ARDIAN

ARDIAN
I Love You, Ardian


__ADS_3

Nanda masuk kedalam kantin, dia mengarahkan pandanganya mencari meja anak ARIGEL.


Sial sih, dia harus terjebak dengan permainan ini. Gadis itu sepertinya menyesal karna ke sekolah pagi ini.


Dia bermain Truth or dare yang membuatnya terjebak di permainan ini.


Nanda melihat meja pojok, rupanya anak ARIGEL duduk di kursi paling pojok, Gerald yang merasa seseorang memperhatikan meja mereka lngsung melihat kearah pintu, dimana Nanda sedang memperhatikan mereka berenam.


Mereka berdua bertatapan, beberapa hari ini Gerald sibuk sehingga dia belum pernah ke rumah Nanda, atau sekedar bertegur sapa dengan gadis itu di sekolah.


Gerald punya niat, habis pulang sekolah dia akan kerumah Gina. Soal kabar Dika yang mereka culik belum di ketahui oleh Nanda.


Ardian melirik Gerald, lalu mengikuti arah pandang cowok itu. Lagi-lagi Ardian melihat Gerald dan Nanda adu tatapan.


Ardian yang sudah tau hubungan mereka berdua, meski belum sepenuhnya, hanya tersenyum tipis saja.


''Sepertinya cewek permen karet itu udah tau, kalau kita yang culik Dika,'' ucap Leo membuat mereka berenam langsung menatap Nanda yang berada di pintu kantin, menatap mereka.


''Gue sepemikiran sama lo,'' ujar Izam.


''Dan sepertinya cewek angkuh itu lagi mau nyamperin kita,'' lanjut Izam dan dibalas anggukan kepala oleh sahabatnya.


''Ini yang gue tunggu,'' gumam Ardian di dengarkan dengan seksama oleh sahabatnya.


Gerald tidak punya pikiran, jika Ardian akan menyukai sahabatnya.


''Lo yakin Nanda bakalan lakuin tantangan ini?'' tanya Kesya melihat Nanda yang berulang kali menghembuskan nafas berat.


''Gue sih yakin,'' ucap Cika, ‘’secara Nanda hanya menganggap ini hanya permainan saja.''


Mereka berlima masih menatap Nanda dari tembok pembatas kantin satu.


''Aku kok kasihan lihat Nanda,'' ujar Salsa, dia bisa melihat Nanda nampak bingung harus mengucapkan apa dulu.


Nanda menghembuskan nafas berat, dia menarik nafasnya lalu menghembus nya dengan pelan.


Dia maju beberapa langkah menuju meja Ardian, banyak pasang mata di kantin menatap Nanda dengan bingung.


Sekitar beberapa meter dari meja Ardian, gadis itu mengambil permen karet di saku bajunya, lalu mengunyahnya.


Kesya dan kelima sahabatnya menggeleng seraya tersenyum melihat Nanda, mereka bisa melihat gadis itu memakan permen karet guna menghilangkan ke kegugupannya.


Leo tersenyum melihat Nanda, gadis itu emang identik dengan permen karet.


Sementara Ardian tersenyum, dia sudah menduga jika Nanda akan menghampiri dirinya, karna sudah menculik Dika.


''I Love You, Ardian!''


Senyuman jenaka yang sedari tadi Ardian pamer, langsung hilang begitu saja, saat Nanda mengucapkan 'I Love You, Ardian'


Nanda bersedekap dadah mengucapkan kata keramat tersebut, mulutnya setia mengunyah permen karet, jangan lupa dagunya dia angkat, memberikan kesan angkuh.

__ADS_1


Gerald? Jangan tanyakan lagi soal cowok itu, jantungnya berdetak tak karuan saat kata-kata di luar ekspestasi itu keluar dari mulut Nanda.


Izam, Leo dan Ethan saling berpandangan, mereka pikir Nanda kesini untuk memaki mereka, karna sudah menculik Dika.


Sementara Rafael hanya tersenyum kecil saja, nampak tak terlihat.


‘’Diluar dugaan,'' gumam Ethan dan dibalas anggukan kepala oleh Izam.


''Ini ceritanya, Nanda nembak lo, Ar?'' ungkap Izam.


Ardian dan Gerald masih belum bergeming.


‘’Elleh. murid baru yang centil!''


‘’Nggak malu banget sih nembak cowok!''


‘’Gimana kalau kak Ardian punya cewek, terus dia nembak kak Ardian!''


''Murah banget sih!''


Dan banyak lagi omongan yang Nanda dengarkan tentang dirinya, yang mengucapkan kata I Love you Ardian.


Kesya mengirimkan pesan kepada Nanda, untuk segera keluar dari kantin, karna murid-murid akan menyerang dirinya dengan omonganya barusan.


Ingat, ARIGEL mempunyai banyak fans di sekolahnya, terutama kaum hawa mengidolakan sosok cowok bertindik seperti Ardian.


Nanda hanya abai dengan omongan para gadis yang memakainya. Lagian, ucapan yang dia ucapkan tidaklah benar, ini hanya permainan saja.


Byurrrr


Semua penghuni kantin melotokan matanya, saat seorang gadis menyiram tubuh Nanda dengan es jeruk.


Rambut gadis itu basah, serta baju sekolahnya transparan, sehingga kedua tonjolan itu kentara di pandang mata.


''Beraninya lo yah, nembak Ardian!''


Gerald langsung berdiri dari tempat duduknya, dia membuka jaket bertuliskan ARIGEL lalu menghampiri Nanda.


Nanda mengepalkan tanganya, dengan tubunya sedikit kedinginan.


Dia menatap gadis yang waktu kemarin mendapatkan tamparan dari Kesya. Gadis itu adalah Greta.


Gerald datang langsung menghampiri Nanda. Dia memakaikan gadis itu jaket, agar Nanda tidak kedinginan dan tubuhnya terekspos karna air jeruk.


''Ra, kamu nggak apa-apa?'' tanya Gerald, Nanda tidak menjawab.


Nanda melirik meja di sampingnya, dia mengambil kuah bakso diatas meja itu.


Byurr


Diluar dugaan, Nanda menyiram Greta dengan kuah bakso yang pedis, dengan sedikit panas.

__ADS_1


''Awkh!'' ringis Greta , merasakan panas dan juga pedis memasuki matanya.


''Lo udah siram gue, padahal kita berdua nggak kenal, gue juga nggak punya urusan sama lo!'' desis Nanda.


''Kurang ajar lo!'' Greta berusah membuka matanya, di siram kuah bakso membuatnya merasa terhina di depan banyak orang.


Dia tidak menyangka, jika Nanda berani menyiramnya kuah bakso.


Gerald langsung membawa Nanda keluar dari kantin, banyak yang tidak percaya melihat tindakan Gerald barusan.


Terutama Rafael, Leo, Izam dan Ethan. Mereka masih melihat kepergian Gerald, sungguh mereka tidak menyangka.


Sementara Ardian hanya diam seraya mendalami kejadian barusan.


''Lo mau kemana, Ar?'' tanya Rafael melihat Ardian berdiri dari tempat duduknya.


Naya, Yuni dan Vani langsung menghampiri Greta. Mereka tidak percaya murid baru bernama Nanda, sangat berani seperti ini.


Greta sudah bisa membuka matanya, oleh bantuan sahabatnya.


Ardian menatap Greta. ''Di rumah lo ada kaca, kan? Sebelum suka sama gue, bercermin dulu,'' gerutu Ardian, lalu pergi meninggalkan Greta.


''Ardian!'' panggil Greta.


Kelima sahabat Ardian berdiri dari kursinya, mereka ingin menyusul Ardian.


''Ta,'' panggil Izam, Greta adalah gadis yang dia sukai yang sialnya tergila-gila kepada sahabatnya Ardian.


Leo langsung menarik tangan Izam, karna cowok itu diam menatap Greta dengan tatapan yang sulit di artikan.


''Cabut!'' intruksi Greta lalu sahabtanya mengikuti dirinya.


Yuni menarik tangan Vani, karna gadis itu masih menatap punggung Ethan yang sudha menjauh.


''Harus lupain, Ethan,'' ujar Yuni dj dibalas anggukan kepala oleh Vani.


''Halo...gue udah nemuin kelemahan ketua ARIGEL.''


Seseorang yang sedari tadi mengintip akhirnya menelfon seseorang.


''Lo yakin?'' tanya orang itu di seberang Telfon,


‘’Gue yakin, bahkan dua sekaligus,'' lanjut cowok itu, seraya mengingat kejadian tadi.


‘’Maksud lo?''


‘’Gerald dan Ardian menyukai gadis yang sama. Bahkan, gadis yang mereka sukai lebih cantik dari gadis yang lo sukai.''


‘’Maksud lo, gadis yang mereka suka lebih cantik dari salsa?''


__ADS_1


__ADS_2