Babad Angkara Murka

Babad Angkara Murka
Kitab Pon - Suluk Kedelapan Kusuma Dewi


__ADS_3

Ada harimau di dalam tubuh Anggalarang.


Entah bagaimana, setiap perempuan yang pernah berbagi kehangatan bersama laki-laki muda tersebutdi atas ranjang pasti setuju dengan hal ini.


Kulit laki-laki dua puluh tujuh tahun ini putih bersih. Tubuhnya ramping, namun membesar dan mengeras ketika sedang berada di atas lawan jenis memompa energi dan berahi. Otot-otot tubuhnya tidak semenonjol para pria pecinta diri. Sebaliknya, bahu dan lengannya padat liat oleh alam, oleh kegiatan dan aktivitas hari-harinya sendiri. Tentu bersama dengan sang harimau yang ada si dalam tubuhnya.


Banyak perempuan berspekulasi bahwa Anggalarang mungkin sewaktu dilahirkan lehernya sempat terbelit tali pusar, karena laki-laki itu selalu terlihat pantas mengenakan apa saja. Setiap lembar pakaian pas dan terlihat baik di tubuhnya.


Ada harimau di dalam tubuh Anggalarang.


Semua gadis, perempuan dan wanita tekuk lutut di bawah geramannya. Livy Tjandrawati sang tacik cantik, Nadya Moeloek yang molek, Dhenok yang pandai berlenggok-lenggok, Jenni Tan si gadis Metropolitan, atau penyelia baru di kantornya yang masih lajang pada umur tigapuluhan tahun nan kaya raya dan hanya mau dipanggil dengan Queenie oleh Anggalarang, serta entah perempuan-perempuan mana lagi yang tunduk kepada dirinya.


Anehnya, tak ada satupun dari yang merasa menjadi korban Anggalarang si flamboyan. Mereka mungkin jatuh dalam pesona dan rayuan laki-laki itu, mereka mungkin terpesona oleh untaian kata-kata dan bagaimana ia memperlakukan mereka semua, tapi tanpa itupun para wanita akan berkejaran saling jatuh saling timpa untuk mendapatkan perhatian sang lelaki. Tak ada yang saling cemburu, tak ada yang saling rebut - hanya bersaing - dan tak ada yang menyalahkan Anggalarang karena menjadi laki-laki penebar asmara.


Anggalarang bak seorang Arjuna, dimana setiap perempuan yang ia jadikan pasangan merasa terhormat ketika berhasil masuk ke dalam semesta perhatiannya.

__ADS_1


Ada harimau di dalam tubuh Anggalarang.


Mahluk di dalam tubuhnya itu membuat perempuan takluk pada sikap kejantanan yang membayang dari dalam tubuhnya. Rambutnya lebat, namun tertata dengan baik, sinkron dengan gaya berbusananya yang tidak hanya fashionable, tapi tepat guna. Padahal Anggalarang tak tepat bila dikatakan tampan. Selain penampilannya yang secara utuh dikatakan menarik itu, ada segaris bekas luka di tepi kening dan lehernya. Giginya tak tumbuh dan tersusun rata. Kadang terlihat pula satu titik kemuraman, kesuraman, kesedihan dan penderitaan pada saat-saat tertentu. Dengan begitu, harimau yang ada di dalam tubuhnya seakan perlahan merangkak keluar. Bahkan beberapa wanita bersumpah pernah melihat ketika Anggalarang marah ada sepasang taring yang seakan menyembul dan menyobek keluar gusinya.


Tapi tak ada yang tahu dengan pasti, apa yang ada jiwa, raga dan pikiran laki-laki itu. Berhasil tidur dengan atau ditidurinya tak semerta-merta berarti mendapatkan seluruh hati dan hidupnya.


Jenni Tan si gadis metropolitan yang memiliki ambisi untuk merebut hati Anggalarang sehingga laki-laki itu hanya untuk dirinya, nyatanya hanya berhasil mendapatkan waktu lebih banyak untuk bercinta dengan Anggalarang: tiga minggu sekali. Ia sungguh telah habis-habisan bersaing dengan Livy Tjandrawati, si tacik cantik yang bertubuh ramping, jenjang dan tinggi itu. Jenni Tan berkali-kali menekankan pada dirinya bahwa walau Livy Tjandrawati memiliki tungkai tangan dan kaki yang panjang dan bertubuh semampai, gadis itu tak bisa menyaingi bentuk dadanya yang lebih indah. Buktinya, Anggalarang bisa menghabiskan waktu bermenit-menit untuk bermain-main dengan sepasang dadanya itu sebelum mereka bercinta habis-habisan. Selain itu, sudah jelas mengapa ialah yang memiliki waktu bercinta dengan Anggalarang jauh lebih banyak dibanding Livy Tjandrawati.


Namun, tetap saja, hati Anggalarang tak teraih. Terlalu dingin untuk dihangatkan dan terlalu panas untuk disejukkan. Lagipula, Jenni Tan nampaknya terlalu percaya diri dengan dadanya karena hanya menganggap Livy Tjandrawati adalah saingan utamanya sampai alpa memeperhitungkan Dhenok si semok.


Dhenok si semok, tidak berhadap banyak. Lagipula, ia hanya berbekal dada mengkal yang besarnya terlalu sulit untuk dijelaskan. Ia hanya menikmati apa saja yang bisa diberikan laki-laki modis dan wangi itu. Jatah sekali dalam dua minggu pun sudah cukup. Kadang ia pun harus berbagi dengan Nadya Moeloek yang adalah sahabat karibnya sendiri. Ya, benar, dua-duanya disikat habis oleh Anggalarang. Dua-duanya juga taat-taat saja, bagai dua orang istri yang akur.


Wajah kepuasan setelah berahinya digeber habis terlihat sekali di wajah Dhenok yang berdada besar itu. Namun ia menggeleng pasrah sebagai responnya.


“Mana pernah dia cerita-cerita berlebihan. Paling pertanyaan-pertanyaan normal, tidak ada yang serius,” jawab Dhenok.

__ADS_1


Nadya Moeloek tersenyum lebar penuh kemenangan. “Dua hari yang lalu setelah bercinta subuh-subuh di kamar hotel, Anggalarang bilang tidak bisa tidur. Dia cerita tentang masa kecilnya. Sambil bercerita, aku membelainya sampai ia tertidur lagi,” ujar Nadya Moeloek dengan dada membuncah bangga, membuat Dhenok iri setengah mati.


Namun, tak lebih. Tak pula ada yang tahu bahwa si pria yang terkenal sekaligus misterius itu ternyata menaruh perhatian yang lebih pada seorang gadis, juga dengan diam-diam termasuk si gadis itu sendiri. Rasa tertariknya bukan sekadar pada berahi semata, sama sekali tidak serupa rasa syahwatnya yang meledak-ledak pada gadis lain.


Dari semua perempuan yang ia sengaja dekati atau mendekat sendiri padanya bagai besi berani, ia tak pernah mau bersentuhan dengan Kusuma Dewi, rekan kerja berbeda divisi di kantor yang sama. Perempuan itu berkulit begitu putihnya sehingga terlihat pucat. Helai-helai urat kebiruan sampai terlihat jelas dari balik permukaan kulitnya tersebut. Rambut kemerahannya lagi-lagi menonjolkan warna kulitnya yang kontras.


Bukan karena gadis itu tak menarik, malah sebaliknya, Kusuma Dewi adalah perempuan paling cantik, paling memesona dan paling menggairahkan yang pernah Anggalarang ketahui. Titik-titik hitam yang tersebar di pangkal hidung dan sedikit bagian di bawah matanya bagai deretan bintang gemintang di angkasa malam. Namun,mengenai Kusuma Dewi, harimau di dalam tubuh Anggalarang melarangnya untuk mendekati bahkan sekadar memperhatikan lamat-lamat perempuan tersebut.


Ada sesuatu yang berbeda mengenai gadis itu, bagai sebilah pisau bermata dua dengan ketajaman yang sama. Harimau di dalam tubuh Anggalarang merasa terancam dengan senjata seorang pemburu.


Anehnya, semakin ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya, Kusuma Dewi semakin terasa mengganggu pikirannya. Setelah sepekan tak bertemu dengannya, hari ini sosok Kusuma Dewi menjulang berpendar menyilaukan. Kaki jenjangnya melangkah masuk ke kantor, menjejak tanah dan membuatnya bergetar. Keindahan tubuh, kulit dan wajahnya berbaur menjadi semacam adonan kesempurnaan.


Apa yang terjadi selama satu minggu ini kepada diri sang gadis, pikir Anggalarang. Sebelumnya, Anggalarang yakin mampus bahwa hanya dia laki-laki yang mampu melihat keistimewaan Kusuma Dewi, sedangkan tidak hanya laki-laki dan perempuan lain, Kusuma Dewi sendiri nampaknya tak menyadari itu.


Akan tapi sekarang, sepasang dada jatuh penuh dan bokong bulat menggeliat itu bermandikan perhatian dan pandangan kagum nan mesum para pria, serta cibiran iri dan dengki para wanita. Sosoknya berjalan berkelok-kelok lihai penuh goda bagai seekor ular betina.

__ADS_1


Demi melihat kedatangan Kusuma Dewi, sosok ganas di dalam tubuh Anggalarang menggeram, sebab ...


Ada harimau di dalam tubuh Anggalarang.


__ADS_2