ARDIAN

ARDIAN
Jarak kita sangat dekat Leo


__ADS_3

Gadis itu menggunakan baju tidur yang lumayan ****, celananya diatas lutut, serta baju yang dia kenakan menggunakan tali-tali.


Pute berjalan menuju balkon kamar, dia melihat hujan begitu deras membasahi bumi menjelang malam ini.


Tok...Tok...Tok


Pute tersentak kaget, saat seorang mengetuk pintu kamarnya, dia sudah tahu jika yang mengetuk pintu kamarnya adalah Leo, karna di rumah ini hanya ada dia dan Leo.


Lebih dulu Pute merapikan penampilanya, sebelum membuka pintu.


Ceklek...


Pute membuka pintu, dan langsung di suguhkan wajah tampan milik Leo. ''Lo yakin mau pulang hujan gini?'' tanya Pute kepada cowok itu.


Leo melihat penampilan Pute dari bawa sampai ujung kaki, tubuh gadis itu sangat putih membuat Leo meneguk salivanya susah payah.


''Sorry, gue lama ninggalin lo dibawa,'' ucap Pute lagi, karna Leo hanya diam saja.


''Gue boleh pinjam hp lo?'' tanya Leo. ''Gue mau Telfon Ethan, ponsel gue lobet,'' lanjut Leo.

__ADS_1


‘’Gue ambilin dulu.'' Pute berjalan menuju laci meja belajarnya, karna dia menyimpan ponselnya disana.


Pute kembali membawa ponselnya, lalu dia berikan kepada Leo.


''Nggak mungkin juga Ethan jemput lo sekarang, diluar lagi hujan deras. Sekalian tungguin hujanya redah baru nyuruh Ethan kesini jemput lo,'' saran Pute membuat Leo nampak berpikir sejenak.


‘’Nggak apa-apa kalau gue di sini?'' tanya Leo dan dibalas anggukan kepala oleh Pute.


''Ok....Gue bakalan minta jemput Ethan kalau hujan udah redah,'' final Leo.


''Mau istirahat di kamar sebelah?'' tanya Pute, gadis itu kembali kikuk, karna Leo sedari tadi menatapnya. Apa lagi baju yang dia kenakan mampu menggoyahkan imam seseorang.


‘’Nggak usah, gue baring diatas sofa lo aja.'' Leo menunjuk kursi sofa panjang di dalam kamar Pute.


''Andai aja hp gue nggak lobet, kita bisa mabar Put. Seruh tau nggak, mabar secara langsung,'' ucap Leo seraya merebahkan tubuhnya diatas sofa.


''Gampang, lo tinggal cas hp lo yang lobet itu.'' Pute menutup kembali laci mejanya, setelah dia mendapatkan cas yang cocok untuk ponsel milik Leo. ''Nih, buruan cas ponsel lo itu. Baru kita mabar, kapan lagi coba mabar langsung,'' lanjut Pute seraya menyerahkan cas untuk Leo.


Leo tertawa renyah, dia hampir lupa jika dia berada di rumah, bukan di hutan. ''Ok!'' Leo mengambil cas itu lalu mulai mengecas poselnya.

__ADS_1


''Mau kemana?'' tanya Leo, melihat Pute ingin berjalan menuju lemari.


Pute membalikkan tubuhnya, menatap Leo yang kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa.


‘’Mau ganti baju lah,'' balas Pute membuat Leo terkekeh.


''Nggak usah, gue suka lihat lo seksi kayak gitu,'' gamblang cowok itu kepada Pute, membuat gadis itu langsung menyilangkan tanganya di area dadahnya.


''Dasar mesum!'' Pute memanyunkan bibirnya.


''Nggak mesum, kalau nggak di pancing lebih dulu,'' balas Leo dengan senyuman nakal terpajang di wajahnya.


Dia berdiri dari kursi sofa yang dia duduki, mendekati Pute membuat gadis itu meneguk salivanya susah payah.


''Mau apa lo!'' gertak Pute.


Pute melototkan matanya, saat Leo mendorong tubuhnya diatas tempat tidur, cowok itu langsung mengungkuh tubuh milik Pute.


‘’Jujur sama gue, lo nggak punya pacar'kan? Gue tahu, kalau lo cuman suka sama gue,'' ucap.

__ADS_1


‘’Jarak kita sangat dekat, Leo.''



__ADS_2