
Salsa meneguk salivanya susah payah, sebenarnya dia baru konek, saat melewati cowok itu. Dia pikir dia hanya orang biasa, karna dia fokus dengan ponselnya.
Namun saat melewati orang itu, aroma parfumnya langsung menyeruak ke hidung mancung milik Salsa.
Untuk memastikannya, gadis itu membalikkan tubunya, bersamaan dengan Rafael membalikkan tubuhnya, membuat jantung keduanya tidak karuan.
Rafael mengerutuki dirinya, karna membalikkan tubuhnya, sehingga dia beradu pandang dengan Salsa, seharusnya dia tidak melakukan hal bodoh ini.
Rafael benar-benar mengerutuki dirinya sendiri dengan ucapan bodoh, apa lagi ini, dia mempertahankan tatapan matanya dengan Salsa.
Bahkan tubunya menjadi kakuh, hanya untuk membalikkan tubuhnya.
Ponsel yang Salsa yang tadinya dia genggam, jatuh begitu saja dibawa lantai, membuat gadis itu langsung terkejut dan dengan segera memungut ponselnya yang jatuh itu.
Rafael menyungkirkan senyuman tipisnya melihat tingkah Salsa. ‘’Dasar bodoh,'' gumam Rafael lalu membalikkan kembali tubunya dan meninggalkan Salsa.
Salsa mengerucutkan bibirnya, saat melihat kedepan Rafael sudah pergi menjauh, padahal dirinya ingin menyapa Rafael, dan mengatakan mengapa dia tidak pulang kerumahnya.
Padahal, Lita mamanya menyuruhnya untuk tinggal di rumahnya, selama dia keluar kota.
Gadis itu melanjutkan langkah kakinya, untuk mencari keberadaan Puri, dia yakin, jika sahabatnya itu sedang aduh mulut dengan Izam saat itu.
Dugaannya benar, salsa bisa melihat Puri dan Izam benar-benar adu mulut.
''Lo yang kurang ajar! Ngapain lo ngajak Greta kerumah sakit jengukin Kesya. Tindakan lo itu buat tante Raisa sampai marah!'' kesal Puri kepada anak ARIGEL, namun dia hanya berani menatap Izam saja.
''Dasar bawel lo! Gue sama Sahabat gue ajak Greta karna perintah kepala sekolah!'' Sosor Izam, tidak terima jika Puri dan sahabatnya menyalahkan mereka karna membawa Greta kerumah sakit ini.
''Kalau lo berani, Silahkan lo bantah kepala sekolah,'' lanjutnya dengan kesal kepada Puri.
Puri diam sejenak lalu menghentakkan kakinya, sementara ketiga sahabatnya sibuk menyesap rokonya, sekali-kali mereka tertawa dengan perdebatan yang dilakukan Puri dan Izam.
''Lama-lama kita jodohin kalian,'' ucap Leo santai, dengan senyuman melawat di wajahnya, yang berhasil membuat tawa Ethan pecah, sementara Ardian hanya tersenyum tipis.
''OGAH!!!'' ucap Izam dan Puri bersamaan membuat Leo dan Ethan tartawa.
''Tanda-tanda jodoh ni kalian,'' ujar Ethan dan dibalas anggukan setuju oleh Leo.
''Dih, mendingan gue nungguin cinta Greta sampai ada. Daripada sama dia!'' Izam bergedik ngeri membuat Puri melotokan matanya.
''Lu pikir gue tertarik sama lo?'' beber Puri. ‘’Lo ngaca, modal tampang aja lo belagu!''
''Itu berarti lo ngakuin ketampanan gue?''
‘’Kepedean lo!''
''Gue ngomong fakta ya, mendingan gue buru Greta sampai gue dapat cintanya, daripada gue sama modelan lampir kayak lu!'' sembur Izam membuat mereka semua tertawa mendengar ucapan Izam barusan.
''Lo emang cocok sama Greta yang gila! Greta itu gila, sama kayak lo! Dih, mata lo emang terutup, nggak bisa lihat cewek baik dan nggak baik,'' ujar Puri membuat Izam menatap Puri dengan tidak suka.
''Lo pikir lo gadis baik, Hah? Orang yang nilai lo, bukan diri lo sendiri yang nilai diri lo itu. Menurut gue, Greta jauh lebih baik ketimbang lo sama Kesya!'' marah Izam.
Ethan yang melihat Izam naik pitam, segara menarik tangan cowok itu, menjauhi Puri.
''Asal lo tau, ya. Kesya luka gara-gara cewek yang lo suka itu. Lo emang pantas sama Greta, sama-sama gila!''
''Mendingan lo pergi!'' usir Ardian, setelah membuang puntung rokoknya kebawa.
Salsa datang, gadis itu langsung menarik tangan Puri pergi dari sana. Salsa tau, bagaiamana anak ARIGEL, jangan sampai Izam yang selalu humoris tiba-tiba menjadi iblis karna Puri menjatuhkan Greta.
''Ri, kamu nggak takut sama mereka. Kamu ngomongnya tadi udah keterlaluan tau nggak,'' dumel Salsa kepada Puri.
Saat ini mereka berdua sudah menjauh dari anak ARIGEL.
''Kenapa gue harus takut? Gue cuman ngomong sama Izam, bukan sama Ardian,'' ketus Puri membuat Salsa memijit pelipisnya.
‘’Kamu sih nggak tahu, Izam kalau marah sama kayak Ardian. Dia nggak mikir, kalau kamu cewek, kalau dia udah marah. Kamu emang lihat dia dari luarnya kayak gitu, tapi di dalamnya kamu nggak tahu, Ri,'' jelas Salsa kepada Puri.
‘’Belaian aja anak ARIGEL. Jangan karna lo suka sama salah satu anak ARIGEL, jadi lo belaian mereka!'' cecar Puri.
Salsa menggelengkan kepalnya. ''Nggak gitu, Ri. Semua anak ARIGEL itu seram-seram, Ri. Kamu lihat Leo, dia selalu senyum ramah, tapi di balik senyumanya dia sama seperti Ardian dan Rafael,'' ucap Salsa lagi membuat Puri menghentakkan kakinya.
__ADS_1
‘’Terserah lu aja, dah. Cinta emang buta. Lo belaian anak ARIGEL yang bawa Greta kesini, sementara lo tahu, sahabat kita Kesya sampai masuk rumah sakit karna Greta!''
''Ri, aku tahu kamu emosi karna kondisi Kesya sekarang. Tapi aku mohon sama kamu, jangan nambah masalah sama anak ARIGEL. Kita juga nggak tahu kebenarannya, Ri. Yang salah di sini siapa. Bisa aja Greta nggak sepenuhnya salah. Aku tahu, ini semua ada hubungannya dengan video Greta yang beredar itu.'' Salsa berusaha bicara lembut kepada Puri, yang watakanya cerewet dan pemarah itu.
''Jadi, maksud lo Kesya yang salah? Gitu, Sal? Otak lo gimana sih, Sal. Udah jelas-jelas kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, kalau Greta lempar vas bunga itu diatas kepala Kesya.''
‘’Dan sekarang lo malah ngomong, kalau ini sepenuhnya bukan salah, Greta!'' Puri mengepalkan tanganya menatap Salsa dengan tatapan marah.
''Bukan cuman anak ARIGEL yang lo bela. Tapi lo juga belaian Greta!''
Puri langsung pergi meninggalkan Salsa di koridor rumah sakit, dengan perasaan marah kepada Salsa.
''Ri...'' Salsa langsung mengejar Puri.
''Maksud aku bukan kayak gitu, Ri.'' Salsa masih setia mengejar Puri, entah mau kemana gadis itu.
Puri tidak menggubris ucapan Salsa, dia marah kepada gadis itu. Dia tahu, jika Salsa itu baik. Namun melihat Salsa seperti membela Greta membuat Puri marah kepada gadis itu.
Padahal, selama mereka bersahabat mereka tidak berdebat seperti ini, dan ini pertama kalinya benar-benar kecewa dengan Salsa.
''Ri, aku sama Nanda udah tahu kebenarnya. Kalau Kesya yang nyebarin video milik Greta!''
Langkah kaki Puri tehenti, saat mendengar dengan seksama ucapan Salsa barusan. Puri membalikkan tubuhnya.
''Aku udah bilang, ini sepenuhnya bukan salah, Greta,'' ucap Salsa, menghampiri Puri yang memasang wajah marah padanya.
''Tetap aja Greta yang salah, karna dia udah nyelakain Kesya!''
Salsa menggelengkan kepalanya, ''Ri...Tapi mereka berdua salah, bukan cuman Greta tapi juga Kesya,'' jelas Salsa.
Puri mendorong tubuh Salsa. Hingga gadis itu hampir terjatuh, untung saja dia bisa menyeimbangkan tubuhnya.
''Kamu apa-apaan sih, Ri. Aku hampir jatuh karna kamu,'' keluh gadis itu.
''Lebih baik lo berteman sama Greta,'' sinis Puri. ''Jangan lupa, lo ajakin Nanda sekalian.'' Puri langsung pergi meninggalkan Salsa, gadis itu sudah tidak mengejar Puri lagi.
''Aku cuman nggak mau belaian yang salah, Ri. Meskipun itu sahabat kita. Karna Greta nggak sepenuhnya salah,'' gumam Salsa, yang melihat punggung Puri yang sudah pergi menjauh.
Sejak kapan gadis itu berdiri di sana?
''Nan,'' panggil Salsa.
''Kamu dengar semuanya?'' tanya Salsa seraya tersenyum kearah Nanda.
Nanda mengangguk kecil. ''Nggak usah ambil hati omongan Puri tadi, dia kalau marah emang kayak gitu. Apa lagi Kesya sampai masuk rumah sakit karna Greta,'' ucap Salsa seraya tersenyum kearah Nanda.
Nanda tertawa kecil. ''Gue nggak ambil hati kok. Gue cuman salut sama persahabatan kalian,'' ucap Nanda. ''Lo bersahabat benar-benar sahabat, karna lo nggak belaian sepenuhnya sahabat lo yang salah,'' lanjut Nanda membuat Salsa tertawa kecil.
Mereka berdua berpisah di koridor, dengan Salsa berjalan menuju ruangan Kesya, sementara Nanda berjalan menuju kantin.
Nanda ke kantin karna pastinya lapar, dia tidak sempat makan malam di rumahnya, karna Gerald datang begitu cepat.
Saat memasuki kantin rumah sakit, Nanda langsung melihat wajah milik Greta.
Nanda langsung menghampiri Greta, gadis itu sedang mengompres pipihnya.
''Lo yang tenang, karna sepenuhnya lo nggak salah.'' Nanda menggeser kursi di depan Greta.
Gadis itu tidak membalas ucapan Nanda.
''Gue sama Cika, Pute dan Gerald, bakalan nyuruh Kesya hapus video lu itu. Setelah Kesya sadar,'' terang Nanda membuat Greta langsung menatap gadis itu.
''Lo salah, tapi nggak sepenuhnya salah. Lo sama Kesya sama-sama salah,'' ujar Nanda membuang seseorang yang mendengar percakapan Nanda mengepalkan tanganya.
‘’Gue bakalan bantu lo keluar dari masalah ini,'' ucap Nanda seraya tersenyum tipis.
''Gue udah salah nilai lo, Nan, dan setuju lo gabung di geng gue!'' Puri menahan dirinya agar tidak menghampiri Nanda dan Greta.
Dia akan memberitahukan hal ini kepada Kesya, setelah gadis itu sadar.
Pesanan Nanda sudah jadi, membuat gadis itu berdiri dari kursi yang dia duduki, dia membayarnya lalu kembali menghampiri Greta.
__ADS_1
Nanda mengeluarkan permen sebanyak lima biji, lalu dia letakkan diatas meja tempat Greta.
''Makan permen karet, bakalan buat lo jadi tenang.'' Lepas itu Nanda melenggang pergi meninggalkan Greta.
Sementara Greta tersenyum tipis nyaris tak terlihat, melihat permen itu diatas meja. Lalu dia mulai membuka permen karet itu, lalu memakanya.
Ini yang kedua kalinya, gadis yang pernah berselisih denganya di kantin memberikannya permen karet.
Huft
Greta mengembuskan nafas berat, saat mengecek ponselnya. Dia tidak mendapatkan pesan dari ketiga sahabatnya.
Setidaknya Greta inginkan, sahabatnya memberikanya support atas masalah yang dia hqdapi.
Seharusnya mereka muncul, namun yang muncul untuk membantunya adalah Nanda.
''Sepertinya gue udah salah pilih sahabat,'' gumam Greta, mengingat Yuni, Naya dan Vani tidak menanyakan kabarnya.
Dan paling mengenaskan, Group mereka berempat, dia mengeluarkan Greta membuat Greta mengepalkan tanganya dengan penuh rasa sakit.
Kali ini, dia kembali tidak beruntung.
🦋
Saat ini Vani, Naya dan Yuni sedang nongkrong. Mereka bertiga membicarakan mengenai Greta.
Setelah dia tahu kebenarnya, mereka berhenti prihatin kepada Greta, mengenai video yang tersebar luas itu.
Mereka baru tahu, jika cowok yang berciuman panas dengan Greta adalah sosok Arya. Sosok cowok yang di sukai sahabat mereka Yuni.
‘’Gue merasa terkhianati sama Greta,''irih Yuni, seraya mengusap air matanya menggunakan tisu, yang entah sudha berapa bungkus habis, saat dia tahu mengenai hal ini.
‘’Gue juga nggak nyangka, kalau Greta bakalan lakuin hal menjijikkan itu sama cowok, yang jelas-jelas dia udah tahu, kalau itu cowok yang sahabat kita suka,'' ujar Naya seraya membalas pesan dari kekasihnya yaitu Fatur.
''Nggak usah sahabatan lagi sama dia,'' dumel Vani, mengingat video itu.
Mereka tidak marah jika Greta mau ciuman sama siapa, bahkan mereka ingin membalas perbuatan Kesya karna sudah menyebarkan video milik Greta.
Tapi yang membuat mereka marah itu, karna Greta berciuman dengan Arya, padahal mereka tahu jika Arya adalah cowok yang di incar Yuni.
Yuni mulia menceritakan mengenai pembicaraan Greta dan Arya yang dia dengar di sekolah tadi. Yah, gadis yang mengintip Greta dan Arya tadi Adalah Yuni tadi.
Dia bisa melihat, Arya memberikan amplop untuk Greta, dan Yuni pastikan isi amplop tak dan tak bukan adalah uang.
Dan yang paling membuat Yuni berseruh, karna Greta tidak cukup dengan uang yang di berikan Arya, dan dia kembali meminta kurangnya.
Naya dan Vani yang mendengar omongan Yuni menjadi greget dengan mereka.
‘’Benar-benar tuh anak, apa dia nggak puas di kasi duit sama om-Om di club, makanya dia minta sama Arya dengan bayaran dia ciuman panas,'' gedek Vani.
‘’Lebih baik kita jauhin dia, biar dia tahu rasa, nggak punya teman,'' hasut Naya seraya menyimpan ponselnya kedalam tas.
Vani mengangguk setuju dengan ucapan Naya barusan.
''Gue juga takut, jangan sampai Fatur pacar gue tertarik sama sih Greta. Lo, kan tahu. Sih Greta itu cantik, pokoknya dia yang paling cantik diantara kita. Gue juga bisa lihat tatapan anak-anak VAGOS sama Greta, mereka menatap Greta karna cantik,'' lanjut Naya.
Gengnya sering bertemu dengan anak VAGOS. Ketua VAGOS ada pacar Naya, bernama Fatur.
Naya saja tidak tahu, jika gadis yang selama ini Fatur suka sejak kecil adalah Salsa. Fatur juga sudha berjanji dengan dirinya sendiri, jika dia sudah menuntaskan dendamnya kepada Ardian, maka dia akan melepaskan Naya dan kembali untuk mengejar cinta Salsa.
Dia akan membuat Salsa sadar, jika masih ada dirinya yang mencintainya, tanpa harus mengemis cinta kepada Rafael.
Fatur sakit hati kepada Rafael, saat dia tahu dari Arya, jika Rafael memperlakukan seenaknya.
Andai saja Rafael tahu, bagaiamana susahnya Fatur mengejar cinta Salsa, dan tidak mendapatkanya sampai sekarang.
Namun Fatur sudah membulatkan tekadnya, kali ini dia tidak akan gagal Lgi. Dia akan membuat Salsa bertekuk lutut padanya.
Selesai bergosip mengenai Greta, ketiga gadis itu langsung pergi meninggalkan cafe untuk segera pulang. Mereka sudah memutuskan untuk menjauhi Greta dan tidak menganggap Greta sebagai sahabatnya lagi.
Terutama Yuni, dia membenci Greta. Bahkan, dendam dengan gadis itu.
__ADS_1