Babad Angkara Murka

Babad Angkara Murka
Kitab Tri Deshi Babak Tigapuluh Satu


__ADS_3

Sinar kelebatan berwarna merah dan putih berlompatan kesana kemari menyerang sang ratu iblis yang terus menghilang tak tersentuh bagai udara. Celurit Sarti menebas asap, membabat angin, dan memapras kehampaan. Cakar dan taring Anggalarang dalam rupa Maung siluman harimau putih menghancurkan dan mengoyak kulit dan batang pepohonan. Sang ratu angkara murka menghilang, melayang dan merangkak dengan cepat.


Awan gelap berarak menutupi langit. Kilat mencambuki angkasa dan suara geledek memecah jagad. Udara panas yang dibawa mahluk jahat itu bercampur dengan angin yang membawa hujan yang perlahan turun. Sarti akan hendak mencoba menyerang lagi ketika ia dikejutkan oleh wajah-wajah pucat dibalik pohon dan wewe gombel bertubuh besar dan berdada panjang menjuntai berjongkok di sebatang dahan.


Sarti tersentak.


Bukan tidak pernah melihat mahluk halus seperti ini, tapi ia belum pernah mengalami melihat beragam jenis mahluk gaib sebanyak ini sekaligus. Bagaimanapun Sarti adalah manusia, yang walau pernah mati dan hidup berkali-kali, tetap saja memiliki semacam rasa tertentu yang akan bereaksi dengan kemunculan hantu dan mahluk-mahluk gaib serta adikodrati lainnya. Melawan mayat hidup adalah satu hal, dan melihat hantu adalah hal lainnya.


Ia merasa buku kuduknya merinding, persis seperti ketika lampor lewat membuka jalan bagi sang putri berbusana, berjari dan berselendang hijau entah berapa tahun yang lalu. Sarti mungkin telah ratusan kali memenggal kepala seorang manusia, tetapi melihat hantu perempuan berbaju putih tanpa kepala di balik rerumputan tetap saja membuat lututnya gentar dan gemetar.


Sang Maung sendiri seperti sedang bertempur sendirian. Bukan karena ia tak bisa menyerang sang iblis betina, namun Maung putih di dalam tubuh Anggalarang dipancing untuk keluar dari jiwa sang inang.


Belasan hantu beragam wujud berhamburan ke dalam tubuh siluman harimau putih itu. Ada kakek-kakek dengan wajah hancur, sundel bolong, perempuan berambut panjang yang merangkak di tanah, nonik Belanda yang wajahnya pucat dan bola mata terbalik, hantu perempuan Cina berbusana pengantin merah terang yang lidahnya panjang menjulur sampai ke lehernya dan anak-anak bertanduk dan berekor.


Semua berduyun-duyun merasuki tubuh Anggalarang dan berebut tempat dengan sang Maung, membuat tubuh pemuda siluman harimua putih itu kejang, berguling-guling dan meregang tegang di tanah yang basah oleh air hujan.

__ADS_1


Di sisi lain pertempuran, Pakde Narto sudah hampir gila. Di balik tubuh-tubuh mayat hidup dan jerangkong yang ia tebasi dan pecahkan kepalanya, selalu ada bayangan perempuan muda bertelanjang dada. Tubuhnya padat berkelok indah dan kulitnya sehalus sutra. Pikirannya kacau sampai akhirnya satu mayat hidup berhasil menggigit paha kanan bagian dalamnya. Ia berteriak kesakitan dan berontak setengah mati untuk menjauh. Darah mengalir deras dari pahanya yang sompel itu.


Ia menyumpah sejadi-jadinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sosok anak laki-laki belasan tahun mendekat ke arah Sarti dari belakang. Tubuhnya mengelupas karena terbakar, menunjukkan warna merah kehitaman dan putih daging. Salah satu matanya keluar dari rongganya. Ia berbisik di telinga Sarti dengan begitu dekatnya tanpa disadari Sarti, "Baru Klinthing."


Sarti tersentak hebat dan jatuh terduduk. Sosok anak itu hilang, tetapi segala hantu dan mahluk gaib yang memperhatikannya perlahan semakin mendekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Baru Klinthing hampir saja mampu melakukannya, tetapi tubuhnya ternyata kurang panjang sehingga ia bermain 'curang' dengan menjulurkan lidahnya agar dapat menyentuh ujung ekornya di sisi yang lain. Sang ayah melihat kecurangan ini dan memotong lidahnya. Potongan lidah sang naga itulah kemudian secara ajaib berubah menjadi mata tombak sebuah pusaka sakti yang dikenal dengan Tombak Baru Klinthing.


Beberapa orang beranggapan bahwa cerita ini bercampur dengan mitos dan legenda, sedangkan banyak juga yang percaya bahwa tombak sakti ini benar-benar ada dan digunakan sang cucu Ki Ageng Mangir Wanabaya pertama, yaitu Ki Ageng Mangir Wanabaya ketiga dalam melawan kekuatan dan kekuasaan kerajaan Mataram.

__ADS_1


Bahkan diceritakan pula ketika Ki Ageng Mangir Wanabaya ketiga akhirnya tewas pula di tangan raja Mataram, yaitu Penembahan Senopati, tombak Baru Klinthing digunakan bertahun-tahun kemudian oleh Ki Nayadarma lurah Kapedak, abdi dalem raja Mataram berikutnya yaitu Sultan Agung dalam melawan Adipati Pati Pragola kedua yang memberontak terhadap kekuasaan Mataram. Ilmu kebal sang Adipati takluk di bawah kesaktian tombak itu, tubuhnya berhasil dirobek dengan Tombak Baru Klinthing yang digunakan Ki Nayaderma.


Sarti tak terlalu peduli dengan kebenaran cerita ini walau sesungguhnya ia telah hidup lama dari masa lampau, bahkan lebih lama dibanding cerita-cerita tersebut. Memang, mitos dan sejarah bercampur dengan beragam bunga-bunga tambahan sang penulis. Namun, kekuatan sihir, ilmu kanuragan, mahluk-mahluk gaib dan ajaib, serta kejadian-kejadian janggal tak terjelaskan memang nyata adanya. Ia adalah saksi dan pelaku kekejaman manusia yang dibantu kekuatan iblis. Bisa jadi, ia sendiri adalah salah satu pelaku tindakan-tindakan kejam itu sendiri. Maka, apa saja mungkin terjadi.


Yang orang tahu dan banyak percayai bahwa Tombak Baru Klinthing berdampingan dengan satu pusaka terkenal lainnya, yaitu Tombak Kanjeng Kyai Plered, berada di dalam kepemilikan Keraton Yogyakarta. Akan tetapi, seperti dijelasakan sebelumnya, sejarah memang selalu berdampingan dengan mitos sehingga kebenarannya selalu perlu disangsikan untuk dibuktikan.


Sarti mengambil tombak pendek di punggungnya. Bilahnya sepanjang satu setengah telapak tangan, berwarna hitam legam keemasan. Gagangnya sepanjang lengan.


Itulah Tombak Baru Klinthing yang terkenal kesaktiannya di masa lampau, dan memang benar adanya.


Bukan tanpa alasan tombak ini diceritakan dibuat dari lidah seekor naga: ia kuat dan berbisa. Aroma darah memancar dari aura tombak ini. Bagi para mahluk halus seperti hantu dan jin, tusukan lidah sang naga akan membuat mereka terpasung ratusan bahkan ribuan tahun di tepi neraka, terbakar terus-menerus.


Senjata-senjata pusaka semacam ini tidak sedikit yang menyimpan kekuatan besar sebagai zat jahat, kelam, penuh kebencian dan kesedihan yang menumpuk menjadi satu. Terus bergejolak di dalam bilahnya, menempel pada sejarah, masa, waktu dan cerita. Tombak Pusaka Baru Klinthing adalah salah satu pelaku utama perubahan tatanan sosial dan kekuasaan di masa lalu. Kekuatan dan kesaktiaannya tidak hanya mencabut nyawa, tetapi juga membangun kehidupan dan peradaban. Di saat yang sama juga membantu menyelamatkan nyawa serta mencatat kelahiran manusia-manusia baru yang memenuhi bumi.


Hanya keris Mpu Gandring yang dapat menandingi akibat mengerikan yang diberikan kepada para mahluk gaib oleh tombak Baru Klinthing ini.

__ADS_1


Para hantu dan mahluk mistis berteriak, menggeram, menggonggong, mencicit, mendesis dan berkaok melihat bilah Tombak Baru Klinthing dibuka dari kain hitam penutupnya oleh Sarti.


__ADS_2