ARDIAN

ARDIAN
Rafael yang keras kepala


__ADS_3

''Jangan tinggal diluar, kalau mamah sama papah belum pulang,'' peringat Lita kepada Rafael.


Rafael hanya diam saja, tanpa harus menganguk mengiyakan ucapan Lita barusan.


Supir membawa koper milik Lita dan Bram kedalam mobil, malam ini mereka akan keluar kota menggunakan mobil.


Rafael mengikut keluar, diluar sana Rafael melihat ada Salsa, gadis itu mampak berbincang-bincang dengan mamahnya.


Lita bergerak mengusap rambut milik Salsa, ‘’Oiya, Sal. Kamu jangan lupa Telfon tante, yah. Kalau Rafael keluar tidak balik kerumah,'' ucap Lita kepada Salsa, sengaja dia besarkan suaranya agar Rafael mendengarnya.


Salsa mengangguk paham. ‘’Iya, Tan,'' jawab gadis itu.


Salsa dekat dengan Lita, meski Rafael selalu menolak dirinya.


Bram dan Lita sudah masuk kedalam mobil, supir membunyikan klakson mobil lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah mewah itu.


Salsa melambaikan tanganya, lalu menurunkan lambaian tangannya setelah mobil yang mengantar Bram dan Lita sudah menjauh.


Rafael ingin masuk kedalam rumah, namun Salsa langsung memanggilnya.


''El,'' panggil Salsa.

__ADS_1


Cowok itu berhenti, lalu menatap Salsa dengan tatapan jengah.


''Kamu kenapa nggak bisa nerima aku,'' ucap gadis itu dengan senduh.


Salsa dan Rafael beradu tatapan, ''kamu selalu jauhin aku, El. Dari kita kecil, sampai sebesar ini, sikap kamu ke aku masih sama,'' terang Salsa.


Gadis itu tersenyum hangat kepada Rafael. ''El...lihat aku. Ada aku di sini yang setia nungguin balasan cinta kamu ke aku,'' lanjut Salsa membuat Rafael tersenyum miring.


''Lo dan gue nggak punya hubungan apa-apa. Jangan harap perlakuan khusus dari gue buat lo,'' jelas Rafael, lalu masuk kedalam rumahnya.


Dia menutup pintu rumahnya, membiarkan Salsa masih berada di luar.


Salsa membalikkan tubuhnya untuk segera pulang, rumahnya dengan Rafael sampingan saja.


Salsa masuk kedalam rumahnya, kedua orang tuanya belum pulang kerja, membuat Salsa kesepian.


Biasnya yang akan membuatnya terhibur adalah Cika, namun Cika sepertinya nampak asik dengan buku-bukunya.


Dengan wajah lesuh, Salsa naik ketas kamarnya. Dia menutup pintu kamarnya, lalu berjalan menuju balkon kamarnya, yang langsung berhadapan dengan kamar milik Rafael.


Dia terus memandang kedepan, berharap Rafael ada di balkon kamarnya. Dia akan puas melihat Rafael, selama Lita dan Bram keluar kota.

__ADS_1


Salsa terdiam melihat Rafael berjalan menuju garasi tempat motornya, dia menggunakan jaket ARIGEL, serta di tanganya menenteng Helm.


''Gue harus hentiin El, keluar,'' gumam Salsa dengan cepat menuruni anak tangga.


Dia langsung berlari menuju rumah Rafael, untung saja dia bertetanggaan dengan Rafael.


''El, kamu mau kemana?'' suara gadis yang sudah Rafael kenal menyapa gendang telinganya.


Rafael membalikkan tubuhnya, dia melihat Salsa menghampirnya. Baru saja dia ingin mengenakan helm, suara gadis itu sudah mencekalnya.


''Kamu nggak boleh pergi kemana-mana, El. Mamah kamu baru berangkat. Dan kamu mau langsung pergi gitu aja,'' cegah Salsa dengan lembut.


‘’Bukan urusan lo!'' desis Rafael.


''Mulai sekarang udah jadi urusan aku, selama tante Lita diluar kota. Dia nitipin kamu ke aku,'' jelas Salsa membuat Rafael menyungkirkan senyuman sinis.


‘’Gue bukan anak kecil yang harus di titip,'' beber Rafael.


''El, setidaknya biarin papah sama mamah kamu sampai lebih dulu, sebelum kamu pergi. Kamu harus dengerin omongan orang tua kamu, belum ada satu jam tante Lita pergi, kamu udah mau ninggalin rumah kamu,'' ucap Salsa membuat Rafael terdiam.


__ADS_1


__ADS_2