
''Dari mana lo, Rald?'' tanya Ethan, karna melihat Gerald baru bergabung denganya.
Ardian mendongakkan kepalanya, melihat Gerald baru bergabung dengan mereka, setelah setengah jam cowok itu pergi entah kemana.
Gerald tidak menjawab pertanyaan Ethan, hingga cowok itu menyandarkan kepalnya di kursi tunggu.
Mereka masih berada di rumah sakit, ''kita pulang,'' ajak Ardian membuat Gerald melirik cowok itu.
''Kalian duluan aja,'' ucap Gerald kepada sahabatnya.
''Leo, gue boleh pinjam motor lo? Lu yang bawa mobil, gantiin gue,'' ucap Gerald dan dibalas anggukan kepala oleh Leo.
''Lo pulangnya sama Nanda?'' tanya Izam penasaran kepada sahabatnya yang dingin itu.
''Nanda pulang sama kalian, nggak mungkin gue ajak pulang bareng sama gue naik motor. Ini udah malam,'' ujar Gerald seraya tersenyum tipis membuat Ardian terdiam sejenak.
Leo memberikan kunci motornya kepada Gerald, sementara Ethan masuk kedalam ruangan Kesya untuk memanggil Nanda dan Greta untuk pulang.
Nanda dan Greta keluar dari ruangan Kesya, sahabat Kesya yang lain tidak ada, makanya Greta bisa masuk dalam keadaan terpaksa.
__ADS_1
''Kita pulang,'' ucap Izam kepada Greta dan dibalas anggukan kepala oleh Nanda.
''Kalian duluan,'' ucap Greta tanpa menatap wajah anak ARIGEL sama sekali.
''Kenapa lo nggak mau balik? Apa lo masih mau celakain Kesya di rumah sakit ini.'' Suara milik Puri memasuki gendang telinga mereka.
Sehingga mereka semua langsung melihat kearah puri dan sahabatnya berjalan kearahnya.
Puri menatap tajam Nanda, lalu menatap Greta. '' lebih baik lo pulang,'' usir Puri membuat Greta menatapnya tak kalah tajamnya.
‘’Tanpa lo suruh gue bakalan pulang!'' gerundel Greta.
''Dan lo...'' Puri menunjuk Nanda. ‘’Lebih baik lo pulang juga sama teman lo itu,'' lanjutnya membuat Salsa, Pute Dan Cika menatap Puri dengan tatapan tidak percaya.
''Belaian aja Nanda,'' desis Puri lalu masuk kedalam ruangan Kesya.
''Gue susul Puri dulu,'' kata Pute kepada Salsa dan Cika.
Pute menyusul Puri kedalam ruangan Kesya. Sementara Cika dan Salsa langsung menghampiri Nanda.
__ADS_1
''Nan, kamu nggak usah ambil hati ucapan Puri tadi. Dia kalau marah emang kayak gitu,'' ucap Salsa dan dibalas anggukan kepala oleh Cika.
''Lo tenang aja, kita nggak bakalan ninggalin lo. Meskipun kita baru berteman,'' ujar Cika dan dibalas anggukan setuju oleh Salsa.
‘’Makasih,'' ucap Nanda seraya tersenyum tipis.
Greta langsung pergi meninggalkan Mereka semua, membuat Nanda menatap punggung gadis itu.
Nanda tahu, mengapa Greta tidak pulang, karna suatu alasan yang jelas.
Gerald lebih dulu pergi meninggalkan mereka, mobil Gerald di kemudikan oleh Leo. Sehingga Nanda duduk di depan bersama dengan Leo.
Ardian melihat Gerald singgah di depan Indomaret, sepertinya cowok itu ingin membeli sesuatu.
Mungkin untuk Nanda, itu dalam benak Ardian. Ardian membunyikan klakson motornya tanda dia duluan, dan dibalas jempol oleh Gerald.
Gerald masuk kedalam Indomaret.
''Ada coklat yang udah di bentuk Love?'' tanya Gerald dan dibalas anggukan kepala oleh kasir itu.
__ADS_1
Kasir tersebut langsung memberikan coklat itu pada Gerald.
Cowok itu tersenyum tipis, besok adalah hari Valentin, besok dia akan memberikan coklat ini kepada Nanda, gadis yanh satu-satunya dalam hatinya.