
Ardian tidak habis pikir dengan Leo, cowok itu menitipkan motornya padanya, karna ingin pulang bareng dengan Pute.
‘’Belum pulang?'' tanya Nanda, melihat ada Ardian ternyata di sini. Ardian belum menjenguk Gerald selama pulang sekolah.
Nanda duduk di dekat Ardian. ‘’Teman-teman lo udah pulang tuh,'' ucap Nanda membuat Ardian melirik gadis itu.
''Gue belum jenguk Gerald.'' Ardian menjawab dengan mantap. Nanda diam, dia yakin setelah maminta Gerald keluar dia yang akan masuk bersama dengan Ardian.
Padahal, gadis itu ingin melihat Gerald seorang diri, dia ingin mengobrol dengan Gerald meski dia tahu tidak akan ada jawaban dari Gerald.
''Gue masuk duluan nanti, gue cuman sebentar.'' Ardian tahu, apa yang gadis di sampingnya itu inginkan.
Nanda hanya manggut-manggut saja.
''Mau pulang bareng gue?'' tanya Ardian, tanpa melirik kearah Nanda sama sekali.
Nanda tertawa kecil. ''Gue'kan udah bilang tadi. Kalau gue mau nginap di rumah sakit,'' ucap Nanda membuat Ardian menyungkirkan senyuman tipis.
__ADS_1
Dia lupa jawaban Nanda yang ini. ''Gue lupa,'' gumam Ardian.
Sembari menunggu maminya Gerald keluar, Nanda berdiri dari kursi yang dia duduki, meninggalkan Ardian tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia ingin kemana.
Ardian hanya menatap punggung Nanda yang sudah menjauh, dia ingin betanya kemana gadis itu ingin pergi, namun niatnya langsung dia urungkan kembali.
***
Pute memejamkan matanya, saat Leo berhasil membelai wajahnya dengan penuh kelembutan. Leo mengusap lengan milik Pute yang putih mulus itu.
Leo tertegun melihat wajah milik Pute, gadis itu masih mememjamkan matanya, Leo baru sadar jika Pute begitu cantik, dari jarak yang sangat dekat Leo memperhatikan setiap lekuk wajah dan tubuh milik Pute.
Leo mencium kembali bibir milik Pute, lembut seperti yang dia lakukan di mobil tadi, membuat gadis itu kembali terbuai dengan kelembutan yang di berikan Leo, sentuhan Leo membuatnya seperti di sayangi begitu dalam.
Pute membalas ciuman milik Leo, gadis itu mengalungkan tanganya pada leher Leo, momen ini di iringi dengan derasnya hujan malam ini mengguyur kota Jakarta.
Mphhh....
__ADS_1
Ciuman yang tadinya lembut, berubah menjadi rakus. Leo melepaskan ciumanya, karna saat ini Pute sudah ngos-ngosan.
''Mau mencoba hal lebih?'' tanya Leo dengan senyuman seperti biasa, yang menghiasi wajahnya yang tampan itu, sehingga membuat siapapun gadis yang mendapatkan senyumannya akan bertekuk lutut.
Tanpa menunggu jawaban dari gadis dibawa kungkuhanya. Leo langsung membuka pengikat tali baju yang di kenakan gadis itu, Pute ingin angkat suara namun Leo langusng membungkamnya dengan ciuman.
***
Nanda membeli dua coklat hangat di kantin rumah sakit. Satu untuk dirinya dan satu untuk Ardian. Hujan-hujan begini enaknya minum yang hangat-hangat, seperti coklat hangat yang di pesan Nanda.
Dia tidak tahu, apakah Ardian menyukai coklat atau tidak, dia hanya membelinya saja. Setelah dia mengambil coklat hangat itu, dia langusng membayarnya dan berjalan keluar kantin membawa coklat hangat.
Ardiam melihat Nanda dari depan, nanda membawa dua cup berisi minuman, lalu gadis itu menyodorkan padanya satu cup minuman.
''Coklat hangat buat lo. Cocok untuk cuaca saat ini,'' ucap Nanda membuat Ardian tersenyum.
''Thanks.''
__ADS_1