ARDIAN

ARDIAN
Mengantar Nanda pulang


__ADS_3

Tari berhasil membujuk Nanda untuk makan malam di rumahnya, dia memohon kepada Nanda, membuat gadis itu mau tidak mau menuruti permintaan Tari.


Untung saja Gina sudah memberikanya izin, tapi jangan pulang larut malam. Nanda merasa kikuk makan malam berhadapan dengan Ardian.


Nanda dan Tari duduk berdampingan, di hadapan mereka ada Ardian dan juga Ibnu.


Ibnu dan Tari mulai menyantap makananya, Ardian masih setia menatap Nanda menyungkirkan senyuman miringnya, membuat Nanda menatap Ardian dengan tatapan tajam.


Tari yang melihat tatapan Ardian kepada Nanda, langsung memberikan kode kepada suaminya, sehingga Ibnu melirik Ardian.


''Hm...'' Ibnu berdehem membuat Ardian berhenti menatap Nanda dengan tatapan jenaka.


''Anak tante emang nakal, tapi dia baik kok,'' ucap Tari kepada Nanda, seraya tersenyum membuat Nanda mengangguk kecil.


‘’Lanjut makanya, nanti kalau anak tante masih tatap kamu kayak tadi, nanti tante akan jewer telinganya,'' lanjut Tari menatap Ardian membuat Nanda tersenyum kecil.


Mereka berempat makan dengan khidmat, sudah beberapa bulan lamanya Nanda tidak makan dengan keluarga lengkap, karna papahnya sangat sibuk dengan pekerjanya di luar kota.


Ibnu dan Ardian mulai meninggalkan meja makan, karna mereka berempat sudah usai makan.

__ADS_1


''Kamu duduk di situ saja, biar tante yang beresin,'' ucap Tari dengan lembut, karna Nanda membantunya membereskan meja makan.


Padahal, hal itu tidak pernah di lakukan Nanda semenjak dia menjadi gadis remaja, ‘’nggak apa-apa, Tan. Biar Nanda bisa belajar jiga sedikit demi sedikit,'' ucap Nanda membuat Tari tersenyum.


Nanda mulai membersihkan meja makan, sementara Tari tengah mencuci piring di dapur.


Tari memang tidak mempekerjakan asisten rumah tangga du rumahnya, karna urusan dapur dia bisa mengerjakannya dengan sendiri.


Apa lagi Tari tidak bekerja, karna dia fokus kepada suami dan anaknya, mengurus segala perlengkapan anaknya, agar suami dan anaknya bahagia dan betah di rumah, namun tidak dengan Ardian, karna cowok itu selalu nongkrong bersama dengan temanya, kadang pulang kadang juga tidak.


Dari lantai atas, Ardian tersenyum melihat Nanda membersihkan meja makan, hal yang tidak pernah dia lakukan selama di rumahnya.


''Kamu kesini sama siapa?'' tanya Tari.


''Naik ojek Tan,'' jawab Nanda.


''Yaudah, biar anak tante yang antar kamu pulang,'' ucap Tari dengan semangat.


''Nggak usah, Tan. Nanda udah mau pesan ojek online,'' tolak Nanda secara sopan.

__ADS_1


''Kamu batalin aja, biar anak tante yang antar kamu,'' Tari kembali memberitahukan kepada Nanda.


''Tap—''


''Nggak ada penolakan cantik,'' ucap Tari tanpa penolakan.


Baru saja Tari ingin memanggil Ardian, dia sudah melihat anaknya menuruni anak tangga. Sepertinya Ardian tau, jika mamahnya akan menyuruhnya untuk mengantar Nanda pulang.


''Jangan antar Nanda pake motor,'' tegur Tari melihat anaknya meggunakan jaket persatuan ARIGEL.


''Biar cepat sampai, Mah,'' balas Ardian santai.


Dia melirik Nanda sejenak lalu kembali menatap mamahnya.


''Nggak bisa, ini barangnya Nanda banyak. Isinya ada kue. Ini toples kaca, loh, Ar. Nanti pecah. Kamu mau tanggung jawab?'' tuntut Tari membuat Ardian mengiyakan saja ucapan mamahnya itu.


Akhirnya Ardian mengambil kunci mobilnya, mobil yang di hadiahkan Ibnu saat ulang tahunya. Dia jarang menggunakan mobil, karna dia lebih nyaman menggunakan motor.


__ADS_1


__ADS_2