ARDIAN

ARDIAN
lelaki misterius


__ADS_3

Teeettt.....tettttt....tteetttt....teettttt.....


Bel pertanda pulang berbunyi 5 menit yang lalu tapi yola masih belum juga melihatkan batang hidungnya.nanda dan risma yang merasa khawatir pun memutuskan untuk mencari yola setiap sudut sekolah pun sudah di cari.di tengah jalan saat kembali ke kelas dia bertemu dengan ardian dan kawan kawan.keduanya memutuskan untuk menghampiri ardian siapa tau ardian tau yola kemana.


"ardian" teriak risma


"hmmmm"


"lo tau yola gak?dari setelah istirahat tadi dia gak kelihatan soalnya" ucap risma lagi yang kemudian disahuti oleh nanda.


"iya,dia paling anti bolos waktu jam pelajaran bu asmi"


" tadi kan yola habis di guyur air sama si nenek lampir" bukan ardian yang menjawab tetapi si imut fian.


ardian sibuk dengan fikirannya sendiri,sebenarnya dia juga khawatir dengan yola.tetapi ego nya lebih tinggi dari pada rasa khawatirnya.ardian berjalan tanpa mengatakan sepatah kata pun menuju ke suatu tempat.


ardian menaiki satu persatu anak tangga,kemudian membuka pintu didepannya dan benar saja ternyata yola sedang tertidur di sini,dengan rambut panjangnya yang sedikit menutupi matanya.ardian mendekati yola dia mau membangunkan yola tetapi tidak tega karena sepertinya yola baru saja terlelap.terlihat dari bekas air matanya yang masih belum kering yang membasahi pipinya.ardian memandangi ekspresi yola saat tidur,satu kata yang terlintas dalam benak ardian yaitu "CANTIK"


•••••••••


yola membuka sedikit demi sedikit kelopak matanya,karena merasa matanya tidak tersinari oleh sinar matahari dan betapa kaget nya yola malah melihat objek yang akhir akhir ini berhasil memporak porandakan hatinya sedang saat ini sedangenatapnya.yola yang sedang ditatap pun mengedip ngedipkan matanya dan menepuk pipinya sendiri.


"aw kok sakit ya"

__ADS_1


sedetik kemudian ardian mengalihkan pandangan nya dan berkata.


"lo tuh jadi orang jangan nyusahin"


yola tercengang,karena yang dilihat nya saat ini adalah nyata bukan halusinasinya semata.yola yang tidak mengerti maksut perkataan yola pun mulai bertanya kepada ardian.


" emang aku nyisahin siapa"


"pake nanya lagi,lo bolos dan temen lo khawatir dari tadi nyariin lo tapi gak ketemu"


yola sekali lagi dibuat terperangah,pasalnya baru kali ini ardian berbicara panjang lebar dengan dirinya. "apa lo juga khawatir kayak sahabat gue ar" batin yola dalam hati.


"yaudah aku minta maaf,aku balik duluan ya ar byeee..."


sampai dikelas yola melihat kedua sahabatnya,risma yang sedari tadi mondar mandir gak jelas pun menoleh karena mendengar derap langkah seseorang.


"YOL lo gak papa kan?"


"iya yol lo gak papa kan,gue tadi udah denger semuanya dari fian"


begitulah pertanyaan dari kedua sahabatnya itu.yola menghampiri dan memeluk kedua sahabatnya.


"maafin aku ya udah nyusahin kalian"

__ADS_1


nanda dan risma membalas pelukan yola memberikan semangat kepada yola.


acara peluk pelukan selesai,mereka bertiga sedang berada di depan gerbang menunggu jemputan.karena rumah nanda dan risma yang searah jadi nanda memutuskan untuk nebeng risma.


"yol kita berdua pulang duluan ya" ucap risma sambil melambaikan tangannya


"iya hati hati ya kalian"


yola menghela nafas pasalnya tadi abang nya bilang tidak bisa menjemput nya,dan sialnya lagi angkot kalau jam segini udah jarang ada yang lewat.yola merasa risih ditatap oleh orang diseberang sana akhirnya dengan terpaksa yola memutuskan berjalan kaki saja,kalo di lama lama disini takutnya orang itu malah macam macam kepada yola.


yola yang merasa ada yang mengikuti pun mempercepat langkahnya.sampai akhirnya ada yang mencekal lengan yola,yola yang merasa kaget sekaligus takut reflek menghempaskan cekalan nya dari lengan yola.


"hai cantik" ucap laki laki berambut agak gondrong dengan menoel dagu yola


"kalian siapa?maaf saya gak kenal dengan kalian"


"sendirian aja cantik,mau kita kita anterin gak?" kini cowok berparas tampan,tapi lebih tampan ardian kemana mana yang berbicara.


"gausah saya bisa pulang sendiri" kemudian yola memutuskan menjauh dan pergi dari gerombolan cowok tersebut.


yola mempercepat langkahnya,takut cowok tadi masih mengikuti nya akhirnya yola memutuskan untuk belok ke minimarket agar segerombol cowok tadi tidak mengikuti nya lagi.


"sumpah demi apapun gue tadi takut banget" yola pun menghembuskan nafas lega setelah melihat dari kaca minimarket mereka sudah pergi.

__ADS_1


__ADS_2