ARDIAN

ARDIAN
Kedatangan Iksan


__ADS_3

Masih pukul sembilan pagi, Boy lebih dulu pulang kerumahnya, setelah mendapatkan Telfon dari Gina.


Dari dalam mobil, Boy menggenggam erat kemudi dan menjedotkan dahinya dua kali pada stir mobil.


''Sialan!'' matanya menyala, seakan-akan matanya ingin mengeluarkan api kemarahan.


Sekitar dua puluh menit mengemudikan mobilnya, akhirnya mobil pria itu masuk kedalam pekarangan rumah.


Dia sudah melihat mobil yang sudah tidak asing lagi untuk penglihatannya.


Boy mendorong pintu, langsung di suguhkan wajah sang papah.


Matanya menyala menatap sang papah.


''Ngapain papah kesini!'' murka Boy, melihat papahnya ada di sini.


''Boy, ken—''


''Pergi, pah!'' bentak Boy kepada papahnya.


Dia tidak membiarkan papahnya meneruskan ucapanya.


Huft


Papahnya menghembuskan nafas berat, melihat putranya begitu marah padanya.


‘’Papah kesini cuman ingin minta maaf sama kamu dan adik kamu,'' ucap pria itu kepada Boy.


Meski umurnya sudah tidak muda lagi, tetapi wajahnya masih juga tampan dan berkharisma.

__ADS_1


Boy mengepalkan tanganya. ‘’Apa dengan ucapan maaf. Masalah semuanya akan selesai!?'' bentak Boy.


Dia sudah tidak memikirkan, jika di hadapnya adalah papahnya. Sakit hatinya membuatnya menjadi seperti ini kepada papahnya.


Dari lantai atas, Gina berusaha menahan air matanya. Sudah jauh-jauh di pindah kesini hanya untuk menghindari suaminya itu, namun tetap saja suaminya datang kesini, setelah beberapa hari keluar kota.


''Kamu tidak akan mengerti, Boy!'' balas Papahnya dengan tampang tak bersalah.


Boy mengusap wajahnya kasar, ''pergi dari sini pah! Jangan ganggu kami lagi'' usir Boy menunjuk kearah pintu, mempersilahkan papahnya untuk keluar.


''Papah kasihan dengan dia Boy.''


Boy tertawa sinis, seakan-akan yang di ucapkan papahnya adalah sebuah lelucon yang membuatnya tertawa.


''Papah tidak kasihan dengan wanita j*l*ng itu! Tapi papah mencintainya!'' mata Boy memerah, dia berusaha menahan air matanya agar tidak turun.


''Boy...!'' bentak papahnya membuat Boy mendekati papahnya itu.


Papahnya itu memicingkan matanya.


''Kamu tidak tau, Boy! Papah menikahi mamah mu saat itu karna perjodohan! Bahkan, mamah mu sudah tau, kalau papah mempunyai kekasih saat itu!'' terangnya kepada anknya.


''Dan sekarang, papah kembali denganya. Karna kami memang masih saling mencintai!'' jelasnya kepada Boy.


Gina tidak kuat menahan air matanya, air matanya turun begitu deras membasahi kedua pipihnya.


Dia tau, pernikahannya dengan sang suami hanya perjodohan saja. Tapi, menagapa suaminya tidak berpikir sama sepertinya? Mereka sudah menikah 27 tahun lamanya dan di karunia dua anak.


Suaminya masih berpikir untuk meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Gina memegang dadahnya yang sakit, melihat putra dan suaminya dibawa sana sedang berdebat hebat.


''Ada mamah di sini, Pah! Dia wanita yang memberikan papah keturunan! Mencintai papah dengan tulus!''


''Tapi apa balasan papah! Papah ninggalin mamah demi wanita jala—''


Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipih Boy, membuat Boya tersenyum sinis.Sakit yang dia rasakan tidak sebanding dengan penderitaan yang di alami mamahnya saat ini.


''Iksan!''


Iksan merupakan suami Gina, papah dari Nanda dan juga Boy.


Gina tidak terima jika anaknya di tampar oleh Iksan.


''Lebih baik kamu pergi dari sini!'' usir Gina.


Iksan melihat tanganya yang telah menampar wajah sang anak.


''Pergi! Aku tidak mampu Nanda sampai melihat mu di sini!'' cecar Gina, dengan tangisnya.


''Aku kesini untuk menemui anak ku!''


Gina mengusap air matanya. ''Dia bukan anak mu. Dia anak ku! Tidak ada seorang ayah pergi meninggalkan anaknya demi sebuah Kebahagian yang akan membuat hati anaknya hancur!''


****


Jangan Lupa mampir di karya teman aku juga, ya, ceritanya seruh banget. Buruan baca

__ADS_1


I Love You, Ibu Gurru



__ADS_2