
Deruman motor sport memasuki gerbang sekolah, mereka tahu siapa pemilik motor mewa itu, ditambah lagi ia mengenakan jaket yang seluruh anak di sekolah mereka tahu, siapa pemilik jaket tersebut. Siapa lagi kalau bukan Ardian dan para sahabat nya.
"Kak Ardian makin keren ajaaja!" pujian itu dari adik kelas, saat motor Ardian melewati mereka.
"Ngomong-ngomong, dia pacaran sama Nanda loh, anak kelas IPA," sahut salah satu dari mereka lagi.
"Nanda yang murid baru itu?"
"Bukan murid baru lagi, karna dia udah bulanan di sini."
Itu adalah obrolan adik kelas dan kakak kelas, saat motor milik Ardian masuk kedalam gerbang sekolah.
Hubungan Ardian dan Nanda sudah tersebar luas, karna stori Izam waktu pasar malam, dan di repost ulang oleh Ardian.
"Ganteng banget pacar nya kak Nanda!" pekikan itu terdengar di parkiran. Siapa lagi pelakunya kalau bukan kaum hawa.
Saat Ardian membuka helm fullfecnya, muncullah wajah tampan itu. Wajah yang menghipnotis siapapun mata yang melihat paras tampan cowok itu.
"Beruntung banget cewek yang dapetin kak Ardian!"
"Dia anak orang kaya, pintar semunya udah di borong sama kak Ardian!"
"Tapi percuma aja ganteng, kalau ujung-ujungnya dia bakalan nyakitin kak Nanda."
Ada berbagai macam komentar para netizen pagi-pagi begini.
Ardian menatap tajam segerombolan cewek yang menatap nya penuh rasa kagum. Membuat nyali cewek itu langsung menciut di tatap tajam oleh Ardian.
Ardian berjalan cepat meninggalkan parkiran sekolah, masih ada waktu 15 menit sebelum bell sekolah bunyi. Cowok itu berjalan menelusuri koridor sekolah, ia melangkah bukan menuju kelas nya, dia melangkah menuju kelas Nanda. Dari semalam gadis itu tidak aktif sama sekali, membuat Ardian jadi khawatir dengan gadis itu.
Ardian sudah sampai di kelas IPA, cowok itu langsung masuk kedalam kelas Nanda.
__ADS_1
Kedatangan Ardian di kelas tersebut, membuat seluruh atensi di dalam kelas menatap cowok itu.
Hening....
Di dalam kelas itu langsung hening, saat kedatangan Ardian di dalam kelas ini.
Ardian mengedarkan pandangannya di dalam kelas ini, namun dia tidak menemukan Nanda, dia hanya melihat teman gadis itu di sini, tanpa ada nya Nanda.
Apa gadis itu belum ke sekolah? Itu yang di pikirkan Ardian. Bagaimana jika Nanda tidak ikutan UAS, karna memikirkan kondisi mama nya.
Cika, Pute dan Puri menatap Ardian, dia tahu jika cowok itu tengah mencari Nanda.
"Nyariin Nanda?" tanya Pute.
"Nanda belum datang?" tanya Ardian dan dibalas anggukan kepala oleh ketiga teman Nanda.
"Mungkin nggak lama lagi dia datang. Soalnya kita telfon, nomornya nggak aktif. Nggak usah khawatir, Nanda emang paling susah buat di hubungi," celetuk Puri, yang sudah tahu kebiasaan Nanda.
Sedari tadi Kesya memperhatikan Ardian, wajah yang selalu ia puja itu, wajah yang membuat nya jatuh cinta hingga detik ini.
Mata Ardian dan Kesya sempat saling bertubrukan, lalu kemudian cowok itu keluar kelas Nanda.
Saat keluar kelas, Ardiandia terkejut melihat Nanda di samping pintu kelas, gadis itu menyandarkan tubuh nya lalu menatap Ardian.
"Syukurlah, lo datang ke sekolah," kata Ardian sembari menghembuskan nafas legah, melihat gadis di depan nya, menatap nya dalam.
"Lo peduli sama gue, Ar?" tanya Nanda membuat Ardian mengangkat bibir nya berbentuk senyum tipis, dia tidak menyangka jika gadis itu akan bertanya mengenai kepeduliannya. Andai dia tidak peduli, dia tidak akan menghampiri kelas gadis itu, hanya untuk memastikan dirinya datang ke sekolah atau tidak.
"Menurut lo?" tanya balik Ardian, "gue beneran peduli sama lo. Gimanapun, lo itu pacar gue."
Nanda terdiam, lalu kemudian dia menatap bola mata Ardian, "jangan tinggalin gue."
__ADS_1
Deg...
Ucapan Nanda sukses membuat Ardian deja vu. Ucapan gadis di depan nya mampu menghipnotis dirinya.
"Apapun alasannya, jangan tinggalin gue," lanjut nya, gadis itu menggengam tangan Ardian, membuat Ardian makin terkejut dengan tindakan Nanda.
"Lo mau janji sama gue?"
Ardian mengunci tatapan gadis di depan nya, dia yakin jika Nanda tengah membutuhkan dirinya. "Janji buat nggak ninggalin lo?" tanya balik Ardian memastikan.
Nanda mengangguk mantap, tangannya masih setia menggengam tangan kekar milik Ardian.
"Gue janji, nggak akan ninggalin lo. Apapun alasannya, gue bakalan tetap bertahan buat lo." Ardian berkata dengan tegas, tanpa keraguan sedikit pun keluar dari mulut nya, mengucapkan kata janji tersebut.
"Makasih." Suara Nanda mengecil, "makasih udah janji nggak akan ninggalin gue." Nanda tidak tahu, sejahu mana janji itu bisa di tepati oleh cowok di depan nya. Karna ia merasa, orang yang berada di sekitar nya akan perlahan-lahan pergi. Pertama Iksan, kedua Gerald, ketiga Boy yang akan menikah, dan mama nya sedang sakit. Nanda tidak tahu, sejauh mana mereka akan menetap di hidup nya.
Ardian membawa Nanda dalam pelukan nya, membuat murid-murid yang berlalu lalang memekik, ada yang memotret Ardian yang memeluk Nanda.
Pemandangan yang indah di hari pertama UAS. Dimana cowok yang selalu di puja di sekolah ini, memeluk sosok gadis yang merupakan pacar nya.
Selamat hari patah, dari Ardian yang kalian sukai. Sekarang mereka benar-benar percaya, jika Ardian dan Nanda benar-benar pacaran, bukan hanya rekayasa saja,karna mereka bisa melihat Ardian memeluk Nanda dengan bahagia, meski mereka melihat nya dari jarak yang tidak dekat, namun mereka yakin jika Ardian bahagia memeluk gadis itu.
"Gue nyaman sama lo, Ar. Gue mau akhiri hubungan yang pernah gue bilang, kalau kita pacaran karna gue kesepian. Gue tarik kata-kata gue itu. Gue mau pacaran sama lo, karna gue beneran suka dan nyaman sama lo," kata Nanda dengan tulus di tengah-tengah pelukan mereka berdua.
Ucapan Nanda sukses membuat hati Ardian legah, setidaknya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, setidaknya Nanda mengatakan suka pada nya, bukan hanya dirinya saja yang menyukai gadis itu.
Apa Ardian mimpi? Atau dia salah dengar. Rasanya dia bahagia, pengakuan dari Nanda membuat nya bisa tenang menjalani hubungan ini, setidaknya dia tidak sia-sia menjalan hubungan dengan Nanda.
Ardian mengusap rambut Nanda, dia tidak peduli jika seluruh pasang mata menatap mereka, bahkan teman kelas Nanda mengintip mereka dari celah jendela, para teman kelas Nanda jadi baper dan ingin sekali berada di posisi Nanda, bagaimana rasanya di peluk sama cowok yang di kagumi di sekolah ini, namun mereka sadar jika mereka hanya upik abu.
"Asal jangan tinggalin gue ya, Ar. Gue udah nyaman sama lo," kata Nanda lagi.
__ADS_1
"Gue janji, gue nggak akan ninggalin lo. Gue bakalan tepatin janji gue ke lo, Nan."