ARDIAN

ARDIAN
Kalau saya suka kamu?


__ADS_3

Greta tidak menyangka, jika dia akan berboncengan dengan Ardian, meski ini yang pertama dan terakhir kalinya. Tidak masalah baginya, karna lepas ini dia tidak akan mengejar cinta Ardian lagi.


Dia sudah tahu, jika cowok itu mencintai gadis lain, dia mampu bersaing dengan gadis yang menyukai Ardian, namun dia tidak bisa bersaing dengan gadis yang Ardian sukai.


''Thanks,'' ucap Greta, seraya turun dari atas motor.


Ardian tidak membalas ucapan gadis itu, Greta lebih dulu melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Nanda.


Tujuannya memang kesini untuk bertemu dokter Boy, karna dari kemarin Greta menunggu dokter itu, namun dia tak kunjung datang. Padahal, dokter yang menangani ibunya adalah dokter Boy, sehingga dia harus menjumpai dokter Boy di rumahnya langsung.


Tring...


Greta menekan bel rumah mewah di depanya ini. Boy yang sedang berkutat laptopnya di ruangan tamu, menghentikan pergerakan tanganya, saat mendengar suara bel bunyi.


Pria itu melihat ke jendela lebih dulu, jangan sampai yang datang Iksan. Boy menyeritkan alisnya, saat melihat sosok Greta dan Ardian berada di depan pintu.


Boy pikir, jika keduanya ada keperluan.


Ceklek.


Boy membuka pintu rumah, sehingga Greta dan Boy saling bertatapan.


‘’Nggak di ajak masuk dulu?'' tanya Ardian, karna dia belum di persilahkan untuk masuk.


Boy tertawa kecil. ''Masuk dulu.'' Akhirnya Boy mempersilahkan Greta dan Ardian untuk masuk.


‘’Cari Nanda?'' tanya Boy dan dibalas anggukan kepala oleh Ardian.


''Iya, karna udah dua hari dia nggak ke sekolah,'' ucap Ardian.


''Gue panggil Nanda dulu,'' pamit Boy.


‘’Saya ada keperluan sama dokter,'' ucap Greta membuat langkah kaki Boy terhenti.


''Ok, temuin saya di ruangan kerja saya,'' ucap Boy seraya menunjuk ruangan kerjanya.


Greta mengangguk paham, lalu Boy kembali melanjutkan langkah kakinya untuk memanggil Nanda.


‘’Assalamualaikum!''


Greta dan Ardian langsung melihat kearah pintu, rupanya yang mengucapkan salam adalah Cika dan Salsa, kedua gadis itu nampaknya ingin menjenguk Nanda juga.


''Eh, Ardian. Sejak kapan kamu di sini?'' tanya Salsa, kedua gadis itu masih menggunakan seragam SMA.


''Baru sampai,'' jawab Ardian.

__ADS_1


Bukan hanya Ardian, kedua gadis itu juga melihat Greta.


Salsa hanya tersenyum tipis kearah Greta, lalu kedua gadis itu duduk di kursi.


''Ra!'' Boy memanggil adiiknya, seraya mengetuk pintu kamar gadis itu.


''Iya!'' balas Nanda, lalu kemudian dia berjalan membuka pintu kamar.


Ceklek.


''Kenapa?'' tanya Nanda dengan suara lesuh.


‘’Teman lu ada di bawa,'' ucap Boy. ''Ardian,'' lanjut Boy membuat Nanda menaikkan alisnya sebelah.


Dia pikir yang datang Cika dan Salsa, karna kedua gadis itu sudah mengirimkanya pesan, jika mereka berdua sedang kerumahnya.


‘’Mendingan lu rapihan rambut, terus cuci muka,'' ucap Boy seraya mengusap rambut adiknya itu.


Nanda hanya mengangguk mengiyakan ucapan Boy, lalu gadis itu kembali masuk kedalam kamarnya, untuk merapikan rambutnya sebelum turun.


Sebenarnya, Nanda ingin mengajak Cika dan Salsa naik keatas kamarnya, namun saat tahu jika ada Ardian dibawah, membuat gadis itu mengurungkan niatnya.


Lepas merapikan rambutnya, dia berjalan menuruni anak tangga. Dia melihat pembantu di rumahnya sedang menyiapkan minuman untuk teman-temanya beserta kue yang Nanda bawa dari rumah Ardian.


Ardian tersenyum melihat Nanda, dia bisa melihat wajah gadis itu sedikit berbeda dari biasanya, mungkin dia berusaha menutupinya.


Hanya saja, gadis itu berada di ruangan kerja milik dokter Boy.


‘’Kenapa nggak ke sekolah?'' Pertanyaan pertama di lontarkan Ardian, membuat Nanda melirik cowok itu.


''Malas aja,'' jawab Nanda, membuat Ardian mengangguk, meski jawaban yang di berikan gadis itu membuatnya tidak percaya.


‘’Sorry, Na. Kita nggak bawa apa-apa buat kamu, soalnya tadi buru-buru,'' ucap Salsa.


‘’Nggak apa-apa. Minum dulu gih minumanya,'' ujar gadis itu dan dibalas anggukan kepala.


Ardian langsung meminum es jeruk yang di sediakan untuk mereka, sekali-kali Ardian mencuri pandang kepada Nanda, membuat gadis itu memberikan polotan mata untuk Ardian.


‘’Besok nggak ke sekolah lagi?'' tanya Ardian, seraya menyandarkan tubuhnya di sofa. ''Biar gue jemput sekalian,'' lanjutnya membuat Cika dan Salsa melirik cowok itu.


Mereka masih bertanya-tanya, apakah Ardian beneran suka dengan Nanda? Namun dilihat dari tindakan dan nada bicaranya, cowok itu benar-benar serius menyukai Nanda.


***


Boy sedang mencatat sesuatu, obat yang akan di ambil Greta di apotek rumah sakit nanti. Dia sampai mengejar dokter Boy di rumahnya, karna kemarin dokter itu tidak menampakkan batang hidungnya di rumah sakit.

__ADS_1


''Kalau boleh tahu, kenapa dokter nggak kerumah sakit, selama dua hari ini?'' tanya Greta, membuat pergerakan tangan Boy terhenti, dia melirik gadis itu lalu tersenyum.


‘’Kenapa? Kamu nyariin saya, yah,'' goda dokter Boy dengan tawa kecilnya, membuat Greta bergedik ngeri sendiri.


‘’Tentu saja saya mencari dokter, bagaimanapun dokter yang menangani mama saya,'' balas Greta membuat Boy manggut-manggut.


‘’Besok lusa saya akan ke Swiss, otomatis saya tidak akan kerumah sakit. Tapi kamu tenang saja, saya akan menyuruh dokter lain di rumah sakit, untuk menangani mama kamu, selama saya di Swiss,'' jelas Boy.


Jiwa kepo Greta sepertinya mode on. ‘’Dokter ngapain keluar negeri?'' tanya Greta seraya menaikkan alisnya sebelah.


''Mau liburan,'' jawab Boy, seraya memberikan secarcik kertas untuk Greta.


Greta manggut-manggut tanda mengerti dengan ucapan pria di hadapanya.


''Kamu tahu Swiss'kan?'' tanya Boy dan dibalas anggukan kepala oleh gadis itu.


‘’Tentu saja,'' balas Greta.


''Kamu nggak punya keingin kesana?'' tanya Boy lagi, membuat Greta tersenyum tipis.


''Swiss, surganya dunia. Siapa sih yang nggak mau kesana. Cuman nunggu waktu yang tepat saja, dan uang tentunya,'' balas Greta membuat Boy tersenyum tipis.


''Kamu bakalan kesana, andai aja kamu mau jadi istri saya. Saya bakalan ajak kamu ke negara yang mau kamu kunjungi, termasuk Swiss,'' ucap Boy enteng membuat Greta melototkan matanya dengan ucapan pria dihadapanya.


‘’Kenapa?'' tanya Boy.


''Pedofil.''


Ucapan Greta membuat Boy tertawa, kata-kata itu juga yang sudah di berikan Nanda padanya.


''Seriusan kamu nggak suka sama saya?'' goda Boy membuat Greta menjadi bergedik ngeri sendiri.


Dokter di depanya memang tampan, namun rasanya tidak cocok saja jika mereka sampai bersama.


Memikirkan hal itu membuat Greta menggelengkan kepalanya.


''Greta,'' panggil Boy. Sehingga gadis itu menaikkan alisnya sebelah, tanda ada apa?


''Kalau saya bilang. Saya suka sama kamu, apa respon kamu?''


Deg


Ucapan Boy untuk Greta dengan penuh kesungguhan. Membuat jantung Greta berdetak kencang.


Jangan lupa, tatapan mata pria itu begitu lekat menatapnya.

__ADS_1



__ADS_2