
Ethan menggeser kursi, membiarkan Puri untuk duduk di kursi itu.
‘’Gue pesan makanya dulu, lo suka bakso'kan?'' tanya Ethan memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Puri.
Banyak pasang mata menatap Puri dan Ethan dengan berbagai macam tatapan. Sudah lumayna banyak murid-murid di kantin ini.
Seluruh sekolah sudah tahu, jika Ethan dan Vani itu bepacaran sudah lama, hingga berita putus dua sijoli itu menggegerkan warga sekolah, siapa sangka jika mereka akan putus, karna mereka berpacaran sudah lama. Banyak dari mereka tidak menyangka, jika Vani yang memutuskan sosok Ethan, cowok yang tentunya juga tampan.
Sudah di katakan bukan, jika anak ARIGEL ketampananya tidak perlu di ragukan lagi.
Setelah sebulan putus dengan Vani, ini yang pertama kalinya mereka melihat Ethan jalan dengan gadis lain, siapa lagi kalau bukan Puri. Puri juga cantik, jadi mereka berpendapat jika Ethan cocok-cocok saja dengan Puri, karna gadis itu tak kalah cantiknya dengan Vani, sang mantan.
Yang menatap Puri juga ada mantan geng Greta, yaitu Vani, Yuni dan juga Naya.
Vani mengepalkan tanganya, saat melihat perlakuan manis Ethan pada Puri, tentu saja Vani tidak terima itu.
Sikap manis Ethan tidak boleh di rebut oleh gadis manapun, kecuali dirinya.
‘’Lo mau kemana?'' Yuni mencekal tangan Vani, meski Yuni sudah tahu dia tetap melayangkan pertanyaan itu pada Vani.
''Gue mau kasi pelajaran sama cewek gatel itu,'' gerutu Vani.
''Lo sendiri yang bakalan malu, Van. Lo nggak tahu, kalau lo sama Ethan itu udah mantan, apa lagi lo yang putusin Ethan,'' ucap Yuni membuat Vani memejamkan matanya, mengatur deruh nafasnya kali ini.
''Biarin aja Vani nyamperin Puri,'' kata Naya membuat Yuni langsung melepaskan tangan Vani, membiarkan gadis itu menghampiri Puri.
BRAK....
Mulut Puri terbuka, saat Vani datang menggebrak meja, sehingga es teh diata meja Puri menumpahi baju sekolahnya.
Puri menatap Vani dengan marah, baju putihnya sekarang sudah basah karna gadis itu.
Seluruh tatapan murid-murid di kantin terarah pada Puri dan juga Vani, mereka tahu jika mereka membahas Ethan.
‘’Maksud lo apa Hah! Deketin Ethan!'' Vani menggebrak meja sekali lagi membuat Puri berdiri dari kursinya, menatap Vani dengan tatapan tajam.
''Itu hak gue, lo sama Ethan itu udah putus. Jadi terserah gue mau deketin siapa! Itu bukan urusan lo!'' Puri menunjuk Vani.
''Berani-beraninya loh nunjuk muka gue!'' Vani menepis tangan Puri, lalu gadis itu menjambak rambut Puri.
Kantin berubah menjadi ricuh, karna perkelahian antara Puri dan Vani saling menjambak satu sama lain.
__ADS_1
''Lo pikir gue takut sama lo Hah!'' Puri masih setia menjambak rambut Vani, karna gadis itu duluan.
''Dasar cewek gatal!'' balas Vani masih setia saling menjambak, apa lagi rambut kedua gadis itu panjang.
''Gue nggak gatal! Ethan udah bukan pacar lo lagi! Dia duluan yang deketin gue. Andai aja lo masih pacaran sama Ethan, terus gue deketin dia, lo pantas bilangin gue gatal!'' raung Puri.
‘’Banyak omong lo!''
Tidak ada yang berani melerai pertengkaran yang diciptakan kedua gadis cantik, mereka hanya menonton saja.
''Mereka kenapa berantem?'' bisik salah satu murid yang menonton acara perjambakan rambut ini.
‘’Mereka lagi ributin kak Ethan.''
''Dih, padahal kan Vani yang mutusin Ethan. Kok dia sendiri nggak terima.''
''Mungkin aja dia nggak rela kalau Ethan bahagia sama cewek lain.''
''Atau Vani berharap di kejar sama Ethan. Tapi Ethan malah cuek!''
Dan banyak lagi bisikan dari murid -murid lainya. Ethan membawa nampan berisi makanan, dia pensaran kenapa begitu ramai di sini.
Hingga langkah kaki cowok itu terhenti, karna melihat Vani dan Puri saling menjambak, tidak ada yang berani melerai keduanya.
''Stop!'' Ethan datang memisahkan Vani dan juga Puri.
Jambakan kedua gadis itu terpisah, rambut mereka sama-sama berantakn, rambut yang tadinya tertatah rapih langsung acak-acakan tidak karuan.
''Lo kira gue takut sama lo Hah!'' Puri angkat bicara kembali.
''Dasar gatel lo jadi cewek!'' balas Vani.
Kedua sahabat Vani datang, dia langsung membawa gadis itu pergi dari kantin, untuk merapikan rambut dan pakaian Vani.
Puri tidak tahu, bagaimana bentuk rambutnya saat ini.
''Lo nggak apa-apakan? Baju lo juga basah,'' ucap Ethan dan dibalas gelengan kepala oleh Puri.
''Gue nggak apa-apa,'' balas gadis itu.
''Ri, rambut sama seragam lo kenapa bisa kayak gini?'' Nanda datang, menghampiri gadis itu, karna kebetulan dia di kantin, dia memang mendengar keributan namun dia pikir itu hanya keributan biasa saja.
__ADS_1
Ternyata sahabatnya sedang berantem.
''Anak orang kenapa?'' tanya Rafael pada Ethan, karna dia tahu Ethan ke kantin bersama dengan Puri.
‘’Berantem sama Vani,'' balas Ethan.
''Oh.''
Nanda menarik tangan Puri pergi dari sini, dia akan membawa gadis itu ke toilet.
Setelah sampai di toilet, Nanda langsung menyuruh gadis itu merapikan rambutnya. ''Ini tas gue, didalamnya ada sisir, lo pake aja. Gue ke ruangan koprasi dulu ambilin lu baju putih,'' kata Nanda.
‘’Makasih, Na,'' ucap Puri.
Nanda mengangguk. ''Sama-sama.'' Nanda langsung pergi, meninggalkan Puri, lalu gadis itu masuk kedalam kamar mandi untuk merapikan rambutnya yang sudah tidak karuan lagi.
Salsa, Cika dan juga Pute langsung berlari menuju toilet, saat mendapatkan kabar jika Puri dan Vani berantem di kantin, dan sekarang Puri berada di kamar mandi bersama dengan Nanda.
Tok...Tok...Tok
Salsa mengetuk pintu toilet yang di tempati Puri.
''Ri, kamu di dalam kan?'' tanya Salsa seraya mengetuk pintu toilet.
''Iya!'' sahut Puri dari dalam.
Ceklek.
Pintu toilet dibuka oleh Puri, rambut gadis itu masih setengah rapih, mereka juga melihat baju putih Puri basah.
''Omg!'' Salsa menggeleng melihat penampilan Puri, seperti mak lampir saja.
''Ini udah nggak separah tadi,'' ucap Puri.
‘’Kenapa bisa lo sama Vani berantem? Emangnya lo sama dia punya masalah?'' tanya Pute, kepala gadis itu tadi pusing sehingga dia memilih tinggal di kelas saja untuk tidur, namun mendengar berita mengenai Puri kepalanya langsung sembuh begitu saja.
''Pasti ada hubungannya sama Ethan,'' timpal Cika cuek. Sehingga ketiga sahabatnya menatap Cika, lalu Pute dan Salsa menatap Puri.
‘’Beneran?'' tanya Salsa memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Puri.
''Tapi yah, Vani bilangin gue cewek gatal. Dia pikir gue rebut Ethan dari dia. Padahal'kan mereka udah putus. Terus Ethan duluan yang deketin gue, bukan gue,'' jelas gadis itu pada sahabatnya.
__ADS_1
''Terus, Ethan belaian siapa?'' tanya Salsa.
Ketiga sahabatnya menunggu jawaban Puri.