
" Hei Ardian tunggu." saat ardian tengah berjalan sambil asik bergurau dengan sahabatnya tiba-tiba ada yang memanggil nya dari arah belakang.sontak ardian reflek menengok ke sumber suara tersebut.
"hai lu ardian kan?" sapa cewe didepan ardian yang hanya di beri deheman oleh ardian.
"kenalin gue yola"
"hmm"
"oh iya gue mau minta maaf soal tadi gue gak sengaja nabrak lu waktu di koridor"
"ohh" ardian berlalu meninggalkan yola yang masih terdiam di tempat "yola ini baru awal,lu gak boleh nyerah" yola bergumam dalam hati menyemangati dirinya sendiri.
••••••••
pelajaran terakhir pun dimulai tetapi ardian merasa bosan karena sekarang pelajaran sejarah,salah satu pelajaran yang menurutnya membosankan.banyak menghafal dan mengenang hal yang gak penting menurut nya.
"gue mau ke rooftop" ucap ardian kepada kedua sahabatnya,dia berjalan kedepan meminta izin kepada pak anam.
"permisi pak izin ke kamar mandi"
"kamu ini selalu saja tiap pelajaran saya izin kekamar mandi,yasudah jangan lama-lama"
ardian keluar kelas,tujuannya saat ini yaitu rooftop,dia ingin menenangkan diri,ardian duduk di salah satu bangku yang tersedia di rooftop dan mendongakkan kepalanya keatas membiarkan rambutnya yang sedikit panjang dan acak-acakan tertiup angin.fikirannya melayang ke kejadian tadi pagi setelah tak sengaja ditabrak oleh cewek yang tidak di ketahui namanya.
"sil maafin aku" gumam ardian kepada dirinya sendiri.setelah itu dia menyandarkan tubuhnya diatas bangku dan memejamkan matanya.
__ADS_1
••••••••••
di kelas 11 ipa 1 sekarang sebenarnya jadwalnya adalah mapel matematika,termasuk pelajaran yang sangat disukai nanda dan risma,berbeda dengan yola,dia sangat bobrok kalo udah nyangkut yang namanya pelajaran matematika.
"dear X dan Y kalo lu gak bisa nyelesain masalah sendiri,jangan buat masalah baru lagi.apalagi nyuruh orang lain buat nyelesain masalah loh"
seketika seisi kelas menertawai ucapan yola barusan.tetapi yang ditertawai malah cengar-cengir gajelas.
nandacu,rismacu nanti kalau ada bu mirna gue minta tolong izinin gue ya bilang aja lagi di uks perutnya sakit banget"
"eh yol lu alesan aja ya,inget habis ini ujian kalo lu gak belajar kapan bisanya".
yola berlalu keluar kelas,tujuannya sekarang sebenarnya bukan ke uks.dia mempercepat langkah nya.takutnya nanti ditengah perjalanan bertemu bu mirna,bisa-bisa acara bolosnya jadi gagal.
yola membuka pintu yang ada didepannya,dia melihat ada laki-laki yang sedang tidur tapi wajahnya ditutupi oleh tangannya sehingga yola tidak bisa melihat wajahnya.yola menghampiri laki-laki tersebut dengan langkah yang dibuat sepelan mungkin agar si empu tidak terganggu dengan kehadirannya.tapi setelah langkahnya tinggal beberapa senti yola terbelalak kaget dan seketika menghentikan langkahnya karena mendengar perkataan tersebut.
"lu nguntit gue ya?"
"ah emm siapa juga yang nguntit lu,gue aja gak kenal sama lu"
"tapi gue kayak kenal sama suaranya" (gumamnya dalam hati)
disisi lain,ardian mendengar suara decitan pintu dan derap langkah kaki seseorang,ardian tidak sama sekali menoleh.dia tetap memejamkan matanya.hingga dia merasa langkah kaki seseorang tersebut semakin mendekat.
__ADS_1
"lu nguntit gue?"
"ah emmm siapa juga yang nguntit lu,gue aja gak kenal sama lu"
merasa geram dengan lawan bicaranya ardian kemudian berdiri menatap tajam cewek di depannya.merasa ada yang menatap ke arahnya cewek tersebut pun mengalihkan pandangan kepada laki-laki tersebut,beberapa detik tatapan mereka saling mengunci keduanya enggan untuk memalingkan wajah sampai ada suara deheman dari arah pintu rofoftop.baru lah ardian membuang muka kearah lain tapi tidak dengan yola yang masih menatap wajah manis ardian.
"eheeemmm"
"cie yang lagi kasmaran"
"bacod lo berdua"
"wehhhh selow men"
"lah yol ngapain lo disini?" ucap fian.
yang merasa dipanggil pun menoleh dan bingung mau bilang apa "kalau gue bilang gue bolos pelajaran bu mirna pasti ardian jadi tambah ilfiel sama gue" ucap nya dalam hati
" emmm gu...e cuma mau cari angin" kata itulah yang tiba-tiba keluar dari mulut yola
yang kemudian dijawab oleh audry
"emang ditempat lain gak ada angin"
seketika tawa kedua teman ardian pun pecah,kecuali ardian yang emang notabennya cowok cuek,dinginnya kayak es tetap diam dan enggan berbicara.
yola yang merasa ditertawai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,karena merasa dipermalukan.
__ADS_1