ARDIAN

ARDIAN
Siapa lagi kalau bukan Kesya


__ADS_3

Tari langsung minta maaf saat menghampiri Fatur, sudah hampir satu jam dia berada di kamar Ardian, menggoda anak nya hingga ia lupa jika dia menyuruh Fatur menunggu nya di taman.


Tari tersenyum senang, saat melihat kentang goreng buatan nya telah di lahap oleh Fatur, hingga habis. Hanya sisa setengah es teh milik cowok itu.


"Fatur mau ngomong apa sama Mama?" tanya Tari, dia penasaran anak nya ingin berkata apa padanya. Terlebih lagi, saat Fatur mengatakan jika tahun ini dia tidak ingin lulus.


Kenapa coba, itu yang di pikir Tari. Jika Fatur beranggapan dia tidak akan lulus, karna dia masuk sekolah di saat-saat kelas 3 ingin ujian nasional. Apa anak itu takut tidak lulus?


"Fatur mau minta maaf."


Deg...


Ada rasa bahagia saat Tari mendengar kata-kata itu. Ucapan maaf yang barusan keluar dari mulut anak cowok itu.

__ADS_1


Tari tersenyum hangat kearah Fatur, dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun, saat Fatur mengucapkan kata maaf.


"Fatur minta maaf atas sikap Fatur yang nggak baik," kata Fatur lagi, "pernah nyulik anda padahal anda tidak tahu apa-apa." Rasanya Fatur ingin menggerutu dirinya sendiri, padahal dia sudah latihan untuk memanggil Tari dengan sebutan mama. Namun kenapa mulut nya malah berkata formal pada wanita di depan nya.


"Nggap apa-apa. Mama paham kok. Yang penting Fatur udah bisa nerima Mama, sama Ardian. Walau gimana pun, Ardian tetap adik kamu," jelas Tari kepada Fatur membuat Fatur hanya mengangguk kecil. "Kesalahan Fatur udah Mama maafin," lanjut nya.


"Terimakasih."


"Oiya, Tur. Tadi kamu mau ngomong sesuatu, 'kan, kamu mau ngomong apa?" tanya Tari lagi.


"Kenapa kamu nggak mau lulus?" tanya Tari lembut, "kamu nggak usah khawatirkan soal nilai kamu. Kau tahu kan, siapa papa kamu. Semuanya akan di tangani dengan mudah," jelas Tari lagi.


Fatur tahu, jika Papa nya adalah pemilik sekolah tempat nya sekolah. Andai bukan, mana mungkin Fatur bisa masuk sesuka hati nya saja.

__ADS_1


"Fatur mau bareng lulus nya sama Ardian," ungkap nya membuat Tari tersenyum mengembang, dia tidak menyangka jika Fatur mempunyai alasan yang membuat nya bahagia.


Tidak apa menurut Tari menunda kelulusan, yang penting Tari tahu jika Fatur mulai menerima Ardian sebagai adik nya dan dia berharap lulus bersama.


"Iya nggak apa-apa. Yang penting kamu janji ya sama Mama. Tahun depan kamu harus lulus bareng adik kamu. Nggak ada lagi drama tinggal kelas atau nggak lulus. Kamu tahu nggak, Ardian juga udah mulai rajin belajar, karna dia mau naik kelas. Pokoknya, kalau kalian berdua lulus tahun depan, Mama bakalan kasi apapun yang kalian minta," ujar Tari menggebu-gebu membuat Fatur menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


Ia pikir, mama nya akan marah atau kecewa, tapi ini malah bahagia.


Mereka berdua mengobrol kecil, entah sejak kapan percakapan mereka mulai nyambung, hingga Tari bertanya pada Fatur.


"Tur, cewek yang pernah kamu ajak makan malam bareng keluarga kita, kemana ya?" tanya Tari.


"Fatur udah lama putus," jawab Fatur membuat Tari tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Sekarang kamu pacaran sama cewek yang malam itu kamu bawa ya?" goda Tari membuat Fatur membeku.


Siapa lagi kalau bukan Kesya.


__ADS_2