ARDIAN

ARDIAN
Tujuan lo kesini apa?


__ADS_3

Nanda langsung masuk kedalam mobil milik Cika, gadis itu menggunakan hodie berwarna hitam, membuatnya seperti laki-laki saja.


Apa lagi Cika meggunakan celana jeans sampai lutut.


''Seriusan kita mau ngikutin, Gerald?'' tanya Cika memastikan kepada Nanda.


''Iya, Ci. Lo lihat markas anak ARIGEL, kan?'' tanya Nanda memastikan kepada Cika.


Cika mengangguk mengiyakan ucapan Nanda. ''Nanti gue jelasin.''


Cika langsung menjalankan mobilnya untuk segara menuju markas anak ARIGEL. Untung saja Cika tahu markas anak ARIGEL, dari Salsa.


''Hati-hati, Ci,'' ucap Nanda karna hujan baru saja redah, sehingga jalan malam ini begitu licin, jika berkendara tidak berhati-hati.


''Iya. Lo tenang aja, gue udah pro,'' balas Cika dengan tawa kecil membuat Nanda menggelengkan kepalanya.


Nanda baru tau, jika kelima teman barunya itu sudah mahir menggunakan mobil. Sementara dirinya? Naik motor saja dia tidak tau, bahkan Jika dia ingin ke Indomaret, dia meggunakan sepeda saja.


Mobil milik Cika berhenti dari jarak 10 meter, dari markas milik ARIGEL. Nanda melihat motor milik Gerald masuk kedalam gerbang yang menjulang tinggi ke atas.

__ADS_1


''Lo yakin itu markas milik ARIGEL?'' tanya Nanda melihat markas anak ARIGEL.


Nanda bisa menebak, jika anak ARIGEL itu rata-rata anak orang kaya, terlihat markas mereka begitu besar.


''Iya,'' jawab Cika seraya melihat kearah depan.


Cika melirik Nanda, ''tujuan lo kesini apa? Sampai-sampai ngikutin Gerald sampai sini?'' tanya Cika dengan menyipitkan matanya kearah Nanda.


Nanda mengembuskan nafas berat, sebelum menjawab pertanyaan dari Cika.


''Anak ARIGEL nyulik teman gue,'' ucap Nanda membuat Cika melotokan matanya. ''Hm...lebih tepatnya lagi, orang yang pernah gue tolongin,'' lanjut Nandaa.


‘’Gimana bisa, Sih. Dika itu siapa? Kenapa bisa anak ARIGEL nyulik teman lo itu?'' Rentetan pertanyaan di berikan Cika untuk Nanda. ‘’Gue tebak, Dika pasti musuh anak ARIGEL,'' lanjut Cika membuat Nanda mengangguk mengiyakan ucapan Cika.


''Gue nggak sengaja dengar obrolan Gerald sama temanya, gue dengar Dika di culik lagi sama orang lain,'' balas Nanda membuat Cika mencernah ucapan Nanda barusan.


‘’Tunggu...lo dengar percakapan Gerald sama salah satu temanya? Itu berarti lo dekat dengan Gerald?'' tanya Cika membuat Nanda terdiam.


Dia terjebak dengan ucapanya sendiri.

__ADS_1


''Jujur sama gue, sebenarnya lo sama Gerald dekat, kan?'' tanya Cika lagi.


''Bukan waktunya sekarang kita ngomongin Gerald. Besok di sekolah gue jelasin sama lo. Cukup kita berdua yang tau. Kesya, Puri, Pute dan Salsa jangan sampai tahu,'' ucap Nanda membuat Cika mengangguk.


''Ok, besok di sekolah gue tunggu penjelasanya,'' ucap Cika.


''Kita mau turun nyamperin anak ARIGEL kedalam markasnya atau gimana?'' tanya Cika, karna Nanda belum ada pergerakan ingin trun atau tetap di dalam mobil.


''Kita ikutin mereka,'' balas Nanda seraya melirik Cika.


''Hah? Maksud loh, kita ikutin mereka kemana?'' tanya Cika seraya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


‘’Gini, Ci. Kita ikutin mereka, gue yakin mereka bakalan cari Dika sampai ketemu. Gue yakin, musuh mereka yang nyulik Dika,'' ucap Nanda membuat Cika kembali menggeleng.


‘’Nekad bener lo.''


''Kita ikutin mereka, Ci!'' tunjuk Nanda, karna lima motor keluar dari markas anak ARIGEL.


Nanda yakin, jika itu adalah Ardian dan kawan-kawanya.

__ADS_1


Terlebih dahulu, Cika menghembuskan nafasnya berat.



__ADS_2