
Untaian tipis serupa benang-benang syaraf, ribuan jumlahnya, menyelip ke pori-pori kulit Anggalarang. Pemuda itu kini menjadi bagian dari sang Maung, bukan lagi seorang yang terpenjara di sebuah ruang di dalam tubuhnya sendiri. Ribuan benang itu menariknya, menempelkan kulitnya pada selaput tipis yang kemudian membungkus dan mengikatnya.
Anggalarang menjadi satu dengan sang Maung.
Anggalarang ikut menjadi pengemudi sang siluman, co-pilot pergerakan tubuh si harimau putih. Anggalarang memutuskan untuk ikut ambil bagian dari sang Maung. Ia emoh hanya menjadi penonton selagi Maung menguasai penuh kendali akan jiwanya. Anggalarang telah merengkuh penuh serta menerima sempurna kehadiran sang Maung di dalam dirinya, sehingga ia pun merasa ingin ikut ambil bagian dari kepemilikan akan jiwa raganya sendiri.
Tubuh Anggalarang terhisap masuk kembali ke dalam tubuh sang Maung yang telah terkoyak tersebut. Bagai sebuah mantel, Anggalarang mengenakan tubuh siluman harimau putih dengan nyaman.
Tubuh sang Maung kembali berdiri tegap dengan keempat kakinya. Luka-luka menganga di kulitnya menutup cepat dan hampir hilang tanpa bekas. Ceceran, percikan dan leleran darah memerah di bulu-bulu kasar putih bergaris-garis hitam di tubuh sang Maung.
Anggalarang dan Maung menggeram. Anggalarang dan Maung mengaum. Anggalarang dan Maung menyerang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tubuh Soemantri Soekrasana meliuk-liuk dengan luwes nan liat. Mimis timah panas yang menghujaninya terlewat sejengkal dari tubuhnya, meski dua tembakan menghajar kemeja yang dikenakannya sehingga sobek tercabik. Ilmu kanuragan Lembu Sekilan sudah dirapalkan.
Wardhani berteriak keras dan kesal penuh amarah serta murka yang membakar melalui mulut sang preman. Revolvernya sudah kehabisan amunisi. Sang preman membuang senjata api kosong itu dengan kesal. Mungkin serangan senjata api tak akan dapat melukai dukun muda itu, namun harusnya kekuatan sihir dapat melakukannya.
__ADS_1
Sayangnya, Wardhani adalah sosok gaib yang memerlukan inang. Ia tak seratus persen menjadi entitas gaib. Ia masih manusia yang sosoknya terjebak di dalam dunia yang berbeda. Sang preman, sama seperti Kusuma Dewi, adalah kendaraan sang ratu dededemit itu untuk dapat berjalan di muka bumi. Kekuatan sihirnya tak bisa bekerja seperti ketika raga fisiknya benar-benar berada di dunia.
Sehingga, dengan kekuatan Wardhani di dalam tubuhnya, sang preman meloncat mumbul menyerang Soemantri Soekrasana dengan kedua tangannya terentang ke depan membentuk cakar. Dengan begitu kesal, Wardhani mengendalikan tubuh preman itu untuk menyerang Soemantri Soekrasana sejadi-jadinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pengetahuan dan teknologi dianggap telah berhasil menyaring beragam jenis informasi dan memisahkannya menjadi fakta, opini, dugaan, klaim, hipotesa, mite, atau sekadar fantasi dan imajinasi belaka.
Para skeptik pasti akan mengatakan bahwa apa yang sedang dialami warga apartemen ini adalah sebuah kasus histeria massa, sebuah manifestasi spontan yang terjadi secara kolektif karena ilusi atau khayalan yang membuat orang-orang merasakan ketakutan dan ancaman yang sama. Alasan yang sama digunakan untuk menjelaskan beragam kasus kesurupan massal.
Sebelumnya, beberapa dari mereka menyaksikan dua sosok setengah harimau dan setengah ular besar saling serang, bahkan meringsekkan beberapa mobil, menggasak dan mematahkan beberapa batang pohon taman. Penjelasan apa lagi yang bisa dikatakan mengenai hal ini, apalagi ketika tidak hanya seorang dua yang melihat kejadian aneh bin ajaib selain mengerikan malam ini? Mereka bisa mengakui bahwa kegaiban muncul di depan mata mereka, atau menyangsikan penglihatan mereka, berdalih dan menyangkal dengan alasan histeria massa.
Namunyang jelas, bila memang ini hanyalah sebuah ilusi dan khayalan, ia tak akan berhenti sampai di situ. Para warga yang bersembunyi di sudut-sudut kompleks apartemen, di kamar mereka sendiri atau mencoba berusaha kabur dari tempat kejadian perkara mendadak mengalami hal-hal lain yang lebih menakutkan.
Kehadiran sosok Wardhani dalam tubuh sang preman ikut memercikkan aura gaib sehingga memancing segala mahluk supranatural untuk bermunculan.
Sekelompok anak muda, laki-laki dan perempuan yang berlari ke lantai empat bangunan apartemen karena ledakan
__ADS_1
revolver yang terus bergemuruh sedang berlarian menyusuri lorong ketika kesemuanya melihat ada sosok anak perempuan berdiri di pinggir pagar lantai. Sosok itu membuat mereka semua berhenti karena terpaku padanya.
Tak ada yang berani bergerak, apalagi berbicara. Nafas mereka tercekat, beberapa malah lupa bernafas. Entah bagaimana semacam ada kekuatan aneh yang mencegah mereka untuk melakukan apapun selain memerhatikan sosok misteris tersebut meski mereka sedang menghindari ancaman berbahaya di bawah sana. Kekuatan aneh itu melilit kaki dan lengan mereka sehingga yang terasa adalah sebuah kekakuan yang mutlak.
Suasana menjadi sempurna mengerikannya ketika sosok perempuan itu berpaling ke arah mereka dengan perlahan.
Rambut tanggung sang anak perempuan terurai. Tidak ada yang aneh. Pemandangan muka nya lah yang membuat siapapun akan runtuh nyalinya demi melihat wajah pucat dengan mata melotot lebar dan mulut yang terbuka lebar tersobek tanpa bibir bawah dan dagu. Rahangnya seperti tercerabut dari tempatnya dan hilang entah kemana.
Sosok itu meloncat ke arah kumpulan anak muda itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kemunculan mahluk-mahluk adikodrati di berbagai tempat di sekitar daerah tersebut adalah sebagai reaksi dan jawaban atas kehadiran sang ratu dededemit. Mendadak orang-orang panik, histeris dan semaput di mana-mana. Ada yang melihat sosok hantu tanpa kepala duduk di atas toilet. Ada hantu perempuan dengan lidah panjang terjulur berdiri di sudut ruangan lift. Ada hantu anak laki-laki kecil yang melompat dari balkon lantai tiga namun hilang sebelum mencapai tanah. Ada pula hanya seorang bapak-bapak yang melayang di tengah lorong lantai satu dengan wajah sepenuhnya rata.
Teriakan orang-orang yang heboh itu membuat Soemantri Soekrasana tak bisa terdiam diri lagi. Terlalu banyak orang yang menjadi korban efek berantai kehadiran Wardhani yang ia pikir sudah berhasil ia penjarakan di dimensi berbeda itu. Orang-orang berteriak histeris, menangis ketakutan, cidera karena berlarian, kerasukan, pingsan atau syok. Mahluk-mahluk astral berbagai rupa menembus dinding, melayang di atas kolam renang, mengambang di atas pohon atau merayap di lantai.
Akhirnya, sambil menghindari cekikan sang preman dibantu Wardhani, Soemantri Soekrasana menciptakan ruang bagi Chandranaya meluncur merasuk ke dalam tubuh sang preman. Kedua entitas gaib itu akhirnya bertemu dan saling menyerang di dalam raga manusia yang sudah menjadi budak setan tersebut.
__ADS_1