ARDIAN

ARDIAN
Rapat osis


__ADS_3

Puri mengepalkan tanganya dengan apa yang di katakan oleh Nanda barusan. Gadis itu seperti menjatuhkan dirinya di depan Kesya, padahal niatnya baik untuk Kesya, karna Kesya adalah sahabatnya maka dia membela Kesya, meski gadis itu yang memulai semuanya duluan.


''Nggak usah banyak Bcot lo!'' Puri maju ingin menampar Nanda, namun dengan gercep Cika menahan tangan Puri.


''Nggak usah kasar. Nanda ingetinnya baik-baik!'' Cika langsung menghempaskan tangan Puri membuat gadis itu semakin marah, karna dia bisa melihat jika Cika membelah Nanda.


''Buat ap lo belaian dia Hah!'' marah Puri kepada Cika. ''Dia itu baru gabung sama kita. Nggak sepantasnya lo belaian dia!'' lanjt gadis itu.


''Gue belaian Nanda karna dia benar, lo yang salah!'' desis Cika kepada gadis itu.


Entah mengapa, dia melihat Puri, seperti bukan Puri yang dia kenal. Gadis itu berubah menjadi pemarah dan pendendam saat ini.


Salsa yang tidak mau melihat keduanya semakin berdebat, langsung menarik tangan Nanda dan juga Cika untuk pergi dari sana.


Pute, Puri dan juga Kesya menatap punggung ketiga gadis itu, Salsa menggandeng tangan Nanda dan Cika untuk pergi.

__ADS_1


Dia tidak mau jika Puri dan Cika akan berselisih, cukup dirinya saja dan Puri.


''Lo lihat dia, kan, Sya. Dia berubah karna kehadiran Nanda,'' decak Puri.


Sementara Kesya belum mengeluarkan sepatah katapun, dia masih menatap ketiga gadis itu.


''Kita udah salah, masukin Nanda di sircel kita,'' lanjut Puri.


''Kita ke kelas!'' Pute langsung menaggandeg juga tangan kedua sahabatnya untuk pergi dari sini.


Kedua sahabatnya itu sedang emosi.


Sementara Gerald ingin berdiri dari kursi yang dia duduki untuk keluar, karna konsentrasinya memimpin rapat osis jadi buyar karna keributan dari luar.


''Nggak usah keluar, Rald. Mereka udah pergi,'' ucap Nita, yang dia maksud tentunya Kesya dan antek-anteknya. Nita bisa melihat dari celah jendela, jika Kesya dan antek-anteknya sudah pergi dari depan ruangan osis.

__ADS_1


Gerald kembali duduk di tempat duduknya, dengan Dio yang berada di sampingnya, karna cowok itu memang wakil ketua osis.


''Jadi bagaiamana? Untuk persiapan satu bulan kedepan, untuk pentas seni di sekolah Ini?'' tanya Gerald meminta persetujuan dari para anggota osis lainya.


Acara pentas seni yang di adakan di sekolah waktu itu tertunda, karna Gerald begitu sibuk. Sehingga dia baru mau menjalankannya bersama anggota osis lainya.


‘’Waktu sebulan untuk persiapan itu udah mantap nggak sih?'' tanya salah satu anggota osis kepada Gerald.


Gerald mengangguk mengiyakan ucapan temanya itu. ''Udah pas waktunya, udah gue pastiin,'' ucap Gerald dan dibalas anggukan oleh sih penanya.


''Kalau gue sih setuju aja. Daripada setiap hari ngurusin murid nakal kayak Greta sama Kesya,'' ucap salah satu dari mereka membuat Dio tertawa, karna apa yang cowok itu katakan memang ada benarnya.


Akhirnya rapat osis selesai, mereka akan mengadakan pentas Seni yang setiap tahun mereka adakan.


Gerald pamit meninggalkan teman-temanya, Dio yang mengarahkan temanya untuk apa saja yang akan mereka mulai buat untuk minggu depan.

__ADS_1


Gerald keluar dari ruangan osis, untuk berjalan menuju ruangan kepala sekolah. Namun tiba-tiba Nita memanggilnya sehingga dia menghentikan langkah kakinya.


''Rald.'',


__ADS_2