ARDIAN

ARDIAN
Greta dan Kesya


__ADS_3

Gerald melihat Greta berjalan dengan wajah merah padam, Gerald yakin gadis itu berjalan menuju kelas IPA.


Gerald langsung berjalan cepat untuk menyusul Greta, dia yakin akan terjadi perkelahian hebat antara Greta dan Kesya nantinya.


BRAK


Murid-murid dalam kelas langsung melihat kearah pintu yang di tendang keras oleh seorang gadis bernama Greta.


‘’KELUAR KALIAN SEMUA DARI KELAS INI! KECUALI DiA!!!'' tunjuk Greta dengan menggebu-gebu seraya menunjuk kearah Kesya yang tersenyum miring kearahnya.


Mereka dalam kelas langsung keluar, mereka juga takut melihat Greta lebih menyeramkan dari sebelumnya, jangan lupa sorot matanya yang tajam menatap Kesya dengan penuh kebencian.


''Siapa lo nyuruh kita keluar! Seharusnya lo yang keluar, ini bukan kelas lo, yah!'' sarkaa Puri kepada Greta.


Murid-murid dalam kelas sudah keluar, tinggal Kesya dan kelima sahabatnya.


‘’Jangan balas dengan emosi, Ri. Kasihan tahu. Dia udah malu di tambah harus mewek lagi,'' tawa Kesya dengan penuh penghinaan kepada Greta membuat Greta mengepalkan tanganya.


Kali ini, dia tidak berpikir jika dia akan melukai Kesya. Dia harus membalas perbuatan gadis itu.

__ADS_1


Nanda ingin menimpali, namu Cika langsung memegang tangan Nanda, lalu Cika menggeleng memberikan kode kepada Nanda agar gadis itu tidak perlu menyahut.


''Kalian keluar aja, biar gue di sini,'' ucap Kesya kepada kelima sahabatnya.


''Lo yakin, Sya?'' tanya Pute dan dibalas anggukan kepala oleh gadis itu.


''Iya, gue nggak bakalan terluka,'' ucap Kesya dengan tawanya.


''Lo tinggal teriak aja, kalau ada apa-apa. Di pintu depan kita nungguin lo,'' timpal Pute dan dibalas anggukan kepala oleh Kesya.


Akhirnya mereka berlima keluar.


‘’Video lo udah tersebar luas, jangan buat masalah lagi deh. Nggak cukup apa, lo udah malu dan mau cari masalah lagi sama Kesya!'' sungut Puri.


Nanda langsung menarik tangan Puri, sungguh dia kasihan melihat Greta. Tapi mengapa Greta ada di sini mencari Kesya.


Apa Kesya ada hubungannya dengan video Greta? Itu yang di pikirkan oleh Nanda saat ini.


Nanda dan ke empat teman barunya sudah keluar kelas, di dalam kelas hanya menyisahkan Greta dan Kesya saja.

__ADS_1


Kesya berdiri dari kursi yang dia duduki, lalu berjalan menghampiri Kesya dengan senyuman licik terpancar di wajahnya.


''Masih kurang malu lo?'' ejek Kesya membuat nafas Greta naik turun.


‘’Kesalahan lo yang ini, udah nggak bisa di toleransi!'' gerundel Greta.


Dengan mata memerah, gadis itu berjalan menutup pintu kelas, membuat Kesya sedikit panik.


‘’Ngapain lo tutup pintu?''


Greta teetawa, ''kenapa? Lo takut? Ck, setelah lo sebar video gue, lo pikir gue bakalan tinggal diam? Nggak akan, Sya. Lo udha kelewat batas!'' Greta menekan setiap perkataanya membuat Kesya menatap Greta remeh.


''Lo lihat aja, sbentar lagi lo bakalan di keluarin dari sekolah ini,'' ucap Kesya membuat Greta tertawa keras, jangan lupa matanya memerah menahan tangis.


''Ohya?'' Greta pura-pura terkejut, dia berjalan memutari tubuh Kesya, membuat gadis itu hati-hati.


Jangan sampai Greta langsung main tangan denganya.


''Kalau gue keluar dari sekolah ini, lo juga harus keluar!'' desis Greta membuat Kesya tertawa jahat.

__ADS_1


''Gue nggak bakalan di keluarin, derajat gue sama lo itu beda Greta. Lo itu anak orang miskin, sedangkan gue?'' Kesya tersenyum miris kearah Greta.


__ADS_2