
BRAK
Greta langsung mendorong tubuh milik Kesya, sehingga gadis itu terjatuh dan kepalanya terbentur di meja.
''Awkh!!'' pekik gadis itu, dia memegang jidatnya, lalu melihat tanganya ada darah. Sudah bisa di tebak, jidat milik gadis itu berdarah karna Greta.
‘’Kurang ajar lo!'' Greta berdiri siap ingin menyerang Greta, namun Greta dengan cekatan menendang perut gadis itu, lagi dan lagi Kesya menubruk meja-meja di dalam kelas, sehingga suaranya terdengar sampai luar.
''Sial! Pintunya ke kunci!'' ujar Cika, ingin membuka pintu kelas, karna dia mendengar kegaduhan dari dalam, entahlah siapa di bantai, hanya ada dua kemungkinan yaitu greta atau Kesya.
''Sya! Lo baik-baik aja, kan di dalam?'' teriak Puri.
Kesya memegang perutnya, sial kepalanya sakit dan jangan lupa perutnya ikutan sakit karna tendangan dari Greta.
Greta tersulut emosi, dia bisa mengendalikan dirinya, mengingat video miliknya sudah tersebar luas.
Greta melihat sekliling isi di dalam kelas ini, sementara Kesya masih berusaha menyeimbangkan rasa sakit yang di berikan Greta padanya.
Greta tersenyum menyeramkan kearah Kesya, membuat gadis itu harus hati-hati, dia melihat Greta berjalan menuju meja guru, diatas meja guru ada vas bunga membuat Kesya melotokan matanya saat Greta mengambil vas bunga tersebut.
''Mau apa lo Hah!'' Kesya memundurkan langkah kakinya, saat melihat Greta berjalan mendekatinya dengan vas bunga di tangan gadis itu.
Jangan lupa, sorot mata Greta menggelap, dia tidak berpikir lagi jika dia harus melukai gadis licik seperti Kesya.
‘’Tolongin gue!'' teriak Kesya meminta tolong kepada sahabatnya, sehingga mereka dari luar mendengar teriakan minta tolong dari Kesya.
__ADS_1
''Buruan buka pintunya, kita bodoh udah ninggalin Kesya sama Greta. Gadis itu gila!'' geram Puri.
Mereka melihat Gerald berlari menghampiri mereka.
''Rald, tolongin Kesya. Dari dalam dia minta tolong,'' ucap Pute dengan khawatir.
Gerald tidak bisa membuka pintu itu. ''Di kunci dari dalam sama Greta,'' ucap Cika.
‘’Tolongin gue!'' Kesya kembali berteriak, karna Greta semakin melangkah mendekatinya.
''Lo udah melampaui batas,'' geram Greta seraya berjalan mendekati Kesya.
Kesya menggeleng, keringat bercucuran di wajahnya cantik itu.
‘’Buruan buka!'' Mereka semua mulai panik.
''Lo yang sabar, Sya! Gerald udah mau buka pintunya!''
''Buruan! Gadis gila ini mau lukain gue!'' teriak Kesya.
Gadis itu sudah tidak bisa mundur lagi, karna dia sudah mentok di dinding kelas.
‘’Jangan gila, lo yah. Lo bakalan di penjara kalau lo sampai lukain gue!'' teriak Kesya karna Greta semakin mendekat.
''Hahahhaha!'' Greta tertawa, hatinya perih, jangan lupa air mata yang sedari tadi dia tahan turun membasahi kedua pipihnya.
__ADS_1
BRAK
Pintu di dobrak oleh Gerald, membuat Kesya melihat kearah pintu, Kesya langsung berlari menuju pintu kelas, namun dia langsung terjatuh karna Greta menendang kakinya.
Dan....
PRAK
''KESYA!!!!!!!''
🦋
Kejadian di sekolah tadi membuat Nanda susah tidur, bagimana tidak jika dia melihat dengan mata kepalanya Greta memecahkan vas bunga itu di kepala Kesya, sehingga Kesya langsung di larikan kerumah sakit.
Nanda baru saja pulang dari rumah sakit menjenguk keadaan Kesya, Nanda yakin jika ini ada hubungannya dengan video Greta yang tersebar.
Kemungkin besar Kesya yang memfiralkan video milik Greta, gadis itu tak segan-segan melukai seseorang.
Nanda sudah tidak tahu, bagaiamna kondisi Greta saat sudah melukai Kesya hingga gadis itu di larikan kerumah sakit.
Drt...
Ponsel milik Nanda bergetar, dia melihat Gerald menelfonya.
''Halo, Rald.'' Nanda menyapa Gerald di ujung Telfon.
__ADS_1
''Buruan keluar, aku ada di luar.''
''Ok.''