ARDIAN

ARDIAN
Menghampiri anak ARIGEL


__ADS_3

Nanda menidurkan kepalanya diatas meja, pagi ini dia begitu lesuh, hampir setiap hari dia seperti itu, semenjak Gerald masuk rumah sakit. Rasanya, dia ingin pulang saja menemani Gerald di rumah sakit.


''Nan, lo baik-baik aja'kan?'' tanya Salsa, yang merupakan teman sebangku Nanda.


Nanda hanya tersenyum tipis, menandakan jika dia baik-baik saja.


‘’Pulang sekolah kita jengukin, Gerald.'' Salsa kembali angkat bicara dan dibalas anggukan kepala oleh Nanda.


''Ok.''


Salsa mengajak Nanda mengobrol, meski dia tahu gadis itu tidak terlalu fokus mendengarkan apa yang dia katakan.


Salsa berhenti mengoceh, saat melihat Pute masuk kedalam kelas, mata gadis itu membengkak.


''Put, lo kenapa?'' pertanyaan itu langsung di lontarkan Cika, saat Pute menelengkupkan kepalanya diatas meja.


Salsa, Nanda dan juga Puri lansung menghampiri Pute. ''Apa jangan-jangan Leo macam-macam sama dia,'' tebak Salsa membuat ketiga sahabatnya langusng menatap gadis itu. ''Dia baru aja,kan ketemu sama Leo. Jadi nggak salahnya kalau aku mikir sampai kesana.''


Mereka hanya berlima di kelas, teman kelas mereka yang lain sedang berada di kantin. Cika langsung saja berdiri dari kursinya.


''Ci, lo mau kemana?'' tanya Puri melihat Cika beranjak pergi.


Gadis itu membalikkan tubuhnya, lalu membals ucapan puri . ''Gue mau kasi pelajaran sih cowok Playboy itu!'' lepas itu, Cika langsung melenggang pergi meninggalkan kelas.


''Gawat, jangan sampai sih Cika berantem sama cowok!'' kata Puri mulai panik. ''Kalian berdua susul Cika, biar gue di sini nemenin Pute.'' Puri menyuruh Nanda dan Salsa menyusul Cika.


''Ok.''


Nanda dan Salsa langsung berlari meninggalkan kelas, dia akan menyusuli Cika.

__ADS_1


Kedua gadis itu berjalan menuju kelas Leo, dia yakin Cika sedang menghampiri Leo di sana.


BRAK!


Semua didalam kelas tersentak kaget, saat seseorang mendobrak pintu kelas, yang membuat mereka lebih kaget karna dobrakan pintu itu dari sosok gadis. Tendangannya begitu kuat!


Mata Cika dan mata anak ARIGEL bertemu, Cika menatap Leo dengan tajam.


Dengan langkah cepat, Cika menghampiri Leo.


''Lo apain sahabat gue Hah!'' bentak Cika pada Leo, gadis itu sudah berapi-rapi.


Dia tidak habis pikir, mengapa Leo dan Rafael hobi menyakiti para sahabatnya.


Leo berdiri dari kursinya, membalas tatapan tajam dari Cika. ''Gue tolak,'' balas Leo dengan santai, jangan lupa ucapanya itu di sertai dengan senyuman tipis.


Cika mengepalkan tanganya, dia berpikir jika Pute telah menyatakan perasaanya pada Leo namun cowok tampan itu menolaknya.


‘’Nggak ada kurangnya, sahabat lo nyaris sempurna. Tapi sayang, gue nggak mau pacaran,'' balas Leo, lalu kembali duduk di kursinya.


''Cika!'' panggil Salsa dan Nanda, gadis itu menghampiri Cika.


''Yuk, Ci. Kita balik ke kelas aja. Nggak enak tahu, di lihatin banyak orang di sini.'' Salsa menarik tangan Cika untuk segera pergi dari sini, namun posisi gadis itu tidak tergeser, membuat Salsa memanyunkan bibirnya lalu melepaskan tangan Cika.


Rafael sedari tadi memperhatikan Salsa, gadis itu selalu menghindari tatapan dari Rafael. Rafael tersenyum sinis, saat mengetahui jika sosok gadis itu menghindari kontak mata denganya.


''Sal, kok lo kesini nggak ngajak Puri?'' tanya Ethan. Salsa langsung melirik Ethan.


‘’Jangan deketin sahabat aku, kalau cuman mau ngambil pelampiasan doang,'' ketus Salsa, dia tidak mau jika Puri mengalami nasib yang sama denganya. Cukup dia saja dan Pute. Entahlah, mengapa mereka bisa jatuh cinta pada anak ARIGEL. Yang tidak menginginkan dirinya.

__ADS_1


''Gue udah move kali sama Vani, makanya gue deketin Puri,'' balas Ethan santai.


''Nggak usah dengerin omongan dia, Sal. Omongan buaya kalau tersakiti emang gitu,'' celetuk Izam.


''Kita pergi dari sini, Ci. Mereka semua perkumpulan cowok yang nggak bisa ngehargain perasaan cewek.'' Salsa menekan setiap perkataanya, agar di dengarkan dengan seksama oleh Rafael.


''Ikut gue.'' Nanda tersentak kaget saat Ardian tiba-tiba menarik tanganya keluar dari kelas.


''Lu mau bawa gue kemana?'' tanya Nanda, tanganya tidak bisa dia lepas dari Ardian, karna tenang cowok itu lebih kuat.


‘’Kalian boleh balik ke kelas duluan, gue pinjam teman kalian dulu,'' ucap Ardian pada Salsa dan Cika.


''Jangan buat sahabat gue nangis. Jangan kayak Rafael sama Leo. Yang mereka tahu cuman nyakitin cewek,'' peringat Salsa pada Ardian, dan di hadiakan tawa oleh murid di kelas ini.


Salsa langsung menarik tangan Cika pergi dari sini, jantung gadis itu juga tidak karuan, dia tahu jika Rafael menatapnya begitu dalam.


Kedua gadis itu langsung meninggalkan kelas ips, untuk segera kembali ke kelasnya.


Ardian membawa Nanda menuju gudang sekolah.


''Buat apa lo bawa gue kesini?'' Nanda bertanya, melihat sekeliling gudang ini nampak menyeramkan.


Ardian menarik nafasnya panjang, sebelum mengutarakan isi hatinya. ''Nanda Raisa Arabela—''


''Nggak usah pake Raisa. Gue benci nama itu,'i datar gadis itu, dia membenci nama panjangnya sendiri, saat dia tahu nama Raisa itu berasal dari nama istri kedua papanya.


''Ok.''


‘’Nanda, ini yang kesekian kalinya gue ngomong sama lo. Lo harus jadi pacar gue.'' Pernyataan yang di berikan Ardian membuat Nanda menatap cowok itu datar.

__ADS_1


Pasalnya, beberapa hari yang lalu, cowok itu mengatakan ingin melepaskanya untuk Gerald.


__ADS_2