ARDIAN

ARDIAN
Move on


__ADS_3

Rafael tersenyum menyeringai kearah Nanda. ''Gue salut sama lo.'' Kata-kata itu langsung keluar dari mulut Rafael, dia mengambil mangkuk berisi bakao itu di depan Nanda, lalu dia yang memakannya membuat Nanda tercengang dengan tindakan Rafael itu.


''Cewek permen karet, yang udah buat kedua sahabat gue jatuh cinta,'' lanjut Rafael, seraya mengunyah bakso milik Nanda. ‘’Untung saja, waktu itu, gue nggak jadi jatuh cinta sama lo..Bisa dibilang hampir saja.''


Nanda tidak tahu, apa maksud ucapan Rafael itu, dia merasa cowok di depanya tiba-tiba saja sok akrab denganya.


''Gue nggak tahu, tujuan lo ngomong kayak gini apa. Tapi yang jelas, lo udah ganggu gue makan,'' ucap Nanda dengan sinis pada Rafael.


Cika dan Salsa sudah kembali ke kelas, mereka belum sadar jika Nanda saat ini belum juga balik.


Pute sudah tidur, kepalanya dia tidurkan diatas meja, Puri yang setia mengusap pundak gadis itu agar dia tidak merasa sendiri.


''Udah lo gampar sih Leo itu?'' tanya Puri pada Cika.

__ADS_1


''Nggak,'' balas Cika.


‘’Kenapa? Lo takut?'' Puri tertawa mengejek pada sahabatnya yang tomboi itu.


''Gue bukanya takut, tapi gue nggak mau di cap bades di sekolah ini, karna lawan cowok, apa lagi anak ARIGEL,'' jelas Cika dan dibalas anggukan mengerti oleh Puri.


Kedatangan seseorang membuat Cika, Salsa dan Puri melihat kearah pintu, senyuman terbit diwajah Puri saat melihat sosok Ethan.


''Hati-hati sama anak ARIGEL, mereka taunya nyakitin hati perempuan doang,‘’ ucap Salsa, gadis itu sengaja menaikkan sedikit suaranya, agar Ethan mendengar apa yang dia katakan.


Cukup dia dan Pute saja yang bodoh karna cinta, apa lagi mereka jatuh cinta dengan anak ARIGEL. Mereka merasa kecantikan mereka nggak ada apa-apanya dimata anak ARIGEL.


Ethan terkekeh mendengar ucapan Salsa, dia tahu jika gadis itu menyindirnya.

__ADS_1


''Lo tenang aja, gue nggak kayak Leo sama Rafael,'' ucap Ethan dengan santai, seraya melewati sahabat Puri, lalu menghampiri gadis itu. ''Buktinya aja, gue setia sama satu cewek saat itu. Hanya saja, dia mutusin gue.''


Cika melirik Ethan. ''Jadi lo mau jadiin Puri pelampiasan? Karna cinta lo ke Vani? Lagian ya, pacaran bertahun-tahun, mana bisa move on begitu cepat,'' sindir Cika, seraya membuka buku yang akan dia baca. Jarang-jarang loh Cika ngomong panjang kali lebar seperti tadi.


‘’Gue emang belum sepenuhnya Move on dari Vani. Tapi gue berusaha melupakan dia, karna mantan tetaplah mantan, nggak bisa di daur ulang.'' Ethan melakukan pembelaan pada dirinya sendiri, karna apa yang di katakan memang sebuah fakta.


Cika menatap Ethan dengan datar, gadis bernama Cika itu sudah tidak menggubris ucapan Ethan lagi, dia kembali melanjutkan baca bukunya.


''Mau ke kantin barengan?'' ajak Ethan kepada Puri dan langsung diberikan anggukan setuju oleh Puri, jika di mau jika Ethan mengajaknya ke kantin.


Puri pamit pada sahabtnya, pergi lebih dulu kantin, Salsa hanya menitip cemilan pada Puri untuk dia bawa nantinya, sementara Cika memesan minuman.


Ethan dan Puri berjalan meninggalkan kelas, untuk segera menuju kantin mengisi perutnya yang lapar itu. Seraya berbincang kecil

__ADS_1


__ADS_2