
Nanda tengah mengaduk minuman nya, sembari menatap pintu cafe tempat nya, menunggu kedatangan para teman nya datang.
Pagi tadi, pesan Pute masuk di group, menyuruh mereka untuk kumpul siang ini di cafe milik Ethan, untung saja jarak cafe Ethan dari rumah sakit tidak terlalu jauh, sehingga Nanda bisa jalan kaki, hanya sekitar 150 meter saja jarak cafe Ethan dari rumah sakit.
Nanda baru tahu, jika cafe yang biasa ia lihat ramai ini, adalah cafe salah satu milik anak ARIGEL.
Hebat sekali bukan, masih muda sudah menjadi bos.
Lama-lama Nanda jadi suntuk, Teman-teman nya belum datang, padahal Pute menyuruh mereka datang cepat, namun nyatanya dia yang telat.
Nanda tidak habis pikir, Pute mengajak nya ketemu namun dia juga yang menunggu kedatangan para teman nya itu. "Lama-lama gue pulang," kesal nya sembari menelfon nomor Pute yang sudah tidak aktif.
Pintu cafe bunyi, menandakan ada pengunjung masuk, Nanda langsung melambaikan tangan nya saat melihat ke dua gadis yang sangat ia kenali masuk kedalam cafe ini.
Puri dan Cika langsung menghampiri Nanda, duduk berhadapan dengan nya.
"Sih Pute mana, dia yang buat janji, dia juga yang lambat," oceh Puri sembari celingukan mencari seseorang, karna mereka saat ini berada di cafe milik Ethan, yang notabene nya adalah pacar sih Puri.
"Kalian nggak tau, kenapa Pute ngajak kita kesini?" tanya Nanda sembari menyesap minum milik nya, menatap teman nya secara bergantian.
"Nggak tahu, tapi gue tebak sih. Kalau Pute ngajakin kita ketemu karna pengen liburan bareng. Karna setiap libur sekolah, sih Pute selalu liburan," jelas Puri panjang kali lebar, sementara Cika hanya meyimak sembari memakan cake diatas meja, yang sudah di pesan oleh Nanda tadi nya.
bell cafe bunyi, membuat seluruh pasang mata menatap kearah orang yang baru masuk. Mereka menjadi pusat perhatian, Pute datang bukan sendiri melainkan bersama dengan anak ARIGEL yang mengenakan jaket kebanggaan mereka memasuki cafe ini.
Mereka langsung bergabung bersama ketiga gadis tersebut, para pelayan di cafe ini menambah kursi untuk mereka, tentu saja mereka tahu jika orang itu adalah sahabat bos cafe mereka. Para pelayan sudah biasa melihat wajah ARIGEL yang tampan-tampan itu.
"Buatin mereka minuman baru kita," perintah Ethan dengan senyuman ramah kepada para pelayan cafe nya itu dan dibalas anggukan kepala oleh mereka. Minuman baru yang di maksud Ethan adalah, minuman yang baru mereka jual untuk hari ini.
Puri mengigit bibir nya, dia makin kagum melihat Etahan. Puri memang tahu, jika Ethan mempunyai cafe yang lumayan besar. Cafe itu di bangun oleh hasil jerih payah Ethan sendiri.
Nanda dan Ardian saling bertatapan, Cika yang peka langsung pindah kursi, agar Ardian bisa duduk di samping Nanda.
"Peka banget sih calon pacar nya Izam," celetuk Ethan membuat Pute dan Puri tertawa, bahkan Nanda ikutan tertawa juga saat Ethan mengatakan hal tersebut.
Rafael, Leo dan Ardian tidak bisa menahan senyum mereka, melihat wajah masam milik Izam. Ethan memang suka cari gara-gara, habis ini mereka berdua akan beradu mulut.
Sementara Cika hanya memutar bola matanya malas, menanggapi candaan Ethan yang sama sekali tidak ada lucu-lucu nya itu.
"Jangan marah," goda Ethan dengan tawa kecilnya.
"Ethan, jangan goda Cika. Kamu mau kalau dia sampai tonjok muka kamu. Kamu nggak lupa, 'kan, kalau Cika itu jago karate." Puri menegur Ethan dengan gemas, bagaimana jika candaan Ethan membuat hati Cika sakit, meskipun hanya kecil kemungkinan, karna Cika adalah tipikal gadis cuek, namun hati orang tidak ada yang tahu.
__ADS_1
Entah sejak kapan juga, Puri mengubah kata-kata nya dalam berbicara dengan Ethan. Mereka hanya maklum saja, karna mereka memang sedang berpacaran.
Ethan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia menjadi sedikit takut dengan Cika, meskipun gadis itu adalah perempuan, namun fisik nya sama seperti cowok.
"kalau dilihat-lihat, Izam sama Cika emang cocok," timpal Rafael tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel nya, semenjak Salsa ke Jepang, Rafael mulai sering memainkan ponsel nya, padahal dulu dia tidak seperti itu.
"Gue comot juga lama-lama mulut kalian," dengus Izam membuat Leo tertawa bersama dengan Ethan.
Sementara Rafael hanya masa bodoh saja, ancaman Izam bukan hal yang patut ia takuti.
"Kalau Izam yang dapetin Cika, menurut gue untung di Izam, tapi Cika yang rugi." Ethan melupakan peringatan dari Puri, karna buktinya cowok itu masih mengejek Izam bersama Cika.
"Emangnya gue kenapa hah? Emangnya lo pikir gue nggak pantas buat siapa-siapa!" Izam marah kepada Ethan, bahkan cowok itu menatap Ethan tajam, membuat sang empuh yang di tatap nyalang meredakan tawa nya dengan terpaksa.
Sekarang, Izam marah, padahal bisanya cowok itu tidak akan marah, se kelewatan apapun para sahabat nya bercanda.
"Ini nih, efek di tinggal nikah. Suka nya marah-marah," ujar Rafael santai sembari meletakkan ponsel nya diatas meja, sementara Izam langsung buang muka, tidak ingin menatap wajah Ethan dan juga Rafael.
Apa mereka tidak tahu, jika Izam berusaha terlihat baik-baik saja, saat orang yang selama ini ia cintai menikah dengan orang lain. Dan ucapan Ethan tadi, sangat menohok hati Izam yang sedang sensitif ini.
"Ngambek lo?" tanya Ardian melihat Izam buang muka, sementara Izam hanya mengabaikan pertanyaan Ardian barusan. Karna tanpa perlu ia jawab, mereka sudah tahu jawaban nya.
"Kamu sih, ngomong nya udah kelewatan." Puri menyikut perut Ethan.
Puri hanya memutar bola matanya malas. "Minta maaf sana," perintah Puri.
"Entar aja.".
Cika melirik Izam, wajah cowok itu sangat kusut, seprti cucian yang sudah berbulan-bulan tidak di cuci.
Cika tersenyum tipis, melihat Izam yang tengah ngambek seperti anak kecil saja. Cika juga tidak suka dengan candaan mereka, tapi dia hanya masa bodoh saja, percuma jika ingin menanggapi ucapan mereka.
Lagian, sejak kapan mereka menjodoh-jodohkan diri nya dengan Izam? Padahal mereka semua sudah tahu, jika Cika hanya menyukai sosok Gerald.
"Mau mulai nggak nih ngomong nya," kata Leo memecah keheningan di meja saat ini.
"Makan dulu nggak sih? Gue udah laper nih, gue sampai makan gara-gara buru-buru kesini," keluh Puri dan dibalas anggukan setuju oleh yang lain nya.
Akhrinya mereka menunggu makanan mereka datang, sebelum membahas mengenai hal yang masih belum Puri, Cika dan Nanda ketahui, mengapa mereka mengajak nya bertemu di sini.
"Nggak mau makan?" tanya Ardian, sembari tersenyum tipis kearah Nanda, para teman-teman nya sudah makan, namun Nanda hanya diam saja.
__ADS_1
"Gue udah makan sebelum kesini," jawab gadis itu dan dibalas anggukan paham oleh Nanda.
"Sebenarnya tujuan lo ngajak kita kumpul apa sih, Ar?" tanya Nanda penasaran, suaranya ia kecil kan, agar tidak menganggu para teman-teman nya yang sedang makan.
"Bukan gue yang ajak, tapi teman lo sendiri," balas Ardian santai, membuat Nanda memutar bola matanya malas. Pute tidak akan mengajak mereka kumpul, sampai-sampai memanggil Ardian dan sahabat nya, jika bukan perintah deri dari cowok yang berstatus sebagai pacar nya itu.
"Nanti lo tau, kalau Leo udah jelasin," kata Ardian lagi, agar Nanda tidak kesal pada nya.
Mereka makan dengan khidmat, kecuali Ardian, Nanda dan juga Izam. Sbenernya Izam laper, namun mood makan nya langsung turun.
Dia sampai bertanya pada diri nya sendiri, sejak kapan dia baper dengan candaan para sahabat nya. Padahal mereka biasa bercanda lebih dari ini.
"Lo nggak makan?" tanya Cika pada Izam, kebetulan sekali mereka duduk nya deketan, suara Cika yang pelan Seperti bisikan membuat Izam melirik gadis kutu buku itu.
"Nggak lapar," balas nya singkat, lalu kemudian Cika melanjutkan makan nya lagi, dia sudah tidak bertanya pada Izam.
Cafe Ethan ini mempunyai ruangan vvip juga, makanan yang tersedia di cafe nya ada bermacam-macam. Mulai dari makanan yang berat hingga makanan sebaliknya.
Puri mengambil potret kebersamaan mereka, tidak lupa pula ia mengirim nya di group yang berisi dirinya, Nanda, Cika, Pute, Kesya dan Salsa.
Tujuan nya, agar Salsa melihat nya. Dan Kesya akan melihat nya juga dan gadis itu akan makin cemburu, karna mereka sudah mulai akrab dengan anak ARIGEL.
Sebenarnya Kesya sudah keluar dari group mereka, tapi Pute kembali menambahkan gadis itu ke dalam grup, karna bagaimanapun, Kesya masih jadi bagian dari mereka.
Lepas mengirim foto di grup, Puri lalu membuat stori di instagram, mengabadikan momen ini biar orang-orang ini. Setelah membuat stori di ig, gadis itu kembali melanjutkan makan nya. Yang jelas, makanan mereka gratis, selama mereka makan di cafe milik Ethan.
"Put, lo kenapa? Minum dulu." Nanda dengan sedikit panik memberikan air minum pada Pute, wajah gadis itu tiba-tiba pucat, padahal tadi masih berseri-seri.
Leo mendongak menatap Pute, karna gadis itu tengah duduk di depan nya.
"Kalian lanjut aja, gue ke toilet dulu." Dengan cepat Pute beranjak dari tempat duduk nya, meninggalkan mereka yang menatap dengan tatapan khawatir.
Puri, Nanda dan Cika ingin menyusul Pute, namun langsung di cegah oleh Leo.
"Kalian di sini aja, biar gue yang susul," jelas Leo lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
Leo dengan cepat menuju toilet, melihat wajah Pute yang tiba-tiba pucat membuat nya khawatir, jika gadis itu sakit, atau.....
Leo melihat Pute masuk kedalam toilet dengan buru-buru, jadinya Leo hanya bisa menunggu gadis itu keluar.
Leo mondar-mandir di depan pintu, mengkhawatirkan kondisi Pute saat ini.
__ADS_1
Ponsel milik Leo berdering, yang menelfon adalah Cika. Leo langsung mengangkat telfon nya, saat Cika bertanya mengenai Pute pada nya.