Babad Angkara Murka

Babad Angkara Murka
Kitab Pon - Suluk Kesebelas Kusuma Dewi


__ADS_3

Kusuma Dewi menyerap semua perhatian dan pandangan laki-laki yang seakan menelanjangi tubuhnya itu. Kontrol dan kuasa telah ia rengkuh dan genggam erat.


Anggalarang sudah melihatnya. Mata mereka telah saling bertatap walau hanya sejenak, tapi cukup untuk mengetahui gejolak yang meledak-ledak dalam hati laki-laki itu. Mungkin Anggalarang belum bisa ia kalahkan, akan tetapi sebagai pemanasan, Kusuma Dewi telah berhasil menundukkan Dani dan memperbudak jiwanya. Salah satu dari dua entitas di dalam tubuhnya: perempuan telanjang berkulit gelap dengan pucuk dada merah merekah darah, telah mendapatkan bayarannya, yaitunyawa dan jiwa perempuan tunangan Dani.


Kusuma Dewi merasa ia telah siap dengan apapun yang diminta oleh kedua entitas itu. Ia akan melakukan apa saja demi keadaan yang ia miliki sekarang. Sayangnya, ia tak menetahui sama sekali bahwa tindakannya adalah jalan bagi kedua entitas siluman dan iblis betina itu untuk bercocok tanam kejahatan. Bahkan setelah tidur dengan Dani, mendapatkan jiwa dan raganya, Kusuma Dewi tak sempat melihat sang laki-laki hancur lebur mendapati kematian sang tunangan yang tewas mengenaskan: terjatuh dari tempat tidur dengan luka benturan menganga di kepalanya serta kehabisan darah. Yang Kusuma Dewi tahu, sehabis menaklukkan Dani dan membuangnya begitu saja, kecantikan dan pesonanya bertambah menjadi berkali lipat.


Kusuma Dewi pun sama sekali tak paham, bahwa salah satu dari dua entitas yang merasuk ke dalam tubuhnya adalah Wardhani, seorang manusia yang terjebak dalam dunia gaib. Wardhani tak mampu keluar ke dunia nyata dan beruntung mendapatkan Kusuma Dewi, sehingga ia sedikit dapat bergerak.Tubuh dan jiwanya hanyalah inang sementara yang dijadikan kendaraan belaka untuk misi Wardhani yang lebih besar.


Wardhani dan siluman ular betina antek Nyi Blorong, bekerja sama untuk mendapatkan budak dan bidak permainan agar keduanya, terutama Wardhani, bisa keluar dan bebas dari penjara mereka untuk kemudian menguasai dunia manusia yang penuh kekotoran hasrat dan nafsu.


Maka, ketika melihat sang penyelia baru, Kusuma Dewi memulai tindakannya. Di dalam sana, Wardhani telah memutuskan korban berikutnya.


Queenie, Queenie adalah sebuah kecemburuan bagi Kusuma Dewi. Bisa-bisanya perempuan kepala tiga genit nan ganjen itu hanya memiliki nama khusus, nama sayang, yang hanya boleh diucapkan oleh Anggalarang: Queenie.Para perampuan yang dekat dan mungkin sekali telah tidur dengan Anggalarang pada akhirnya nanti harus melepaskan kelekatan mereka dengan Anggalarang, itu janji dan keinginan Kusuma Dewi. Namun, perempuan dewasa yang satu ini adalah yang pertama harus pergi.


Kusuma Dewi menangkap dengan mudah cara Jenar Keswari menatap dan memindai dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jenar Keswari, sang Queenie, menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur di apartemennya. Tubuhnya serasa tenggelam ke dalam kasur saking nyamannya. Seharian ia telah bekerja, mengurusi laporan bawahan, mengambil keputusan, memikirkan kebijakan dan melaksanakannya pula. Sudah cukup untuk hari ini, pikirnya.


Sebagai seorang perempuan dengan kuasa, Jenar Keswari memiliki privilege alias keistimewaan. Bukan sekadar uang, tetapi juga posisi dan tingkat hirarki.

__ADS_1


Keunggulan inilah yang ia gunakan untuk memikat Anggalarang. Ia ingat bahwa Anggalarang adalah seorang pemuda yang dahulunya bukanlah seleranya. Sebenarnya, ia sendiri tak jelas memiliki selera yang seperti apa. Tidak seperti sahabatnya, Erika Dermawan yang nampaknya jatuh hati pada seorang dosen dan tokoh ahli di bidang sejarah dan budaya bernama Negara Krtagama, Jenar Keswari tak terlalu ambil pusing dengan selera. Sebagai seorang jurnalis dan reporter, Erika Dermawan merasa nyaman dengan laki-laki cerdas seperti Negara Krgtagama, tapi Jenar Keswari yang telah memiliki status dan karir, laki-laki nampaknya bukan pilihan.


Tidak sampai ia bertemu Anggalarang. Berahinya yang tersembunyi dalam dan lama mendadak bangkit karena bersinggungan dengan sosok laki-laki muda yang seperti memiliki harimau di dalam tubuhnya itu. Dengan segera, Jenar Keswari yang terpesona itu tidak menerima keadaannya. Ia tidak mau menjadi seorang perempuan yang tergila-gila dna memohon-mohon kepada laki-laki, walau sungguh ia memang sudah menjadi gila karena Anggalarang.


Maka, ia memutuskan menjadi orang yang memegang tampuk kekuasaan. Ia memerintahkan Anggalarang untuk melayaninya.


Paling tidak begitulah anggapannya.


Jenar Keswari yang sedang lelah mendadak kangen dengan sentuhan lembut Anggalarang. Laki-laki itu, walau memiliki harimau di dalam tubuhnya ketika bercinta dengan liar dan kasar, nyatanya juga memiliki seekor kucing yang lembut dan imut. Jenar Keswari malam ini ingin kucing itu. Ia akan memainkan perannya sebagai seorang pimpinan. Ia adalah seorang penyelia dan berhak memberikan Anggalarang arahan bahkan perintah. Malam ini ia akan memerintahkan Anggalarang untuk membuatnya nyawan sampai kemudian mencapai kenikmatan. Ia hanya akan berbaring tanpa busana, sedangkan Anggalarang akan memainkan semua tombol berahi di tubuhnya.


Jenar Keswari merinding membayangkan sentuhan Anggalarang di permukaan kulitnya. Ia sudah tak tahan lagi.


Queenie baru saja hendak menghubungi Anggalarang, sang pujaan hati dan pujaan berahi, dari atas tempat tidur ketika ia mendengar ada ketukan di pintu kamarnya.


Dengan sepasang baju tidur yang nyaman, sedikit longgar dan kebesaran namun tak dapat menutupi bentuk tubuhnya yang molek itu, Jenar Keswari bergerak malas untuk membuka pintu.


Wajahnya sudah dipersiapkan untuk menunjukkan kepada siapapun yang ada di depan pintu kamar apartemennya, bahwa ia sedang lelah dan tak mau diganggu.


Ketika pintu dibuka Jenar Keswari tak melihat apa-apa.


Kosong.

__ADS_1


Hanya lorong.


Bagai gigi ompong.


Lalu, siapa yang mengetuk pintu tadi?


Deg, deg, deg ...


Jantung Jenar Keswari sang Queenie berdetak cepat. Ia tertawa gugup seorang diri. Merasa konyol karena mendadak pikirannya menembus awan, mencari referensi film-film horor yang pernah ia tonton. Scene yang terlalu akrab. Mungkin setelah ini ia akan menutup pintu dan akan terdengar ketukan lagi, kemudian ketika ia buka akan


mendapatkan tiada siapapun lagi untuk kedua kali. Ketiga kalinya, akan ada sosok kuntilanak atau hantu sejenis yang mengerikan berdiri di depan sana.


Jenar Keswari menghela nafas panjang. Ia memutuskan menutup pintu dan menunggu sejenak di sana.


Ternyata ia telah menunggu selama lima menit, terlalu lama bagi orang yang sedang berdiri di balik pintu tanpa tahu benar apa yang sedang dan akan ia lakukan.


Jenar Keswari sang Queenie kembali tertawa gugup sendiri. Namun ada perasaan sedikit lega bahwasanya ketukan di pintunya tadi bisa berarti apa saja: orang iseng mengetuk dan berlari menghilang di lorong, atau ia salah dengar.


Queenie berbalik.


Ada sosok perempuan telanjang di berdiri di dalam kamarnya.

__ADS_1


Tubuhnya putih pucat. Sepasang dada jatuh namun utuh dan penuh berpentilmerah merekah darah menjuntai indah. Rambut panjang kemerahannya meneteskan air ke seluruh tubuh tanpa busananya.


Jenar Keswari sang Queenie tak bisa berteriak ketika tubuh sosok yang ia kenal sebagai Kusuma Dewi itu terkoyak. Ada belasan ular berbagai jenis berebut keluar dari rekahan dan sobekan di tubuh yang harus ia akui begitu molek tersebut.


__ADS_2