ARDIAN

ARDIAN
Nggak niat ajak kitta jalan?


__ADS_3

Bibi tengah mengajikan makanan diatas meja, di bantu oleh Nanda, Pute, Cika da juga Puri, sementara Kesya hanya tinggal duduk saja, memperhatikan mereka. Sakali-kali Puri menyindir Kesy karna hanya diam seperti seorang ratu, tidak brniat membantu mereka.


"Makasih udah bantuin, Bibi."


"Sama-sama, bi."


Bibi meningglakandapur, sementara Nanda, Kesya, Puri, Pute dan juga Cika sudah duduk di meja makan, sembari menunggu kedatangan Boy. Mereka sempat mengajak sang bibi untuk makan bersama, hanya saja wanita baya itu menolaknya.


Kesya duduk di samping Pute, sementara di depan mereka ada Nanda, Cika dan juga Puri. Mereka tinggal menunggu kedatangan Boy, barulah mereka menyantap makan malam yang lezat di hadapan mereka.


Tidak butuh waktu lama, Boy datang lalu bergabung di mejamakan. Dia duduk di ujung meja, kursi yang biasanya Iksan gunakan saat makan bersama keluarganya kini sudah di gantikan Boy.


"Ayok makan," kata Boy dengan ramah kepada teman-teman adiknya, membuat Kesya tersenyum sinis.


Pasalnya, sikap Boy seperti orang kesetanan jika melihatnya, dan berubah menjadi manis seperti ini dengan orang lain. Mereka makan dengan khidmat, tdak ada yang mengelurkan sepatah katapun di meja makan, hanya ada dentingan sendok yang beradu di meja makan saat ini.


"Gimana makananya? Enak nggak?" tanya Boy.


Saat ini mereka berada di ruangan tamu, Boy hanya berbasi-basi dengan teman-teman adiknya.


"Enak banget," puji Puri dengan tawa kecil.


Jawaban yang di berikan Puri dan Cika sama.


Sementara Kesya hanya diam aja, sebenarnya ia malas di sini, dan jenuh jika dia seorang diri. Makanya dia mengikuti Pute sampai sini. Untung saja Pute orangnya netral, jadi dia tidak pernah menganggap Kesya musuh.


Saat Kesya mengatakan ingin iut denganya kerumah Nanda, tentu saja Pute sangat bahagia mendengarnya. Ini adalah awalyang baik untuk hubungan persahabatan mereka, setelah di landa banyaknya masalah.

__ADS_1


Boy fokus dengan laptopnya, mengecek email yang di kirim oleh tangan kanan mama nya di kantor. Semenjak Iksan mengkhianati  rumah tangganya, Boy turun tangan mengambil perusahaan milik mamanya yang di wariskan dari sang kakek Boy. Sementara Boy hanya memberikan beberapa persen untuk Iksan, sebenarnya Boy juga tidak  ingin memberikan cabang perusaaan pada Iksan yang terletak diluar kota. Hanya saja Gina menyuruhnya untuk memberikan pada Iksan juga, karna selama orang tua Gina meninggal, Iksan lah yang turun tangan menangani perusahaan.


Anggap saja, itu sebagai hadiah  dari Boy, karna papa nya sudah memajukan perusahaan milik kakeknya.


Boy sibuk dengan laptopnya,sementara Puri sibuk nonton Tv, Cika sibuk dengan buku bacaanya, sementara Pute tengah main game bareng Leo, sementara Kesya, dia hanya mengscrol ig saja.


"Bang Boy nggak ada niatana bawa kita jalan-jalan malam ini?" tanya Nanda, karna dia sangat suntuk di dalam rumah.


Seluruh tatapan mata terarah pada Nanda, setelah mengatakan hal barusan. Puri langsung menatap Nanda, "yang dibilang sama Nanda ada benarnya juga tuh kak Boy. Mumpung kita ada di sini juga," timpal Puri dan dibalas anggukan setuju oleh Cika dan Pute. Sementara Kesya hanya menyimak saja.


"Kalian mau?" tanya Boy seraya menutup laptopnya.


''Mau banget!" jawab mereka. Yang paling semangat adalah Puri.


Boy nampak berpikir sejenak, malam ini memang dia tidak terlalu sibuk. "Ok, kalian siap-siap, dua puluh menit kumpul di sini lagi," kata Boy memandu anak remaja itu.


Lepas itu mereka ke kamar Nanda untuk siap-siap, mereka meminjam pakaian milik Nanda, karna mereka tidak membawa baju ganti.


"Tau aja lo selera, Cika," celetuk Puri, melihat celana itu diberikan pada Cika.


Nanda hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Puri.


"Nan, lo punya mini dres motif bunga kecil nggak?" tanya Puri.


"Gue punya,"  jawab Nanda, seraya membuka lemari bajunya, lalu mengambil satu dres mini bermotif bunga kecil, dres mini itu berwarna pastel.


"Pas banget nih," kata Puri mengambil mini dres itu. "Lo punya cardigan oversize yang senada sama dres ini?" tanya Puri lagi.

__ADS_1


"Bentar, gue cari dulu." Gadis itu kembali membukalemari, lalu menemukan apa yang ia cari.


"Lemari baju lo kayak tokoh aja, Nan. Semuanya ada,'' kata Puri mengambil cardigan yang senada dengan dres mininyaa. Dia menunggu Cika keluar dari kamar mandi, karna ia tengah mengganti baju.


"Lo mau pake baju apa, Put?" tanya Nanda, karna Pute masih nampak berpikir.


"Lo punya baju kerah scoop?" tanya Pute setelah memikirkan otd apa yang ingin ia kenakan malam ini. "Sama rok flare yang warnanya kontras seperti warna hijau?" tanya Pute membuat Nanda berpikir sebentar, apakah dia punya pakain seperti yang Pute katakan.


"Bentar gue cari." Nanda kembali membuka lemari bajunya. Nanda mengtakan pada temanya agar mereka saja yang melihat bajunya, namun mereka malah menyuruh Nanda, karna mereka akan pusing memilih di lemari, jadi mereka hanya request apa yang akan mereka pakai.


Untung saja baju dan rok yang Pute inginkan ada, dia membawa rok berwarna ontras hijau engan motif polkadot, membuat Pute makin kesem-sem.


"Duh, Nan. Benar kata Puri kalau lemari baju lo itu udah kayak toko baju, semuanya lengkap,'' takjubnya, sementara Nanda hanya menggeleng, dia hanya merasa semua yang mereka inginkan ada di lemari bajunya, semua itu hanya kebetulan saja.


Cika keluar dari kamar mandi, Puri dan Pute langsung masuk berdua kedalam, agar mereka tidak memakan banyak waktu.


Styles Cika nampaksederhana, celana jeans dengan lutut yang sedikit sobek, di padukan dengan kemeja berwarna htam. Cika duduk di meja hias Nanda, dia hanya mengenakan liptin saja.


Nanda kemudian melirik Kesya, karna gadis itu masih diam, semenjak obrolan mereka di dapur tadi, sikap Kesya kepada Nanda semakin tidak bisa tersentuh.


"Lo nggak mau ikut?" tanya Nanda, karna Kesya hanya asik bermain game.


Tanpa menatap kearah Nanda, gadis itu langsung berjalan menuju lemari baju Nanda, dia sendiri yang akan mengambil baju yang akan yang ia kenakan. Kesya malas untuk ikut, jika dia tidak ikut sama siaapa di sini? Apa lagi Pute ikutan juga.


Kesya mengambil crop sweater berwarna pink dusti lalu mengambil rok mini skirt hitam material kulit.


Kesya berjalan menuju kamar mandi, setelah meliht Puri dan Pute keluar, penampilan kedua gadis itu sangat cetar, siapapun yang akan  melihatnya, akan terpesona.

__ADS_1


Mereka tida tahu, Boy ingin membawa mereka kemana, outfit yang mereka kenakan sangat mewah, jangan sampai Boy hanya membawa mereka makan di pinggir jalan.


Sungguh, sangat bertolak belakang dengan pakaian yang mereka kenakan, jika Boy hanya mengajak merea makan di pinggir jalan malam ini. Tapi tidak mungkin sih Boy mengajak mereka makan,karna mereka baru saja selesai makan.


__ADS_2