
Di tengah malam yang gelap di mana udara dingin sudah mulai menusuk ke dalam tulang sumsum, Bondet melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dimana dia harus bisa cepat sampai di Rumah sebelum Reaksi kuat obat perangsang yang di minum Bima bekerja dan menghilangkan akal sehat setiap orang yang meminum nya.
""Ndet, apa tidak bisa lebih cepat lagi ini sangat panas rasanya."
"Bentar kak, sabar,"jawab Bondet." duuh, bikin orang ikut panik saja, Aku harus cepat menelpon Non Seila agar dia cepat membuka kan pintu sebelum kami datang."
Dengan lincah Bondet mengeser satu nomor telpon yang tertera nama Seila. Tak lama kemudian panggilan telepon pun terhubung yang mana langsung terdengar dari suara dari sebrang.
"Halo...!
"Halo,Non Seila tolong cepat bukakan pintu kasian Kak Bima dia dalam keadaan tidak sadar dan seperti nya lagi sakit."
"Apa? kok bisa tadi dia berangkat seperti nya sehat sehat saja," protes Seila.
"Sudah Non, Nanti saja aku jelaskan sekarang Non Seila cepat tunggu di depan pintu Rumah."seru Bondet yang kemudian langsung menutup hubungan via telepon.
"Halo..! Halo...Kak Bondet, haiss....kok di matikan sih, sebenarya ada apa sih, kok jadi ikut cemas begini, harus nya aku sukurin kualat itu, salah sendiri pergi ngak ngajak istri." Sungut Seila yang mana kini duduk di Ruang tamu untuk menunggu kedatangan dari Bima dan Bondet yang masih dalam perjalanan.
Sementara di Hotel megah tepatnya di dalam kamar Nafa masih poloos berdiam dengan tubuh terbungkus selimut tebal, hatinya begitu sedih dan kecewa apa yang telah di rencanakan ternyata sia-sia, yang mana Bondet datang pada waktu yang tepat dan menggagalkan semua rencana nya. Nafa sangat sedih dan kecewa karena tidak bisa memiliki tubuh kekar dan berkharisma milik Bima.
Banyak sekali laki-laki di luar sana yang ingin menikmati tubuh indah nya dan semua tidak menarik bagi Nafa giliran Ada yang mau di kasih dengan gratis justru menolak nya, ada rasa kecewa, marah dan malu pastinya Bima akan menilai Rendah dirinnya sedangkan Bima tidak sempat menyentuh nya.
Dalam kekalutan hatinya tiba-tiba pintu kamar di buka dari luar, Nafa sempat bertanya tanya pada dirinya sendiri apakah yang datang Bondet karena ada sesuatu yang tertinggal di dalam kamarnya akan tetapi alangkah terkejutnya Nafa Ketika yang datang adalah calon suaminya.
__ADS_1
Dengan sedikit buru-buru Nafa meraih baju yang tergeletak di lantai, wajahnya begitu gugup dan cemas.
"Kau mau apa ke sini?"
Sementara laki-laki itu menatap Nafa dari atas ke bawah, membuat Nafa menjadi sangat kesal.
"Keluar lah aku ingin berganti baju." teriak Nafa pada laki-laki yang ada di depannya, sementara laki-laki itu tidak bergeming dari tempatnya berdiri, air liurnya hampir saja jatuh ketika tanpa sengang selimut yang menutupi tubuh Nafa tersingkap.
Nafa semakin Cemas dan kalut terlebih sosok laki-laki itu mulai berjalan mendekati nya.
"Ka-kau, mau apa, berhenti di situ Jangan mendekat."teriak Nafa panik.
"Kenapa kau berteriak teriak begitu sayang, bukankah aku calon suamimu dan kau sengaja memanggilku ke sini, kau mau memberikan hadiah malam pertama kita kan, tadinya aku sangat kecewa mendengar perkataan mu jika kamu sudah tidak perawan lagi akan tetapi setelah saat ini, aku benar-benar tidak akan perduli lagi, ayo sayang kita mulai permainan panas kita."
Dengan gerakan cepat laki-laki itu segera melepaskan seluruh baju yang melekat padanya.
"Sudahlah kau jangan berpura-pura lagi pula ini bukan yang pertama kau lakukan kan? jadi ayolah aku juga ingin merasakan nikmat nya tubuhmu."
"Pergi kau, jangan mendekat." teriak Nafa dengan melempar kan bantal guling yang ada di atas Ranjang.
Karena laki-laki itu semakin mendekat maka Nafa semakin panik dan berinisiatif untuk pergi dari kamar itu, akan tetapi pergerakan nya dengan sangat cepat di tangkap dan di tari laki-laki yang bertubuh tinggi besar hingga jatuh terjerembab di atas Ranjang.
"Sudahlah jangan berlagak seperti gadis yang masih perawan, ayo layani aku dan puaskan aku, jika servis mu mampu memuaskan ku aku tidak akan mundur dan akan tetap memikahimu tapi jika servis mu mengecewakan ku aku akan tinggalkan dirimu, karena aku butuh wanita yang bisa memuaskan ku bukan cuma sebagai istri pajangan untuk apa jika tidak memuaskan, betul begitu kan jadi ayolah jangan banyak drama.
__ADS_1
Dengan kasar laki-laki bertubuh tinggi besar itupun dengan paksa menarik selimut yang menutupi tubuh Nafa.
Hanya dengan satu tarikan saja selimut yang menutupi tubuh Nafa sudah terlepas dan terlihat lah semua aset yang ada pada Nafa.
Nafa menjerit histeris manakala selimut penutup tubuhnya terlepas. Dengan derai air mata Nafa memohon agar laki-laki yang akan menjadi calon suaminya menghentikan keinginan kotor nya.
"Jangan, aku mohon lepaskan aku."
"Sudahlah ayo."tanpa rasa kasian dan iba laki-laki itupun menggagahi Nafa yang sedang ketakutan.
Tubuh laki-laki yang cukup besar bisa dengan mudah menguasai tubuh Nafa yang lemah, tidak bisa lagi Nafa memberontak dan. berteriak karena calon suaminya sudah membungkam bibirnya dan kedua tangan nya sudah mulai bergerilya memainkan semua yang ada pada Nafa.
Hanya air mata itulah yang bisa Nafa lakukan, karena dia tidak bisa lagi untuk melawan.
Dengan bersemangat laki-laki calon suami Nafa bermain dengan sangat kasar, karena dia yakin Gadis yang menjadi calon istri nya sudah bukan lagi gadis perawan lagi seperti apa yang telah di ucapkan.
Setelah puas dengan pemanasan calon suami Nafa segera menghujam kan senjata nya dengan sangat kasar dan dengan hentakan yang sangat cepat, tak Aya lagi tangis Nafa semakin menjadi karena merasakan sakit yang luar biasa.
Tidak menyadari jika calon istri masih perawan lagi-lagi calon suami Nafa menghentakkan senjata nya lebih keras lagi hingga
"Jleb!
"Kau sudah lama tidak di pakai sehingga milik mu terasa rapat dan Nikmat, enak sekali sayang aku puas dan aku akan tetap memikahimu, ini sangat enak."
__ADS_1
Nafa hanya bisa meringis menahan sakit diam tak bicara sepatah kata pun, kesucian yang dia jaga dan sengaja akan dia persembahan untuk orang yang dia cintai ternyata di rengut calon suami yang tidak dia cintai.
Karena Sangat nikmat dan enak calon suami Nafa melakukan penyatuan berkali-kali hingga pagi dini hari baru Ambruk tertidur pulas di samping tubuh Nafa. Senyum bahagia dan kepuasan tersungging dari bibir calon suami Nafa. sebelum kemudian kedua bola matanya terpejam karena kantuk dan kelelahan. Sementara Nafa menitikkan air mata karena dirinya kini telah Hancur.