
Kurang lebih dua jam membuat kue kering, ketiga perempuan itu sudah usai membuat kue. Naya dengan bangga dengan kue buatanya, sedari tadi tersenyum bangga, dia akan memperlihatkan kue buatanya pada Fatur, dan akan menyuruh cowok itu mencoba kuenya.
Ini pertama kalinya Naya membuat kue, namun dengan yakinya gadis itu pada kue buatanya akan enak pastinya.
Naya pamit pada Tari lalu keluar dari dapur, membawa satu toples kue buatanya.
''Kamu cobaain, sayang.'' Naya meletakan kue itu diatas meja, ketiga laki-laki itu masih berada di ruangan keluarga.
''Kamu pintar juga buat, sama seperti istri saya. Dia suka banget buat kue,'' ucap Ibnu membuat Naya mengangguk, meski ini pertama kalinya dia membuat kue.
''Buka mulutnya, sayang.'' Naya menyuruh Fatur untuk membuka mulutnya, untuk menerima suapan kue dari Naya.
Ardian menahan tawanya, masih dengan wajah datarnya itu, dia seperti sedang melihat seorang ibu menyuruh anaknya untuk makan.
Dengan terpaksa Fatur membuka mulutnya, membiarkan Naya menyuapinya kue.
Fatur mulai mengunyah kue buatan Naya, namun kue itu sangat susah hancur di dalam mulutnya, kue itu sangat keras.
‘’Gimana rasanya?'' tanya Naya, sementara kue itu belum hancur di dalam mulut Fatur, saking kerasnya kue itu.
''Kue ini aku buat sendiri, khusus untuk kamu,'' lanjut gadis itu dengan bangga.
''Kamu kasi bahan apa di kue kamu?'' tanya Fatur menghembuskan nafas gusar, kue buatan Naya menyiksanya. Setelah kue itu hancur, kue itu sangat manissssssss. Entahlah, gadis itu menaruh seberapa banyak gula di dalamnya.l
''Banyak,'' jawab Naya.
Gadis itu menawarkan kuenya untuk Ardian dan Ibnu.
Naya mulai memasukkan kue itu kedalam mulutnya. ''Aki yakin kue buatan aku en...enak.'' Ucapan gadis itu terbata-bata, saat memasukkan kue buatanya sendiri kedalam mulutnya.
''Gimana?'' tanya balik Fatur pada Naya.
Dia melihat Naya berusaha mengunyah kuenya yang begitu keras.
''Mmm...Emang kayak gini sayang. Kuenya memang keras karna kue ini merupakan kue keluaran terbaru yang aku ikuti.'' Gadis itu mengeluarkan alasanya.
Fatur hanya mengangguk saja. Meski dia tahu jika Naya berbohong padanya.
''Manis banget,'' gumam gadis itu, setelah kue itu berhasil dia kunyah.
''Manis, kan?'' tanya Fatur dan dibalas anggukan kepala oleh Naya.
__ADS_1
Ardian dan Ibnu sudah tahu mengenai rasa kue itu, dari wajah Fatur membuatnya tidak menyentuh kue itu.
Tari dan Nanda ikut bergabung, Tari meletakkan kue itu diatas meja, membuat Naya mengerucutkan mulutnya.
Ibnu mulai mencicipi kue buatan Nanda dan memuji kue buatan kedua perempuan cantik itu.
Bahkan, Ardian berulang kali memasukkan kue itu kedalam mulutnya, saking enaknya.
Fatur yang melihat wajah Naya menjadi murung, menarik tangan gadis itu pergi dari sana.
Fatur membawa Naya menuju taman di depan rumah milik Tari, ada kursi kayu panjang, mereka berdua duduk di sana, menatap air pancur di depan mereka.
''Ada yang mau gue omongin,'' ucap Fatur dengan serius, tanpa mengalihkan pandangnya dari depan, menatap air mancur.
Naya melirik Fatur, namun cowok itu fokus ke depan.
''Bilang aja,'' ucap Naya.
‘’Gue mau putus.''
Deg....
Ucapan Fatur membuat jantung Naya hampir saja copot.
‘’Lo nggak salah dengar, gue emang minta putus,'' ucap Fatur sekali lagi, membuat Naya menatap cowok itu dengan kedua matanya yang siap mengeluarkan air mata.
''Salah aku ke kamu apa? Aku nggak selingkuhi kamu. Aku tulus cinta sama kamu,'' ucap Naya seraya mengusap air matanya, yng sudah turun membasuhi kedua pipinya itu.
''Lo nggak salah apa-apa. Cuman...''
''Cuman apa?'' tanya Naya, karna Fatur menjedah ucapnya.
''Udah lama kita pacaran, Nay. Tapi sampai sekarang, gue belum cinta sama lo, Nay. Jadi lebih Baim kita akhiri aja hubungan kita,'' jelas Fatur kepada Naya.
Naya tentu saja tidak terima, dengan apa yang di katakan Fatur barusan.
''Kamu sadar nggak sih, dengan ucapan kamu barusan. Satu tahun lebih bukan waktu yang singkat kita pacaran. Tapi kamu malah akhiri hubungan kita,'' cecar Naya kepada Fatur.
''Sorry.'' Fatur berdiri dari kursi kayu yang dia duduki. Menunggu gadis itu untuk berdiri, namun Naya masih setia duduk di kursi tersebut.
''Buruan berdiri, gue antar pulang,'' ketus Fatur namun Naya masih tidak bergeming dari tempat duduknya.
__ADS_1
Gadis itu menatap Fatur, matanya dengan setia menuruni pipinya yang tembem itu.
''Udah nangisnya, make up lo tuh luntur,'' tegur Fatur membuat Naya mengerucutkan bibirnya kearah Fatur.
''Aku nggak mau ptus,'' ucap Naya kepada Fatur membuat cowok itu menatap Naya.
‘’Pacaran sama diri lo sendiri aja,'' ketus Fatur dengan Naya.
‘’Buruan berdiri, mumpung gue mau anterin lu balik,'' ucap Fatur lagi, membuat Naya semakin sedih dengan ucapan Fatur barusan.
''Gue hitung sampai tiga, kalau lo nggak berdiri juga, gue nggak bakalan anterin lu balik,'' ancam Fatur.
''Satu....''
''Dua....''
''Ti...''
Naya langsung berdiri dari kursi yang dia duduki karna dia tahu, Fatur tidak pernah main-main dengan apa yang dia katakan.
Fatur mengambil kunci mobilnya untuk mengantar Naya pulang.
‘’Barang-barang lo nggak ada yang ketinggalan, kan. Gue malas puter balik,'' peringat Fatur pada gadis itu.
Naya tidak membalas ucapan Fatur, gadis itu langsung masuk kedalam mobil Fatur. Di sepanjang perjalanan, tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun, padahal Naya berharap Fatur mengucapkan jika kata putus yang di ucapkan tadi tidaklah betul.
''Kita benaran putus?'' tanya Naya dan dibalas anggukan kepala oleh Fatur, tanpa mengalihkan pandanganya dari depan.
''Aku nggak mau putus,'' ucap gadis itu dengan isakan tangisnya.
Dia sudah senang makan malam bersama dengan keluarga Fatur, namun cowok itu malah memutuskan dirinya, dengan alasan tidak cinta.
''Alasan yang logis kamu putusin aku apa?'' tanya Naya membuat Fatur melirik gadis itu.
‘’Alasan di taman tadi kurang jelas?'' tanya Fatur malah membuat Naya semakin terisak.
''Jangan jadikan kata bosan untuk kita putus,'' ucap Naya. ''Aku mohon, aku nggak mau putus dari kamu.'' Gadis itu memohon pada Fatur, agar cowok itu tidak memutuskan dirinya.
''Maaf, Nay. Kita udah lama pacaran, tapi selama itu juga perasaan gue ke lo nggak ada,'' jelas Fatur agar gadis itu sadar.
''Lo cantik, pasti banyak yang mau sama lo.'' Ucap Fatur.
__ADS_1
‘’Aku cuman mau kamu.''
Fatur menghembuskan nafas berat. ''Gue nggak bisa, keputusan gue udah bulat. Kita putus. Nggak ada kata balikan,'' ucap Fatur penuh dengan penekanan kepada Naya.