ARDIAN

ARDIAN
mimpiku yang terasa nyata


__ADS_3

"karena menurut yola tingkat tertinggi mencintai seseorang adalah dengan melihat dia bahagia meskipun dia tidak bahagia dengan kita"


"Argggggghhhh"


"ngapain sih gue kepikiran dia terus?"


jam sudah menunjukan pukul 12 malam,tetapi fikiran ardian masih dipenuhi dengan cewek yang akhir-akhir ini membuat seorang ardian jadi uring-uringan gak jelas.ardian masih teringat dengan pesan yang di kirim oleh yola tadi siang.


sedari tadi yang ardian lakukan di dalam kamar hanya berguling-guling di atas tempat tidur hanya untuk bisa mengalihkan fikiran nya dari cewek tersebut.ardian sudah mulai bosan dengan aktivitas guling-gulingannya akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar.tujuan nya saat ini adalah dapur.


ardian mengambil susu bubuk coklat didalam rak atas dan mulai menuangkan susu bubuk tersebut kedalam cangkir yang sudah diisi dengan air panas.


ia mulai mengaduk isi dalam cangkir yang berisi susu coklat bubuk dan air hangat,setelah merasa sudah menyatuh dengan sempurna ardian menyesap sedikit demi sedikit susu coklat tersebut.


sensasi coklat hangat yang kental terasa sangat nikmat yang dapat mengembalikan mood yang tadi nya hancur kini sedikit terasa lebih menenangkan hingga tak terasa tinggal satu teguk an lagi.


ardian menaiki tangga tiba-tiba saja kini matanya terasa sangat berat,ia merasa mengantuk sekali mungkin efek susu coklat hangat yang ia minum tadi.


setelah sampai di dalam kamar ia merebahkan tubuhnya di atas kasur,tak butuh waktu lama kini ardian sudah memasuki alam mimpi nya.

__ADS_1


untung saja besok bersamaan dengan tanggal merah coba kalau tidak,sudah dipastikan ardian akan telat berangkat sekolah.karena sedari tadi ia tidak bisa tidur dan berujung dengan susu coklat,baru lah jam 2 dini hari ia baru bisa tertidur.posisi tubuh meringkuk sambil memeluk guling dengan selimut yang selalu setia menempel di tubuh nya.


*****


"yol jangan tinggalin aku,aku mohon sama kamu"


"jangan tinggalin aku kayak sisil yol hiksss"


ardian menangis sambil memegangi tangan seseorang yang sedang terbaring dihadapannya tetapi seseorang tersebut tidak menanggapi perkataan ardian.ia enggan membuka mata indahnya,wajah nya yang pucat dan tubuh yang terasa dingin.


"hiksss...hikssss...hiksss"


"dian bangun,kamu kenapa sayang?"


"dian kamu mimpi buruk sayang?"tanya mama sonya lagi setelah melihat ardian yang sudah terbangun


"em...ardian gak papa kok ma"


"gak mungkin kamu gak kenapa-napa sampai nangis histeris kayak tadi"

__ADS_1


ardian sangat malas membahas apa yang sudah terjadi dengan dirinya tapi di satu sisi ia tidak bisa dan tidak akan bisa membohongi mama nya alhirnya mencoba untuk memberi sedikit pengertian kepada mama nya.


"tadi dian mimpi buruk dan bukannya ardian gak mau ceritain ke mama,tapi kan dulu mama pernah bilang waktu dian masih kecil kalau dian mimpi buruk gak boleh di ceritain nanti kalau diceritain bakal jadi kenyataan.mama masih inget kan?"


"semoga aja mama bisa ngerti" batin nya


"iya mama masih ingat kok,waktu itu kamu juga sempat nangis,tapi gak separah yang tadi"


"udh gausah khawatir,dian cuma mimpi kok bukan di gigit sama ular berbisah heheheh"


"kamu tuh ya bisa aja buat mama kehabisan kata-kata buat ngebujuk kamu"


"hehehe yayadong anak nya siapa dulu?"


"anak nya mama sonya dong"ucap mama


"enggk ah,aku kan anak nya papa bukan anak mama" ucap ardian sambil nyengir.


"kamu tanpa mama hanya butiran debu ya ardian ingat itu.ucap mama nya sambil memasang wajah judes nya.

__ADS_1


"iya deh terserah ibu negara aja ya hehehehe"


ardian masih terngiang dengan mimpinya tadi,sungguh ia sangat takut tapi ahh sudahlah to yola juga bukan siapa-siapa ardian.


__ADS_2