
Pute lebih dulu mengatur nafasnya, setelah dia sampai di tujuannya, yaitu roftop sekolah. Dia sudah melihat sosok Leo berdiri tegak di sana, dia belum menyadari kedatangan Pute di sini.
Angin sedikit kencang, menerbangkan anak rambut milik Pute yang berjalan kearah Leo.
''Leo,'' panggil Pute, membuat Leo langusng membalikkan tubuhnya, dia langusng menghampiri gadis itu.
Dia tersenyum, melihat Pute dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Cantik!
Kata-kata itu yang ada dalam benak Leo, melihat Pute begitu cantik pagi ini, dengan keringat di pelipisnya sedikit, menbuatnya semakin hidup.
Mereka berdua saling bertatapan, belum ada yang mengeluarkan sepatah katapun saat ini, bahkan Leo hanya diam saja menatap Pute. Sementara gadis itu ikutan diam juga.
''Ngajakin gue ketemu kenapa?'' Akhirnya Leo angkat bicara. Karna mereka berdua hanya diam-diam saja.
''Gue suka sama lo!'' Pute meremas ujung roknya saat dia mengucapkan kata itu dengan lantang. Dia tidak peduli, jika dia duluan yang mengucapkan kata ini, dia hanya berdua tidak ada orang lain di sini.
__ADS_1
Leo terdiam dengan apa yang barusan gadis itu katakan, lalu kemudian Leo tersenyum pada Pute. ''Lo serius suka sama gue?'' tanya balik Leo dan dibalas anggukan kepala oleh Pute.
''Gue juga suka sama lo.'' Ucapan Leo sukses membuat jantung Pute berdetak. Benarkan cowok itu menyukainya juga?
''Leo, lo seriuskan suka sama gue?'' tanya Pute memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Leo.
''Iya, gue suka sama lo. Gue serius,'' kata Leo lagi dengan senyuman di wajahnya itu.
‘’Kalau gitu, kita pacaran,'' putus Pute membuat raut wajah Leo langsung berubah, yang tadinya senyum kini berubah menjadi datar.
Kata pacaran yang di ucapkan Pute membuat cowok itu tidak suka.
''Gue emang suka sama lo, Put. Tapi gue nggak mau pacaran. Lo udah tahu soal ini, kalau gue nggak suka pacaran.'' Leo menekan setiap perkataanya tanpa senyuman di wajahnya lagi.
Hati Pute hancur, hatinya menjadi panas saat Leo mengatakan hal tersebut. Lantas, untuk apa mereka saling menyukai kalau tidak mempunyai hubungan?
''Gue suka sama lo. Lo juga suka sama gue. Kenpa kita nggak pacaran aja Leo? Gue tahu lo nggak suka pacaran, lo mau langsung nikah. Tapi lo harus tahu, mahkota gue udah gue kasi ke lo, Leo! Seharusnya lo kasi gue kepastian!'' Suara milik Pute meninggi, gadis itu berusaha menahan tangis saat mengucapkan kata itu.
__ADS_1
''Kita sama-sama mau, Put. Semalam gue nggak paksa lo! Andai gue paksa lo itu jungkir namanya pemerkosaan. Tapi ini beda, kita sama-sama mau.'' Leo menekan setiap perkatanya, mengucapkan dengan lantang kata-kata tersebut.
‘’Gue bakalan tanggung jawab, gue bakalan nikahin lo, Put. Tanpa kata pacaran. Gue nggak mau pacaran,'' lanjut Leo seraya mengisap wajahnya dengan kasar.
‘’Apa bedanya Leo? Gue rela kalau kita pacaran diam-diam! Setidaknya kasi gue harapan, kalau lo bakalan nikahin gue nantinya,'' balas Pute, dia tidak bisa menahan air matanya.
Air matanya tumpah membasahi kedua pipinya.
''Maaf, gue nggak bisa. Gue nggak mau menjalan hubungan pacaran sama gadis manapun,'' balas Leo.
''Maaf, Put. Gue bakalan tanggung jawab, gue bakalan nikahin lo. Itu janji gue. Gue nggak bisa pacari lo, tapi gue janji bakalan nikahin lo nanti. Kalau gue udah punya pekerjaan tetap setelah lulus SMA, gue bakalan datang kerumah lo buat melamar,'' lanjut Leo dengan raut wajah serius.
''Lo tega sama gue! Gue cuman minta kita pacaran Leo!'' tangisan Pute pecah saat itu juga, dia tidak menyangka jika jawaban ini yang akan dia peroleh dari Leo.
Leo langsung membawa Pute kedalam pelukanya, membiarkan gadis cantik itu memukul tubuhnya.
‘’Apa susahnya kita pacaran, Leo!'' Pute masih menangis keras dalam pelukan Leo.
__ADS_1
Cowok yang membuatnya nyaman, cowok itu juga yang menbuatnya bimbang dan sakit hati saat ini.
Dia tidak tahu, apakah Leo benar-benar akan membuktikan ucapanya yang tadi, atau hanya bohongan belaka saja.