Babad Angkara Murka

Babad Angkara Murka
Kitab Tri Deshi Babak Duapuluh Dua


__ADS_3

Kardiman Setil memperhatikan Marsudi yang duduk di sampingnya, dengan ujung matanya. Saudara angkatnya itu sedang terlelap. Tadi, Marsudi baru saja mati, dalam arti yang sebenarnya, dan hidup kembali, juga dalam arti yang sebenarnya. Wajar bila nampaknya sang saudara yang dituakan itu kelelahan. Dengan kaca spion tengah, Kardiman Setil melihat Affandi duduk di bangku belakang mobil melihat ke luar jendela dengan pandangan yang tak bisa ditebak artinya. Kardiman Setil sendiri mengemudikan vannya kembali, tetap melanjutkan perjalanan ke desa Obong.


Perihal bunuh-membunuh, Kardiman Setil adalah ahlinya. Ia sudah paham betul bagaimana rasanya menghabisi nyawa seseorang, melihat korbannya meregang nyawa dan memastikan orang itu tak bergerak lagi. Awalnya ia merasa memiliki semacam kepuasaan narsisisme dan megalomania. Ia merasa memiliki kekuasaan penuh atas hidup dan mati seseorang sehingga dengan senangnya play God, alias bermain-main menjadi Tuhan. Di kemudian hari, ia merasa menikmati aktifitas ini. Menghabisi nyawa seseorang sama nikmatnya dengan minum kopi atau


bir. Namun sekarang, ia tak merasakan apa-apa, perasaan apapun namanya itu. Rasa-rasanya ia sudah mencapai sebuah ******* dari profesinya ini. Membunuh hanya menjadi semacam kewajiban dan tugas semata, tak ubah seperti menekan seekor semut dengan jempol sampai hancur.


Hanya saja Kardiman Setil tidak pernah benar-benar menyangka bahwa ia akan mengalami perjalanan semacam ini. Mungkin ia paham betul dengan pengalaman menghabisi nyawa orang. Ia juga mungkin telah melihat sahabat sekaligus saudaranya, adalah benar-benar seseorang di dunia nyata yang mampu melawan kematian. Marsudi memiliki ilmu rawarontek yang bagi sebagian besar orang hanyalah sebuah mitos dan dongeng belaka. Tapi kenyataan ini tak pernah benar-benar bisa membuatnya akrab. Ia bukan Affandi yang menggeluti pencak silat sehingga paham dengan hal-hal gaib semacam ini.

__ADS_1


Ia adalah seorang kriminal sejati, psikopat tanpa hati, pembunuh bayaran yang hanya mampu membedakan apa itu hidup dan apa itu mati sehingga ia dapat memastikan bahwa orang yang ia habisi telah pasti kehilangan nyawanya. Tapi ternyata, ada orang di luar sana yang mampu memanipulasi kematian.


Memang tak sedetik pun ia menyesal ikut mengawani saudara angkat tertuanya untuk mencari ilmu kanuragan yang sudah menjadi jalan dan tujuan hidupnya. Kardiman Setil sudah menyatakan bahwa kehidupannya adalah milik sang abang pula. Ia juga bukan orang kemarin sore yang gagap menghadapi orang-orang berilmu yang kebal peluru, atau lihai dalam menghadapi *****-pelornya selain Marsudi sendiri. Namun ia tak pernah tak bisa membunuh seorang manusia, terutama korban-korbannya. Untuk itulah gelar 'UZI' tersemat di dadanya. Sedangkan baru beberapa menit yang lalu ia menembaki tubuh-tubuh dengan timah panas tanpa luka sedikitpun, seperti menembaki tank saja. Belum lagi Marsudi yang mati dengan kepala terpisah, dapat kembali hidup dan tidur nyaman di sampingnya bagai tak terjadi apa-apa. Lalu, harimau putih jadi-jadian sebesar anak sapi dengan kecepatan dan kekuatan di luar nalar yang tiba-tiba muncul entah darimana, menambah ketercengangannya. Otak dan jiwanya terlalu sulit menerima ini. Entah apa lagi yang akan mereka hadapi di depan sana kelak. Entah berapa jenis ilmu kanuragan dan hal-hal gaib yang akan mereka temui.


Ia tak takut, tak ada yang ia takuti dan takutkan. Ia kadang hanya tak habis pikir, mengapa ada orang yang mengabdikan diri dengan berpuasa, melakukan ritual berat dan aneh, atau berpantang untuk mendapatkan ilmu-ilmu tersebut. Memang kehebatan baik fisik maupun mental yang mereka dapatkan, lalu apa? Mereka akan terus-menerus meningkatkan kemampuan mereka, mencari ilmu-ilmu baru, terus seperti itu.


Dulu, ia tak percaya hal-hal semacam ini. Ia pernah mempertanyakan bila memang Nusantara saat itu penuh dengan orang-orang sakti yang kebal, bisa meenghilang, menghancurkan benda keras dan besar hanya dengan menyentuhnya atau tanpa menyentuhnya sama sekali, lalu mengapa negara ini dijajah dan diperbudak bangsa lain selama ratusan tahun? Mengapa ilmu santet dan kesaktian para dukun, pendekar, jagoan, jawara dan pemraktek ilmu kanuragan tidak menggunakannya untuk melawan senjata api, meriam dan keunggulan teknologi lainnya?

__ADS_1


Kardiman Setil menemukan bahwa sebenarnya negara ini tidak dijajah selama itu, tidak sampai ratusan tahun. Resminya tiga puluhan tahun lah. Bangsa ini adalah bangsa petarung dimana tiap kerajaan, tiap penguasa saling rebut kekuasaan atau berperang dengan beragam alasan. Dari agama, wilayah, bahkan perempuan. Bangsa asing cuma mengambil keuntungan dari sini. Mereka memberikan tawaran harta dan kekuasaan pada pangeran, raja atau penguasa wilayah tertentu dengan imbalan monopoli perdagangan.


Orang-orang yang tidak setuju, menentang keputusan ini akan bertarung dan membela hak-hak mereka. Tentu dengan kemampuan silat dan kesaktian yang luar biasa dan membuat bangsa asing tersebut takut, gelisah, dan khawatir. Tapi karena mereka bekerjasama dengan para penguasa dan pribumi yang tidak sedikit juga sakti, maka mereka lah yang diminta melawan orang-orang sakti dari bangsa sendiri. Meski Kardiman Setil juga berpikir, saat itu belum ada istilah bangsa sendiri, bukankah masyarakat dipisahkan berdasarkan orang Mataram, Banten, Cirebon, Batavia, Banjarmasin, dan kerajaan-kerajaan lain? Bagi kerajaan-kerajaan itu, penjajah adalah semua kerajaan atau bangsa lain yang mengganggu kepentingan mereka. Jadi, Trunojoyo dari Madura dibantu Karaeng Galesong dari kesultanan Gowa menyerang Mataram dianggap pemberontak dan dilawan dengan bantuan orang-orang Belanda. Di sanalah orang-orang sakti saling serang, saling bunuh, saling berkhianat membocorkan rahasia ilmu kawan sehingga Belanda hanya menonton dan memanen hasilnya.


Nusantara tidak dijajah oleh bangsa asing, terbukti tak ada dalam sejarah bangsa asing benar-benar menguasai tanah ini. Nusantara dijajah permusuhan dan pertikaian orang-orang bangsa sendiri. Berkelahi dan berperang, saling membunuh demi kentungan diri sendiri. Ilmu-ilmu kanuragan digunakan untuk saling menyakiti dan melawan orang-orang yang menyakiti, demi dendam kesumat.


Itu yang dipelajari Kardiman Setil. Ia sadar kemudian hari bahwa ia adalah orang yang tidak memiliki kemampuan ilmu kanuragan kebal atau santet, tapi mengambil keuntungan dengan bertikai dan membunuh orang seperti yang sudah mengalir dalam darahnya, darah bangsa ini, para petarung. Ia bagai bangsa asing yang mencari kesempatan di antara orang-orang berilmu, mencari kelemahan mereka, mempelajarinya.

__ADS_1


Dari Marsudi ia berhasil membunuh seorang kepala keamanan di sebuah distrik industri yang menjadi targetnya dari klien yang merupakan seorang pengusaha pesaing. Marsudi mengatakan bahwa orang tersebut memiliki ilmu pancasona, sebuah ilmu yang merupakan bentuk 'putih' dari rawarontek. Marsudi sudah lama juga memiliki permusuhan dengan orang ini, namun sesama pemilik ilmu dengan akar yang sama, mereka berjanji akan berjalan di dunia mereka masing-masing, tak saling ganggu, apalagi tidak banyak orang yang dikenal mampu menguasai ilmu kuno ini sampai sekarang. Mereka saling bermusuhan namun terikat janji, tak bisa saling serang.


Marsudi melihat Kardiman Setil sebagai pribadi yang kuat, hebat dan bisa dipercaya. Jadi, ketika ia mendengar kabar bahwa saudaranya itu mendapatkan pekerjaan, misi untuk menghabisi sang pemilik pancasona, Marsudi mengamininya. Sang kepala keamanan dengan pancasona itu berhasil dibunuh Marsudi dengan dipenggal, tubuh dan kepalanya dipisah antar sungai dan digantung di atas pohon selama mungkin, sampai tubuh itu membusuk dan tak mungkin kembali bersatu dan hidup. Kardiman Setil bahkan membayar beberapa orang untuk menjaga mayat itu agar tetap dalam rahasia. Setelah membusuk, ia mendatangkan anjing-anjing untuk memakan kepala dan tubuh yang terpisah itu. Masih tidak puas, Kardiman Setil menunggu para anjing untuk buang air besar. Setelah itu ia membunuh semua anjing dengan tangannya sendiri dan memerintahkan kotoran serta bangkai anjing untuk dibakar sampai habis.


__ADS_2