
Gadis itu pergi menggunakan taxi online, untung saja masih ada berkeliaran di jam begini.
''Ma, Ara pergi dulu.'' Gadis itu langsung masuk kedalam taxi.
Sementara Salsa berulang kali menahan agar cowok itu tidak masuk lebih dulu. Salsa juga tidak tahu, siapa yang berada di dalam, sehingga Ardian kekeh ingin masuk kedalam.
''Tunggu bentar, aku takut di sini. Tunggu sampai Cika datang, kamu baru boleh masuk,'' ucap Salsa, padahal dia sedang menunggu Nanda.
Ardian menghembuskan nafas berat, karna Salsa menahan dirinya.
‘’Berapa menit lagi,'' ucap Ardian, karna sudah sepuluh menit lebih dia menunggu, tapi Cika belum juga datang.
‘’5 menit deh.'' Salsa cengengesan kearah Ardian membuat cowok itu hanya menatapnya dengan tatapa datar.
Lima menit berlalu, namun Nanda yang Salsa tunggu, belum juga datang.
‘’Lama banget sih ini anak,'' gumam Salsa, karna belum melihat Nanda muncul di koridor sana.
''Lo lama!''
Ardian tidak bisa menunggu lama, cowok itu langsung membuka handel pintu ruangan Fatur, membuat Salsa melototkan matanya, bersaman dengan dia melihat Nanda berjalan di koridor.
''Kamu lama banget, Nan. Lihat tuh Ardian udah masuk.'' Omel Salsa, membuat Nanda langsung menarik tangan gadis itu.
Deg...
__ADS_1
Deg...
Deg...
Jantung Nanda dan salsa berdetak kencang, Nanda melihat segerombolan cowok yang pernah dia temui saat dia dan Cika potong jalan, hanya untuk mengikuti anak ARIGEL.
Dan dia kembali melihat cowok itu, di rumah sakit.
Nanda dan Salsa langsung bersembunyi di belakang Ardian, tentu saja mereka mengenal mereka.
Doni, Tio, Ical, Arya, Frizal dan Fatur langsung menatap Ardian, karna tiba-tiba saja cowok itu datang.
Mereka juga bisa melihat, dua gadis bersembunyi di balik punggung Ardian, tentu saja mereka mengenal gadis itu.
Siapa lagi kalau bukan Salsa dan Nanda.
Fatur menatap tajam Ardian, lalu cowok itu membuang pandanganya ke samping, membuat Ardian menatap anak VAGOS satu persatu.
Mereka sudah tahu, jika Ardian dan Fatur itu saudara.
''Ngapain lo kesini?'' tanya Fatur. Tanpa melirik kearah Ardian.
‘’Emangnya salah kalau gue jengukin saudara gue sendiri?''
Deg...
__ADS_1
Ucapan Ardian sukses membuat jantung Fatur berdetak kencang. Ucapan Ardian mampu menghangatkan hatinya.
Tanpa ada yang mengetahui, cowok itu tersenyum nyaris tak terlihat.
Nanda dan Salsa melototkan matanya, mereka tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Ardian.
''Saudara?'' Salsa dan Nanda bersmaaan mengucapkan kata tersebut.
Sehingga. Ardian baru sadar jika ada dua gadis itu di belakangnya tanpa dia sadari.
''Ngapain lo berdua di belakang gue?'' tanya cowok itu dengan galak, jangan lupa tatapan matanya menatap tajam Nanda dan Salsa secara bergantian.
Nanda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sementara Salsa tersenyum kikuk.
‘’Ngikutin kamu,'' ucap Salsa membuat Nanda langsung menatap gadis itu dengan tatapan horor.
''Nggak usah jujur, Sal,'' greget Nanda.
''Kita kaget loh, saat kamu bilang, kamu dan kak Fatur itu saudara.'' Salsa melirik Fatur, setelah tahun tidak melihat cowok itu, akhirnya Salsa kembali melihat Fatur.
‘’Emamg benar?'' tanya Nanda kepada Ardian.
''Ya,'' jawab Ardian sekenanya.
‘’Lebih baik kalian bertiga pergi. Ganggu lo di situ!'' desis Frizal, sehingga Nanda, Salsa dan Ardian menatap cowok itu.
__ADS_1
‘’Emangnya Kenapa kalau kami di sini?'' Nanda, Ardian dan Salsa bersmaan mengucapkan kata tersebut.
''Kompak,'' gumam Arya.