ARDIAN

ARDIAN
Calon istri saya


__ADS_3

Puri langsung tertawa melihat Ethan diam, saat dia mengajukan hal tersebut. "Gue cuman bercanda weh, gue nggak serius kali."


Ethan langsung menatap Puri, lalu gadis itu menaik turunkan alisnya menggoda Ethan.


Ethan menghembuskan nafas pegah, "syukurlah kalau lo cuman bercanda," kata Ethan dan dibalas anggukan kecil oleh Puri.


Malam ini, mereka resmi pacaran. Setelah Rafael anak ARIGEL mengikat Salsa, kini giliran Ethan yang menyatakan cintanya pada Puri, hingga mereka berdua memutuskan untuk pacaran.


Sudah tiga anak ARIGEL sold out, sisa menunggu Leo dan Izam, sementara Gerald sudah tidak ada.


"WOY! LO MAU IKUT ATAU PACARAN DI TAMAN!" teriak Izam dari arah belakang, cowok itu sudah berada diatas motornya. Bukan hanya Izam saja, sahabat nya yang lain juga sudah siap diatas motornya dengan helm fullfec menghiasi kepala nya.


"Mau di tinggal mobil lo, Ri?" tanya Pute lalu membuka pintu mobil, di susul oleh yang lainnya.


Ethan dan Puri dengan cepat beranjak dari tempat mereka.


"Andai lo nggak pake dres, kita bisa boncengan," kata Ethan.


"Lain kali aja," kata Puri lalu berjalan menuju mobil milik Boy, lalu gadis itu duduk di kursi paling belakang bersama Cika.


Cewek-cewek naik mobil bersama Boy. Nanda duduk di samping Boy, di kursi tengah ada Kesya dan Pute. kursi paling belakang ada ada Cika dan Puri.


Ethan langsung memasang helm fullfec nya.


"Gonta-ganti pacar mulu lo, Sethan!" dengus Izam kearah Ethan.


"Karna malam ini gue jadian sama Puri, gue nggak akan balas omongan jomblo karatan kayak lo!" balas Ethan.


Ethan langsung menjalankan motornya mengikuti Rafael dan juga Leo. Karna cowok itu tidak ingin mendengar perdebatan unfaedah Izam dan Ethan, jadinya di tinggalkan.


Mobil Boy juga sudah jalan, di belakang mereka ada empat pengendara motor sport mengikuti nya, siapa lagi kalau bukan anak ARIGEL.


"Sebenarnya kita mau kemana sih kak Boy?" tanya Puri yang sudah sangat penasaran mereka akan pergi kemana.


"Entar kalian tahu." Hanya itu saja yang Boy katakan, sehingga Puri tidak membalas ucapan Boy lagi.


Nanda mengerutkan alisnya, jalan ini adalah jalan menuju rumah Greta.

__ADS_1


"Bang, lo mau jemput Greta?" tanya Nanda pelan.


Boy melirik adiknya dan dibalas anggukan kepala oleh Boy, "gue ajakin juga," jawabnya santai. "Nggak apa-apa 'kan?" tanya Boy, ia khawatir jika adiknya keberatan.


Nanda menggeleng sebagai jawaban, membuat Boy tersenyum manis kearag adiknya itu.


Nanda sih tidak masalah jika Greta ikut. Hanya saja, dia khawatir jika Kesya dan Greta akan berantem. Apa lagi Greta dan Kesya adalah musuh bebuyutan.


Bagaimana jika Greta dan Kesya berantem nantinya? Keduanya belum damai perihal masalah itu.


Nanda tidak yakin, jika Kesya akan tinggal diam, jika ia melihat Greta.


Mobil Boy singgah di depan rumah minimalis, membuat mereka melihat keluar jendela, sosok yang mengenakan kaos polos di padukan dengan celana jeans berwarna hitam.


Mereka tidak asing dengan gadis itu.


"Greta?" ucap mereka bersamaan.


Kesya yang melihat kedatangan Greta menatap tajam gadis itu, mereka di dalam mobil merasakan aura mencekam saat ini.


"Gue duduk di belakang aja, biar Greta duduk di sini." Nanda membuka pintu mobi.


Nanda langsung menyuruh Greta untuk masuk, dia memilih duduk di belakang, karna ia takut jika Greta dan Kesya duduk berdekatan.


"Geser kesini, Sya," kata Pute, saat Nanda membuka pintu mobil, Kesya belum bergeser sedikitpun, matanya masih menatap sosok Greta yang duduk di samping Boy.


Kesya langsung geser di dekat Pute, sehingga posisi Kesya berada di tengah, di apit oleh Nanda dan juga Pute..


Mobil Boy kembali melaju, meninggalkan pekarangan rumah milik Greta.


Di dalam mobil auranya sangat mencekam, seperti ada aura permusuhan yang kental.


Mereka semua juga terkejut, saat melihat Greta ikutan juga. Yang lebih membuat mereka penasaran Greta duduk di samping Boy.


Tatapan mata mereka tidak lepas dari Boy dan Greta. Mereka melihat wajah Boy makin ceriah sejak Greta ada ikut.


Mereka bertanya-tanya, ada hubungan apa antara Greta dan juga Boy. Sunggu mereka penasaran, banyak spekulasi yang mereka kumpul kan antara Boy dan Greta.

__ADS_1


Untuk mengetahui jawaban pasti, mereka akan bertanya pada Nanda. Memang sih ini bukan urusan mereka, tapi mereka kepo apa lagi ini Greta dengan dokter Boy.


Wajah Kesya makin memerah, meski Greta tidak melihat wajah gadis itu, namun ia yakin Kesya saat ini makin mengibarkan bendera perang padanya.


Greta tersenyum penuh arti, membuat Boy bertanya-tanya. Ingin bertanya, namun niatnya dia urungkan karna mereka tidak berdua.


Motor anak ARIGEL masih setia mengikuti mereka dari belakang.


Mereka juga sempat berkomunikasi dengan mata mereka, saat melihat Greta masuk kedalam mobil Boy dan duduk di samping pria itu.


Terutama Izam, dia sudah tidak sabar sampai di tempat yang akan mereka tuju, dia ingin bertanya pada Greta, ada hubungan apa dia di antara Boy.


"Lo galau ya!" teriak Ethan, motor mereka ber sejajar. Ethan sengaja berteriak agar Izam mendengar nya.


Izam mendengus, lalu menatap tajam Ethan. "Bcot lo, Sethan!" Izam kembali fokus menatap jalan di depan, dengan pikiran melambung buana.


Ucapan Ethan ada benarnya. Dia galau. Meski dia belum tahu antara hubungan Greta dan Boy.


Ethan tertawa puas, begitupun dengan Leo. Sementara Rafael hanya tertawa kecil.


Malang sekali alur percintaan Izam.


Mata Boy fokus menatap kedepan, tidak lama lagi mereka akan sampai di tempat yang sudah di pikirkan oleh Boy untuk membawa mereka semua.


"Hmmm." Boy berdehem, karna suasana dalam mobil sangat hening. Sudah tidak ada Puri yang bersuara dan yang lainya menimpali.


"Pada kenapa sih?" tanya Boy, melihat wajah mereka membuat Boy ingin tertawa. "Apa kalian keberatan, kalau saya ngajakin calon istri saya untuk Jalan-jalan juga."


"WHAT!!!" pekik Puri.


"HA?" beo Pute seperti orang bodoh sara Boy mengatakan hal barusan.


Sementara Cika membulat kan matanya, dia mendengar dengan jelas ucapan Boy tadi, dia tidak salah dengar, jika Boy mengatakan jika Greta adalah calon istrinya.


Sekarang pertanyaan mereka sudah di jawab. Sementara Nanda hanya diam saja. Dia tidak tahu, mengapa Boy mengungkapkan hal yang akan mereka rahasiakan ini.


Sementara Greta menatap Boy dengan tatapan tajam. Bagaiamana jika diantara mereka ada yang melaporkan nya ke sekolah, jika nanti dia akan menikah, dia akan di keluarkan di sekolah.

__ADS_1


Sementara Kesya menahan nafas, saat Boy mengatakan hal tadi. Itu berarti, Kesya dan Greta akan....


__ADS_2