Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab.106.KEMBALILAH PADA KU


__ADS_3

Dengan sangat tergesa gesa Bima menuruni anak tangga, tak lama kemudian terdengar suara deru motor, rupanya Bima pergi dengan membawa motor kesayangannya. Bik inah menatap sendu kepergian anak asuhnya yang sejurus kemudian beralih memandang Seila yang duduk terdiam di tepi ranjang.


"Non Seila..!"apa benar benar mau minta cerai dari Den Bima ?"


"Iya, Bik!"


"Kenapa, Non? bukankah Den Bima tidak memiliki salah apapun,"


"Bima ngak salah Bik, yang salah aku telah menjadi penghalang dua orang yang saling mencintai."


"Maksud, Non Seila, apa mantan pacar Den Bima?"


"Tentu saja Bik, siapa lagi,"


"Non Seila, salah menilai, Den Bima tidak mencintai siapapun selain Non Seila,"


"Sudahlah Bik, jangan berusaha merubah keputusan ku itu percuma,"


"Baiklah, apakah Non Seila tidak mencintai Den Bima?"


Seila terperangah tak percaya jika pembantu nya sampai berani bertanya sejauh itu, mata indahnya menatap tajam wajah paruh baya yang ada di depannya, seolah olah mencari jawaban dari pertanyaan nya.


"kenapa Bik Inah bertanya begitu?"


"Jawab saja apakah tidak ada sedikitpun rasa cinta Non Seila untuk Den Bima?"


"Aku tidak perlu menjawab nya Bik,"


"Baiklah, ayo, Non ikut saya,"


'Kemana, Bik?"


"Ikut, saja, Nanti Non Seila juga akan tau,'


Bik inah menuruni tangga dengan di ikuti Seila di belakang nya.


*******


Motor Bima melaju dengan cepat menembus derasanya hujan yang masih jatuh membasahi bumi. Ketika sampai di pertigaan Bima menghentikan motornya, tangannya masuk kedalam saku dan menggeluarkan isi dari saku berupa benda pipih dan dompet berukuran sedang, Bima menggeluarkan kertas kecil yang terlipat rapi di dalam dompet setelah itu dia menulis kan dalam layar satu nomor telpon yang tertera jelas pada kertas putih, tidak lama kemudian Bima melakukan sambungan telpon di tempat yang teduh agar terhindar dari rintik hujan meskipun kini hujannya mulai redah.

__ADS_1


"Aku, tidak ingin menyakiti mu, tapi aku juga tidak mau keluarga ku hancur karenamu jadi dengan terpaksa aku harus bicara dengan mu,' Gumam Bima dalam hati. Tidak lama kemudian panggilan telpon pun telah tersambung.


"Halo, siapa ini?"tanya seseorang dari sebrang.


"Halo, Arin !" ini aku,"


"Bima..?" benarkah ini kamu!"


"Iya, apakah bisa kita hari ini bertemu,'


"Oh, tentu saja, mau ketemuan dimana?"jawab Arina riang.


"Terserah kamu maunya di mana aku akan datang,"


"Baiklah, kita bertemu di taman kota."


"Ok, aku akan ke sana,"


Kembali Bima melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga dalam lima belas menit dia sudah sampai di tempat yang ditentukan, tak lama kemudian Arina datang.


"Bima..!"cepat sekali jalankan motor nya baru beberapa menit sudah sampai,"


"Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan,"


"Serius, amat, mau bicara apa mas?'"


"Apa kau menemui istriku,"


Arina yang tadinya tersenyum riang tiba-tiba diam, raut wajahnya menampakkan kekecewaan dan ketidaksukaan yang dalam.


"Iya,"ucap nya datar.


"Untuk, apa?"


"Agar dia segera melepaskan mu, bukankah dia menjebak mu dalam ikatan pernikahan, sehingga kamu terikat menikah dengan nya?"


"Ngomong, apa kamu Arin? aku tidak mengerti,"


"Wanita itu, sudah membuat kamu menikahinya dengan terpaksa kan? jadi aku suruh dia melepaskan mu,"

__ADS_1


"Jangan menuduh sembarangan, siapa yang bilang aku menikah karena terpaksa, aku tidak menikah dengan terpaksa aku juga tidak di jebak, aku menikahinya, karena aku mencintainya,"


Bagaikan petir yang menyambar di siang hari,ucapan yang Bima katakan dengan sangat jelas membuat hati Arina sakit dan terasa sesak.


"Kau bilang apa?"kau mencintai nya?"bohong !" kau sedang berbohong kan,"Desis Arina serak.


Bima menggelengkan kepalanya.


"Aku, bicara tentang kebenaran nya, aku mencintai Seila jauh sebelum kita miliki hubungan,"


"Apa?" kau mencintainya sebelum kita ada hubungan, lalu kenapa kau bilang mencintai ku dan kenapa pula, kau trima hubungan kita hah? apa kau sedang mempermainkan hatiku jawab Mas Bima!! ucap Arina dengan suara yang keras dan mata berkaca-kaca dia benar-benar tidak menyangka jika orang yang selama ini dia sayangi dia perjuangkan dan dia kasihi sesungguhnya tak sekalipun mencintai nya, rasa sakit, amarah dan kebencian mulai menyelimuti hatinya.


"Aku, minta maaf, Arin!"bukan maksud ku mempermainkan hati dan perasaan mu, aku menerima semuanya karena aku tidak tega menolak maupun mengakhiri nya, aku trima semua dengan keihklasan dan bukanlah aku yang meninggalkan mu, tapi kamu kan yang meninggalkan aku, Bukankah kamu yang pergi dariku dengan menerima perjodohan mu, lalu apa salahnya jika aku kembali mencari cinta hatiku yang hilang, Arin!" mengertilah aku sangat mencintai Seila, aku harap kamu tidak lagi mengganggu dan merusak hubungan rumah tangga kami, kau bisa bahagia dengan orang selain diriku, jangan ngaggu kami lagi,"


"Apa, kau bilang? jadi selama ini kau berpura-pura mencintai ku, dasar laki-laki brengsek,"


"Plaaaaakkkk...!" plakkk!'


Sebuah tamparan manis mendarat di wajah tampan Bima dan Bima hanya mengusap pelan bekas tamparan Arina. Suara Arina kembali terdengar.


"Tidak, kusangka kau tega padaku, apa aku sebegitu buruk sehingga tak ada sedikit cintamu untukku hah!"jawab Bima?"


Bima menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Kamu sangat cantik, tapi hatiku tidak bisa membohongi perasaan, aku mencintai Seila dan aku kesini mengajak kita bertemu untuk memperingatkan mu, jangan ganggu kehidupan keluarga ku, terlebih jangan ngaggu Seila,"


" Kau, benar benar, brengsek, Bima !"jika pertemuan kita hanya untuk bicara soal istrimu, lebih baik aku tidak datang, kamu telah menyakiti ku dan aku tidak akan semudah ini memaafkan mu, aku tidak trima perlakuan mu kepadaku, lihat saja aku tidak akan tinggal diam,"ucap Arina berapi-api.


"Apa, kau sedang mengancam ku, ketahui lah aku tidak takut, harus nya kau bersyukur aku tidak serata merta menolak mu, bisa kau bayangkan kah, seandainya waktu itu aku menolak mu, bagaimana hatimu, bagaimana perasaan mu! apa kau tidak merasa rendah, aku menghargai mu, aku korbankan perasaan pribadi ku demi siapa? demi menjaga perasaan mu dan sekarang semuanya sudah berakhir kau harus bisa terima kenyataan itu Arin,"


"Bima..! aku mencintai mu, kembalilah padaku, lupakan dan tinggalkan Seila,"Bisik Arina pada Bima yang kini tangannya mulai di lingkarkan pada leher Bima dan bicara dengan jarak yang begitu dekat.


Dengan lembut dan penuh hati-hati Bima melepaskan tangan Arina yang melingkar di lehernya.


"Aku, tidak bisa, maafkan aku, kurasa pembicaraan kita sudah cukup, ingatlah jangan ganggu kehidupan kami, terlebih jangan ganggu Seila lagi, aku permisi,"Seusai bicara begitu Bima melangkah pergi meninggalkan Arina.


"Tunggu, Bima..!" Aku belum selesai bicara," teriak Arina.


Namun Bima tak sedikit pun menghentikan langkahnya, dia terus berjalan menjauh dan semakin jauh, Arina menatap kepergian Bima dengan pandangan penuh kemarahan.

__ADS_1


"Aku tidak akan tinggal diam, akan ku buktikan siapa itu Arina, seenaknya saja kau mau mempermainkan, tunggu saja aku akan buat perhitungan dengan kalian, jika aku tidak bisa mendapatkan dirimu maka Seila pun juga tidak akan bisa memiliki mu, tunggu saja pembalasan dariku, kalian akan hancur," Teriak Arina sambil berderai air mata.


__ADS_2