ARDIAN

ARDIAN
Jangan buat aku khawatir (Gerald)


__ADS_3

Nanda menghentikan langkah kakinya saat melihat mobil milik Ardian singgah di hadapnya.


Ardian membuka kaca mobil, membuat Nanda menatap Ardian dengan tatapan permusuhan karna cowok itu.


‘’Buruan naik!'' perintah Ardian.


Nanda dengan kekesalan masuk kedalam mobil milik Ardian, dia memakai tasnya, takut-takut jika sudah sampai dirumah, dia lupa tasnya.


Dia membuka ponsel miliknya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari Gerald dan juga mamahnya, dengan cepat Nanda mengirimkan pesan kepada Gina dan Gerald, jika dia sudah perjalanan pulang.


Dia beralasan, jika jalan macet sehingga dia sedikit terlambat sampai kerumah. Ardian sudha sampai di depan gerbang rumah milik mamahnya.


Dia mengambil paper bag berisi kue lalu turun dari mobil ardian, tanpa mengucapkan sepatah katapun, membuat ardian mengumpat.


Dia merasa jika ketampananya tidak ada apa-apanya di mata gadis itu, karna dia pergi begitu saja setelah menatapnya dengan tatapan kesal.


Ardian melajukan mobilnya, malam ini dia akan ke markas untuk menemui para sahabatnya.


Ardian sudah sampai di markas, dia turun dari mobilnya dan di sambut heboh oleh Izam.


Diruangan tengah markas, ada Leo dan Izam, sementara Izam sedang berada di lantai atas menikmati kegaulanya.

__ADS_1


Sementara Rafael malam ini tidak datang, karna orang tua nya malam ini akan berangkat ke luar kota untuk urusan kerja.


Sementara Gerald? Tentu saja Ardian tau, jika Gerald saat ini berada di rumah Nanda, menunggu kepulangan gadis itu.


Memikirkan Gerald, membuat ardian berpikir, mengapa Gerald menutupi hubungannya dengan Nanda?


Pasti Gerald punya alasan tersendiri mengenai hal itu, lambat laun Gerald akan mengatakan alasannya itu kepada sahabatnya.


Karna sepertinya ardian mulai tertarik dengan kisah antara Gerald dan Nanda, hanya saja dia harus memastikan, jika dia tidak akan terseret Masuk kedalamya.


Jika itu terjadi,maka persaingan antara Gerald dan ardian akan di mulai. Gerald yang selalu dingin kepada cewek manapun, akan hangat dan leleh jika bersama dengan Nanda.


Ardian yang anti dengan cewek, telah membawa seorang gadis pertama kalinya masuk kedalam rumahnya.


Sikap Ardian hanya akan luluh oleh satu wanita, yaitu mamahnya Tari.


''Gerald mana?'' tanya Ardian. Dia ingin mendengar sahabatnya, Gerald pamit ingin pergi ke mana.


''Katanya ada urusan sebentar,'' jawab Izam seraya membuka kulit kuaci diatas meja, lalu memakanya.


Ardian mengangguk.

__ADS_1


Sementara Leo sibuk bermain game, cowok tampan itu sibuk mabar dengan gadis bernama Pute.


''Jangan masukin turet lawan, Put!'' ucap Leo.


Izam langsung menoyor kepala milik Leo. ''Dasar Playboy!''


Leo hanya mengedikkan kedua bahunya tanda acuh, lalu kembali fokus bermain game.


Nanda sudah masuk kedalam rumahnya, dia melihat Gerald duduk di kursi sofa, lalu menghampiri cowok itu.


''Rald!'' panggil Nanda.


Sepertinya Gerald tidak sadar dengan kedatangan Nanda, karna saat Nanda memanggilnya dia terkejut.


''Ra...'' Gerald berdiri dari kursi sofa yang dia duduki lalu memeluk Nanda.


''Kamu kemana aja? Aku khawatir sama kamu. Sdh berulang kali aku Telfon kamu. Tapi kamu nggak angkat.'' Tersirat suara khawatir dari Ardian, dengan suara dingin khas miliknya.


Nanda membalas pelukan Gerald. ‘’Aku baik-baik aja,'' balas Nanda.


Gerada melepaskan pelukanya, lalu mengusap rambut Nanda dengan gemas. ''Jangan buat aku khawatir, Ra.''

__ADS_1



__ADS_2