang duduk di hadapnya. “Buat apa ngajakin gue?” tanya Nanda.


“Bu—“


“Jenguk kondisi dialah,” ucap Ardian memotong ucapan Gerald.


Gerald mengangguk mengiyakan ucapan Ardian. “Kita mau lihat kondisi Greta,” ucap Gerald lagi.


“Emangnya kalian berdua udah jenguk Kesya?” tanya Nanda.


“Belum,” jawab keduanya.


“Habis dari rumah Greta kita singgah jenguk Kesya,” ujar Ardian dan dibalas anggukan setuju oleh Gerald.


“Kalau mama izinin gue, gue pergi,” ucap Nanda melirik mamanya.


“Kamu pergi aja, lagian kamu mau jenguk teman kami,” ucap Gina, karna siang tadi Nanda sudah datang menjenguk Kesya, baru-baru saja dia pulang.


Namun Gina kembali memberikan izin kepada Nanda.


“Gue ganti pakaian dulu,” pamit Nanda lalu berjalan naik keatas kamarnya.


“Gerald, jagain anak tante, ya,” ucap Gina membuat Gerald mengangguk. “Cuman kamu yang bisa ngertiin Nanda sebagai sahabat kamu,” lanjut Gina membuat Ardian tersenyum tipis.


Gerald tidak bisa lagi menyembunyikan hubungannya dengan Nanda, jika mereka berdua bersahabat sejak mereka kecil.


“Iya, Tan. Gerald selalu jagain Nanda,” balas Gerald membuat Gina tersenyum.


“Ardian, bantu Gerald jagain Nanda ya,” ucap Gina dengan tawa kecilnya, dia seperti sedang memaksa seseorang untuk menjaga anak gadisnya.


Ardian tersenyum. “Tanpa tante minta,” balas Ardian dengan santai.


Mereka bertiga pamit. Setelah Nanda sudah siap untuk segera pergi. Mereka menyalami tangan milik Gina lalu melenggang keluar.


Diluar sudah ada mobil berwana hitam, tentu saja Nanda mengenal mobil itu. Mobil itu adalah mobil milik Gerald.


Gerald masuk di kursi pengemudi. Sementara Ardian masih berada di luar dengan Nanda.


“Lo di depan,” ucap Ardian menyuruh Nanda duduk di depan bersama dengan Gerald.


Nanda menggeleng. “Lo aja, biar gue di belakang,” ucap Nanda membuka pintu mobil, namun saat dia membuka pintu tersebut, dia tersentak kaget karna didalam mobil ada Izam dan Ethan.

__ADS_1


Kedua cowok itu bersamaan melirik Nanda, lalu kemudian kembali menatap kedepan. Nanda langsung menutup kembali pintu tersebut, dia pikir hanya mereka bertiga saja, ternyata ada rombongan sahabat Ardian.


Brum…


Nanda melihat kearah luar, didepan pagar rumahnya ada dua pengendara motor yang sama menunggu mereka, Nanda yakin jika itu adalah sahabat Ardian dan Gerald.


“Udha gue bilang. Lo di depan, lo sih ngeyel buka pintu belakang.” Ardian langsung membukakan Nanda pintu mobil membuat gadis itu melirik Ardian.


Mereka berdua saling berpandangan. Gerald dari dalam mobil bisa melihat keduanya saling beradu pandang.


“Ra,” panggil Gerald. Sehingga gadis itu langsung tersadar, dengan cepat dia masuk kedalam, duduk berdampingan dengan Gerald.


Sementara Ardian langsung menutup pintu mobil, Ardian berjalan menuju motornya Nanda bisa melihat cowok itu berjalan menuju motornya.


Nanda pikir Ardian naik mobil dengan mereka.


Mobil milik Gerald sudah meninggalkan pekarangan rumah Gina. Di belakang mereka ada tiga motor yaitu Leo, Rafael dan Ardian. Di kursi belakang mobil ada Ethan dan juga Izam.


“Rald. Kita yakin mau jenguk Greta sama Kesya? Mereka, kan nggak penting buat kita,” ucap Ethan.


“Ini bukan keinginan Gerald. Tapi permintaan kepala sekolah tersayang kita,” balas Izam membuat Ethan memanyunkan bibirnya.


''Lagian, ini bukan seratus persen kesalahan, Greta.'' Izam membelah Greta.


‘’Belah aja terus cewek modelan Greta. Andai Rafael ada di sini, udah sedari tadi lo kena siraman cabai dari Rafael,'' ucap Ethan.


''Gue nggak asal omong yha, Sethan. Gue yakin ini ada hubungannya dengan video Greta yang bee—''


''Yaps,'' balas cowok itu.


‘’Hm..Pikiran kita sama,'' sahut Nanda membuat Ethan langsung manggut-manggut.


''Nan, boleh gue minta nomor lo?'' Tiba-tiba Ethan meminta nomor ponsel Nanda, ''nih, hp gue. Langsung lu ketik aja nomor lo,'' lanjut cowok itu memberikan ponselnya kepada Nanda.


Nanda langsung mengetik nomor ponselnya, ''udah gue simpan,'' ucap gadis itu seraya memberikan ponsel milik Ethan.


Izam menyenggol lengan Ethan. ''Jangan bilang lo mau jadiin Nanda itu pelampiasan,'' bisik Izam kepada Ethan yang masih di dengar jelas oleh Nanda dan Gerald, namun keduanya memilih pura-pura tidak tahu.


''Buat penonton stori doang,'' jawab Ethan membuat Izam mengangguk paham.


''Rald, kita kerumah sakit dulu atau kerumah Greta?'' tanya Izam.


‘’Rumah Greta, lalu kita ajak dia kerumah sakit,'' jawab Gerald.


''Lo serius?'' tanya Ethan, Izam dan Nanda hampir bersmaan.


''Iya, ini semua permintaan kepala sekolah,'' jelas Gerald.


''Rald, lo yakin mau ajak Greta kerumah sakit? Gimana klau dia nggak mau?'' tanya Nanda.


‘’Secara kita tahu sih Greta orangnya kayak gimana,'' timpal Ethan.

__ADS_1


Izam sebagai cowok yang suka sama Greta menghembuskan nafasnya berat, rasanya sangat lelah jika mengingat kejadian ini, andai saja dia tidak menyukai gadis itu.


''Kalau benar Kesya yang udah nyebarin video itu, dia benar-benar gila,'' gumam Izam.


‘’Maksud lo dia lebih gila Greta?'' tanya Ethan dan dibalas anggukan kepala oleh Izam.


''Mereka sama-sama cewek, pada hobi ngumbar aib aja.''


‘’Benar kata lo, Rald. Kalau Kesya itu kayak ular berbisa. Bisa-bisanya sahabatnya bisa bertahan sama sahabat modelan Kesya,'' ucap Izam.


Nanda terdiam, dia seperti sedang mendapatkan sindiran dari Izam. Apa benar dia salah memilih teman.


Tapi sejauh ini Kesya baik padanya, hanya gadis itu sedikit sulit untuk di tebak. Entah, apa masalah gadis itu dengan Greta.


''Namanya juga cewek,'' balas Ethan.


''Tapi gue penasaran deh, cowok yang ciuman sama Greta itu siapa sih.'' Ethan penasaran, siapa cowok yang tercyduk ciuman panas dengan Greta di sekolah.


Izam mengepalkan tanganya, entah mengapa Greta melakukan hal seperti itu, padahal mereka tahu jika Greta tidak mempunyai pacar, namun mengapa dia berciuman dengan cowok yang bukan pacarnya.


''Andai aja Greta mau sama gue. Gue bakalan jadiin dia ratu di hidup dan hati gue.'' Izam menghembuskan nafas berat.


‘’Kurangnya gue apa buat Greta? Apa karna gue kurang tajir?'' gumam Izam membuat mereka bertiga tertawa didalam mobil.


Nanda meredahkan tawanya, saat melihat motor Ardian berada di sampingnya, cowok itu membuka kaca helmnya membuat Nanda bisa melihat mata tajam milik Ardian.


Nanda akui, jika Ardian memang sangatlah tanpan, cowok yang dia juluki preman itu nyaris sempurna.


Gerald bisa melihat Ardian berada di samping mobil mereka, ada rasa cemburu di dalam hati Gerald.


Apa mungkin gue bakalan bersaing sama sahabat gue?


Ethan dan Izam bisa melihat tatapan mata cemburu terpancar di mata Gerald. Saat melihat motor Ardian berada di samping mobil mereka.


Ethan dan Izam langsung menyimpulkan. Jika kedua cowok anti cewek itu. Perlahan-lahan sudah mulai tertarik dengan lawan jenis mereka.


Nanda merogoh tasnya, memgambil satu buah permen karet untuk menghilangkan kegugupannya, Ardian tidak melakukan apa-apa mampu membuat dirinya menjadi gugup seperti ini.


''Kenapa? Lu gugup?'' tanya Gerald tanpa mengalihkan pandangnya dari depan.


Gerald yang sudah tahu kebiasaan Nanda melayangkan pertanyaan untuk gadis di sampingnya.


Nanda tersenyum kecil. ''Nggak,'' balas gadis itu, seraya membuka permen karetnya.


Jawaban singkat dari Nanda membuat Gerald tersenyum tipis, ''Ra, nggak segampang itu lu bobongin gue,'' ucap Gerald.


Nanda tidak memabalas ucapan Gerald lagi. Sementara Ethan dan Izam memilih diam, karna dia tidak ingin menimpali obrolan antara Gerald dan Nanda, mereka mengobrol seperti orang yang sudah lama kenal.


Ardian melirik Nanda, namun gadis itu menatap kedepan, dengan mulutnya sibuk mengunyah permen karet kesukaannya,


Dari balik helmnya, Ardian tersenyum tipis dengan apa yang Nanda lakukan, jika gadis itu sedang gugup.

__ADS_1


Nanda Raisa Arabela, mulai malam ini. Gue Ardian William Adhiyatma. Tertarik sama lo.


__ADS_2