ARDIAN

ARDIAN
Kedatangan Tari


__ADS_3

Sedari tadi, Kesya selalu tersenyum, saat melihat berita pengakuan papanya mengenai dirinya dan juga mamanya, sudah tersebar di saluran tv di mana-mana.


''Akhirnya, gue bisa keluar dengan tenang,'' beo Kesya seraya membaringkan tubuhnya, menatap langit-langit kamarnya dengan senyuman mengambang. ''Kalau seperti ini, papa nggak akan jatuh miskin. Nggak sia-sia juga gue mau lakuin percobaan bunuh diri. Andai gue tahu, cara ini satu-satunya bisa buat papa nurut, udah lama gue lakuin.''


Kesya melirik kearah meja belajarnya, disana ada beberapa buku yang sudah hampir dua minggu tidak dia sentuh. ‘’Besok gue bakalan ke sekolah lagi. Dan gue bakalan buat perhitungan sama, Nanda,'' ucap gadis itu seraya mengepalkan tanganya.


Dia tidak sabar menunggu hari esok, dia akan memberikan pelajaran pada Nanda. Dia yakin, dengan klarifikasi papany di depan tv, sudah tidak ada yang akan membullinya lagi.


''Gue hampir lupa, sebelum gue kasi pelajaran sama Nanda, lebih dulu gue kasi pelajaran sama Greta. Dasar cewek murahan lo, Gre,'' decak Kesya.


Gadis itu tak habis pikir, jika Greta membalas perbuatanya itu, jauh lebih menyeramkan dari tindakan yang dia lakukan pada Greta.


Kesya sangat dendam dengan Greta, bagaiamana tidak jika Greta adalah sumber masalah dari semua musibah yang menimpa hidupnya, hingga dia tidak tenang.


''Gue yakin, kalau Greta mulai dekat dengan Nanda. Kalau mereka sampai dekat, gue bakalan hancurin keduanya,'' sinisnya. Kesya belum bisa memaafkan perbuatan Greta, gadis itu sudah membuatnya masuk rumah sakit dan di permalukan di sekolahnya.


Greta tahu ini, selain balas dendam, gadis itu ingin membantu Nanda agar dirinya malu.


''Lo lihat aja besok, gue bakalan buat kalian menderita.''


***


Pukul 21:00, Nanda tidak bisa tidur karna satu hari ini dia tidak menjenguk Gerald. Gadis itu bangun dari tempat tidurnya, menyalakan lampu kamar lalu berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Dia bingung, apakah dia harus kerumah sakit malam ini dengan cara pergi diam-diam atau meminta izin dengan Boy?


Tok...Tok...Tok


''Ra, lo udah tidur belum?''


Baru saja Nanda memikirkan kakaknya itu, dia langsung berada di depan pintu kamarnya. ''Panjang umur,'' gumamnya lalu berjalan keluar kamar mandi, padahal baru saja dia ingin cuci muka.


''Bentar, gue bukain pintu!'' sahutnya lalu membukakan Boy pintu.


Ceklek.


''Ada yang nyariin lu dibawa,'' ucap Boy membuat Nanda memasang raut wajah bingung.

__ADS_1


''Ardian?'' tanya Nanda memastikan.


''Lebih tepatnya lagi, nyokapnya Ardian,'' jelas Boy membuat Nanda terdiam dengan penjelasan kakaknya itu.


Dia kaget saja, saat Boy mengatakan jika dibawa ada nyokapnya Ardian.


‘’Kok bisa kesini?'' tanya Nanda.


''Katanya kangen sama lu, Ra. Dibawa ada mama, kebetulan mereka berdua saling kenal. Dari yang gue denger dari obrolan mama, kalau mereka berdua teman lama,'' ucap Boy lagi membuat Nanda mengangguk kecil.


''Loh, mama ada dibawa? Bukanya mama lagi di infus di dalam kamar? Di Lepasin infusnya lagi?'' Rentetan pertanyaan di lontarkan gadis itu.


''Mama pake kursi roda,'' ucap Boy. ''Buruan lu turun kebawa.'' Boy langsung pergi meninggalkan Nanda di depan pintu.


''Ardian ada dibawa nggak?''


''Nggak ada!''


Gadis itu menutup pintu kamarnya, lalu berjalan menuruni anak tangga.


''Malam juga, anak cantik.'' Tari mengusap rambut panjang Nanda lalu gadis itu duduk di sofa singel.


''Ra, kamu kenapa nggak ngomong sama mama. Kalau mamanya Ardian itu Tari,'' ucap Gina.


''Mama nggak nanya sama aku juga, kan,'' balas gadis itu membuat Tari tertawa kecil, sementara Gina menggelengkan kepalanya.


''Asal kamu tahu ya, Ra. Mamanya Ardian itu. Teman baik mama pas SMA. Sampai sekarang juga,'' kata Gina lagi.


''Kamu bisa aja.''


''Oiya, kamu udah tahu belum, kalau anak kamu sama anak aku itu pacaran loh,'' ucap Tari dengan senyuman sumringah kearah nanda dan Gina.


Deg...


Jantung nanda berdetak tidak karuan, dia lupa memberitahukan pada mamanya, jika dia dan Ardian pacaran bohongan di depan orang tua Ardian.


‘’Benaran, Ra?'' tanya Gina memastikan melihat kearah anaknya itu. ''Saya nggak diberitahu kalau anak saya ini pacaran sama anak kamu,'' lanjut Gina seraya tersenyum kecil kearah Tari.

__ADS_1


Apa yang dia katakan memang benar, jika dia tidak tahu akan hal ini, nanda tidak pernah memberitahukannya padanya.


''Mungkin aja dia malu,'' ucap Tari dan dibalas anggukan kecil oleh Gina.


''Mungkin.''


Mereka asik mengobrol, Nanda tidak habis pikir, mengapa bisa orang tua Ardian bisa berada di sini, bagaiamana bisa wanita itu tahu rumahnya?


Saat Tari pulang, maka Nanda akan siap-siap di interogasi oleh Mamanya itu. Meski dalam keadaan kurang sehat, Gina pasti akan aktif jika membahas tentang anaknya.


Gina juga sempat terkejut, saat Tari mengatakan jika anaknya berpcaran dengan Ardian. Pasalnya, Nanda tidak pernah membicarakan hal yang lumayan penting ini.


''Semalam saya juga habis jengukin Gerald. Karna kondisi saya sekarang kurang sehat, jadi saya nggak kerumah sakit dulu.'' Mereka berdua mengobrol mengenai kondisi Gerald saat ini.


Apa lagi Gina mengatakan pada Tari, jika Gerald itu sahabat masa kecil anaknya.


''Saya juga baru aja pulang dari rumah sakit, makanya saya dan suami terus kesini. Pas aku tahu kamu orang tuanya Nanda, saya malah semakin semangat anak kamu dan saya menjalin hubungan yang lebih serius lagi,'' ungkap Tari dengan rasa senang.


''Kamu bisa saja.''


Nanda hanya menyimak obrolan kedua wanita cantik itu, Nanda bisa melihat keakraban diantara kedua wanita cantik itu.


''Kamu sudah lama nggak jalan-jalan kerumah lagi. Apa kamu punya masalah sama Ardian? Hubungan kalian baik-baik aja'kan?'' tanya Tari memastikan, karna hampir dua minggu ini, Nanda tidak kerumahnya.


Berulang kali Tari menanyakan Ardian mengenai hubungannya itu, namun anaknya enggan untuk menjawabnya.


Makanya dia berani menghampiri Nanda langsung, menanyakan kabar dan hubungannya.


''Nanda sama Ardian baik-baik aja kok, Tan. Cuman beberapa hari ini, Nanda sibuk di rumah sakit,‘’ balas Nanda dan dibalas anggukan paham oleh Tari.


''Baguslah. Kalau hubungan kamu sama anak tante baik-baik aja,'' ucap Tari yang hanya dibalas anggukan saja oleh Nanda.


Dia menyesal telah berbohong kepada orang Tari, karna wanita itu sudah berharap lebih mengenai kedekatannya dengan Ardian.


''Oiya, Gi. Suami kamu mana? Dia nggak luapkan sama suami aku, kalau mereka pernah jadi sahabat dekat.'' Tari mencari keberadaan Iksan, karna dia tidak muncul. ''Apa dia masih seperti dulu? Sibuk dengan pekerjaannya?''


Gina diam sejenak, lalu kemudian dia tersenyum tipis pada teman lamanya itu. ''Mas Iksan sudah menikah lagi.''

__ADS_1


__ADS_2