Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab 176.KESAL


__ADS_3

Novi yang membanting ponselnya di atas ranjang kemudian dirinya pun menjatuhkan bobot tubuhnya di atas kasur empuk berseprei putih bersih.


"Meskipun sedang marah Arya terlihat tampan juga, andai Arya mengerti isi hatiku pasti lah aku tak menderita begini, sial...niat hati cuma sekedar membantu tapi yang terjadi justru aku telah jatuh hati pada tuh orang." Dengus Novi kesal."Tumben juga hape Arina tidak bisa di hubungi, coba aku hubungi sekali lagi".


Novi kembali memencet nomor telpon Arina tapi lagi-lagi, ponsel Arina tak berbunyi hal itu semakin membuat Novi gelisah.


"Ada apa ini? kenapa ponsel nya masih tidak aktif, ah sudahlah mungkin Arina lagi tidur dan tidak menyalakan ponselnya, lebih baik aku hubungi Arina besok pagi saja, dia harus tau Arya benar benar mencari nya dan sudah pasti akan memberikan hukuman pada Arina."


Malam semakin larut dan Novi pun mulai terlelap dalam tidurnya.


Esok hari nya Arya bangun lebih pagi dari biasanya, setelah menyelesaikan ritual mandi kurang lebih dua puluh menit Arya bergegas ke luar kamar. Info yang dia dapatkan semalam dari orang kepercayaan nya Tomi menggatakan jika Arina menemui seorang dokter ternama di kota itu yaitu Dokter frans, karena penasaran untuk apa istri nya pergi menemui Dokter frans membuat Arya bertekat ingin bertanya sendiri.


Langkah kaki tergesa-gesa dari Arya membuat Novi yang ketika itu juga baru menyelesaikan mandinya menatap heran wajah Arya yang terlihat tegang


"Arya...!" ada apa, Kenapa seperti terburu-buru, kau mau kemana sepagi ini."tanya Novi penasaran karena Arya terlihat tegang


"Aku ada urusan sebentar kamu makan sendiri saja dan jika ada perlu sesuatu seperti mau belanja sayuran atau apa kamu bisa minta mang ijon untuk menggantar mu, sudah ya aku pergi dulu."


"Arya...!"


"Ya, ada apa ?"


"Apa aku boleh ikut?"


"Untuk kali ini tidak,kamu lebih baik di rumah saja." tolak Arya yang langsung membuat hati Novi Was-was dengan penolakan Arya.


"Seperti nya ada yang tidak beres, "ucap. novi.


Arya segera melajukan mobilnya menuju ke alamat Dokter frans, dia sengaja berangkat lebih pagi karena dia ingin berbincang-bincang dengan Dokter frans di rumah pribadi nya bukan di rumah sakit tempat nya bekerja, tidak menunggu lama mobil yang di kendarai Arya sudah sampai.


"Ting.. Tong...!" Ting Tong...!"


Tak menunggu lama terdengar suara pintu dari dalam di buka.


"Selamat pagi Dokter..!"


"Iya, selamat pagi, mari silahkan masuk, silahkan duduk,"

__ADS_1


"Trimakasih,"


"Maaf, kalau boleh tau apanya yang sakit mas nya sakit apa?"


"Tidak, Dokter, saya kesini tidak berniat untuk berobat saya ke sini ingin bertanya sesuatu."


"Oh, kirain mas nya sakit, boleh boleh silahkan apa yang ingin mas nya tanyakan."tanya Dokter frans sambil mendudukkan bokongnya di depan sang tamu. Arya menggeluarkan dompet dalam saku celananya.


"Apa Pak Dokter pernah di datangi wanita ini?'tanya Arya sambil menunjukkan foto yang ada di dalam dompet.


"Pernah..!"


"Apa, pak Dokter tau di mana dia sekarang?' lagi-lagi Arya memberikan pertanyaan pada sang Dokter muda yang ada di depannya.


"Saya, tidak tau dia datang ke sini cuma meminta mau melakukan operasi wajah."


"Apa?" operasi wajah lalu bagaimana?"


"Aku sarankan dia ke temanku yang sudah ahlinya, setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi."ucap Dokter frans menjelaskan.


"Maaf Dokter apa boleh saya, meminta bantuan dari Dokter, wanita ini istri saya dan dia tidak ada di rumah saya tidak tau harus mencari kemana karena saya baru datang dari luar Negeri setelah melakukan pengobatan pada sakit kaki saya yang menggalami lumpuh akibat kecelakaan ketika saya bekerja, jadi saya meninggalkan istri saya sendiri di sini dan kini saya kehilangan jejaknya."


"Trimakasih, Dokter,!'


Dokter frans mengagguk dan bangkit dari tempat duduknya untuk bersiap siap, tidak menunggu lama Dokter frans sudah keluar dengan baju rapi.


"Mari...! kita berangkat." ajak Dokter frans pada. Arya.


Dalam suasana pagi yang segar dengan banyak nya kendaraan yang mulai berlalu lalang di jalan untuk melakukan aktivitas masing masing mobil Arya melaju dengan kecepatan sedang menggikuti mobil yang ada di depannya, tak lama kemudian mereka telah sampai pada sebuah rumah yang mewah, kedua mobil itupun berhenti di depan halaman rumah bercat putih.


"Mari mas kita langsung masuk saja, pintu ini tidak di kunci dan kita bisa langsung menemui nya." ujar Dokter frans yang di jawab dengan anggukan oleh Arya.


"Tok...tok..tok..!"


"Masuk..!"


"Hei .... Dokter frans tumben datang pagi mari silahkan duduk, ada angin apa ini kok pagi pagi sudah ada di kantor ku."

__ADS_1


"Tidak ada, apa apa, aku cuma menghantarkan mas Arya ada yang ingin dia tanya tanyakan padamu Dokter."


"Oh, boleh boleh silahkan duduk! coba apa yang ingin mas Arya tanyakan."


"Apa wanita ini pernah ke sini Dokter?"tanya Arya seraya menggulurkan sebuah foto yang ada di dalam dompet nya.


"Oh... ini iya ,ya dia pasien saya dia datang untuk melakukan operasi wajah."


"Apa boleh saya tau, seperti apa wajah istri saya sekarang, karena dia istri saya Dok."


"Tunggu sebentar, saya ambil kan fotonya."


Tidak menunggu lama Dokter itu kembali dengan membawa album di tangannya.


"Ini, fotonya sebelum dia melakukan operasi wajah ketiika datang ke sini dan ini fotonya sesudah melakukan operasi."ucap Dokter itu menjelaskan.


Arya tertegun melihat foto yang ada di hadapannya, dia tidak habis pikir kenapa istrinya menggubah wajahnya dengan wajah orang lain, untuk apa dan apa tujuannya, adakah semua nya juga berhubungan dengan niatan istri nya mencelakai suaminya sendiri hingga tega membuat dirinya lunpuh. wajah Arya yang tadinya biasa saja kini menjadi menegang rahangnya mengeras tangannya mengepal di bawah meja dengan senyum di paksakan Arya pun minta izin untuk pulang.


"Dokter...!" trimakasih, saya permisi dulu.'


"Sama sama, silahkan."


"Dokter frans saya duluan."


"Ya, silahkan!"


Setelah keluar dari tempat Dokter, Arya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor perusahaan nya Wajah nya yang menyimpan kemarahan sempat terlihat mata beberapa karyawan nya yang kebetulan sudah datang dan ada di sana, Arya langsung menuju ruangan kerja nya.


"Selamat pagi pak!'


"Pagi!" jawab Arya dingin.


Ketika orang yang sedang berpapasan dengan nya hendak pergi.


"Tunggu, jika Pak Burhan sudah datang suru cepat menemuiku."


"Baik, pak!"

__ADS_1


"Sekarang, pergilah." ucap Arya seraya memasuki ruangan nya, hatinya yang kesal mengebrak meja dengan kuat.


"Arina...!"apa yang kamu inginkan hah..?"Apa maksud dari semua kegilaan mu ini, buat apa pula kau melakukan operasi wajah dan... Araaaaaagggghhhh." Arya berkali-kali menuju kan tangannya di udara.


__ADS_2