Kabut Cinta

Kabut Cinta
Bab 205.PANIK


__ADS_3

Vira yang marah pada sang Mama terus berlari hingga sampai pada sebuah tikungan jalan kecil yang juga cukup sepi di mana dari balik rerimbunan Pohon rindang sepasang mata sedang tersenyum dan menunggu waktu yang tepat, setelah jarak antara Vira dan Seila cukup jauh sekitar sepuluh meter dengan sangat cepat sepasang mata yang sedari awal mengawasi gerak gerik mereka menyambar Tubuh mungil Vira.


"Hoop," dengan sekali tangkap tubuh kecil Vira sudah berhasil masuk dalam gendongan laki-laki misterius.


Vira yang tidak pernah suka di gendong orang Asing segera menangis dengan kencang, hal itu membuat Seila berlari lebih cepat dan dia baru mengetahui jika putri nya di bawa oleh orang Asing.


"Hei, tunggu, kau mau bawa kemana putri ku, lepaskan dia," teriak Seila berapi-api."


Sementara laki-laki yang membawa Vira pergi dengan cepat, dan dalam hitungan menit laki-laki itu sudah mengendarai motor.


Seila tersenyum sinis melihat aksi laki-laki Misterius yang membawa kabur putrinya, dengan kecepatan penuh Seila mengambil salah satu pengunjung yang ada di tempat itu dan mengejarnya.


"Aku lebih hapal tempat ini dari pada kamu jadi sangat mudah menemukan dan menghadangmu, kita lihat saja apakah kau bisa lari dariku."desis Seila dengan wajah dingin.


Seila memutar motor nya dengan mrnggambil jalan lain dia tidak lagi mengejar laki-laki misterius di belakang nya, sementara laki-laki misterius itu tersenyum lega ketika dia menoleh kebelakang tidak ada yang mengejarnya.


"Hahaha, kau sudah kehilangan jejak, ternyata sangat muda menculik gadis kecil ini, wah si Boss benar-benar telah di bodihi sebuah info, dia bilang akan sangat sulit menculik gadis kecil ini sehingga dia memberikan imbalan yang sangat besar bagi yang mampu melakukan nya, ternyata hanya segini sudah berhasil diriku dan Aku akan segera mendapatkan imbalan yang sangat tinggi, hahaha sungguh ini adalah keberuntungan ku." ucap laki-laki misterius sambil melajukan motornya.


Sedangkan di tempat taman Safari XX, Bik Ijah yang melihat Majikan nya berlari mengejar sang penculik segera memberitahu Bima


"Halo...!"


"Iya, ada apa Bik, kenapa tiba-tiba menelpon ku,"


"Gawat Den cepat kesini!"

__ADS_1


"Gawat kenapa Bik, bicara yang jelas jangan membuat ku panik."jawab Bima dengan hati berdebar-debar entah mengapa sejak pagi hatinya begitu tidak nyaman dan ternyata ini jawaban nya.


"Non Vira di culik dan Non Seila mengejar si penculik itu."


"Ok, aku akan kesana,"sebelum Bima pergi ke tempat dimana Bik Ijah memberitahu, Bima melakukan pengecekan pada hp tentang di mana posisi istrinya berada, setelah semua telah di ketahui dengan jelas, dengan cepat Bima melajukan motornya ke tempat yang telah diketahui.


Di sisi lain laki-laki Misterius yang tidak mendapatkan pengejaran melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata sambil tersenyum penuh kemenangan.


Namun senyum laki-laki misterius itupun memudar ketika tiba-tiba di depannya sudah berdiri sosok wanita yang dia ketahui sebagai Ibu dari bocah kecil yang dia culik.


"Brengsek, kenapa dia sudah ada di depan ku, bagaimana mungkin dia bisa secepat ini?"lirih laki-laki misterius dalam hati.


""Kembali kan putri ku secara baik-baik atau aku paksa."ancam Seila pada laki-laki misterius.


"Hahaha, kau itu seorang Wanita jangan berlagak bisa dan berani Nanti aku tarik bajumu dan kunikmati Nangis kamu, Hahaha jadi srbelum geloora kelakianku muncul pergilah jangan halangi Aku, cepat pergi sebelum kesabaran ku habis,"


"Kau rupanya mau mencari susah baiklah sini ambil putri mu jika bisa, hahaha, ayo mendekat kesini cantik"


Dengan senyum miring tersungging di bibir, Seila mendekati laki-laki misterius sementara laki-laki misterius memainkan lidahnya seperti orang yang habis makan, sebenarnya Seila sangat muak melihat sikap laki-laki misterius yang terkesan baajii ngaan, akan tetapi demi menyelamatkan sang buah hati Seila berani melakukan nya.


Ketika jarak diantara keduanya hanya tinggal satu meter Seila menghentikan langkah kakinya, sementara laki-laki misterius menaruh Vira kecil yang sedang pingsan di bawah pepohonan.


"Kenapa berhenti cantik, apa kau berubah pikiran?" tanya laki-laki misterius dengan nada mencibir.


Seila memicingkan kedua bola matanya.

__ADS_1


"Rupanya kau belum pernah bertemu Wanita hebat, kali aku akan membuat mu mengenal Wanita yang sesungguhnya, sehingga kau tidak akan mampu lagi bicara sombong."


"Wah...wah ...nada suaramu sangat pemberani sekali Aku jadi penasaran sampai dimana keberanian mu, dan kupringatkan sekali lagi, jangan salahkan Aku jika lekuk tubuhmu akan segera terekspos mataku."


"Silahkan saja jika kau bisa."


"Baik, lihat apa yang akan kulakukan padamu cantik."


"Hoop, ya..!" laki-laki misterius itu segera melompat dan tangan kanannya segera meraih baju Seila untuk di robek, akan tetapi dengan sigap Seila menangkap tangan kekar laki-laki misterius yang ada di depannya dengan sangat kuat, setelah itu dengan gerakan cepat Seila menarik dan kemudian melepaskan dengan gerakan memutar tubuh laki-laki misterius dan diakhiri dengan satu tendangan tepat di pinggang laki-laki misterius, yang kemudian laki-laki itu jatuh tersungkur di tanah.


"Bruugh..!auuw... ringis laki-laki misterius.


"Brengsek, ternyata dia bisa bela diri."


"Kenapa, kaget melihat lawanmu ternyata bisa menjatuhkan dirimu, maka nya jangan sombong pergi sana dan bilang sama orang yang menyuruhmu, suruh kirimkan orang yang lebih hebat dari pada dirimu yang cuma seperti tahu sekali serang jatuh memalukan," ledek Seila yang kemudian mengambil putri nya yang pingsan, sementara di tempat lain tampak seorang pemuda tampan sedang menggeleng ngelengkan kepala nya.


"Pok...pok...pok! terdengar suara tepuk tangan sontak saja Seila menggikuti sumber suara.


"Mau jadi jagoan Nona?" tapi lain kali jangan lakukan, itu sangat berbahaya dan Aku tidak suka, kalau ada apa-apa hubungi saja, apa Nona mengerti?"


Seila yang mengetahui ternyata suara tepuk tangan itu milik sang Suami, mengkrucutkan bibirnya.


"Kak Bima ada-ada saja, kalau menunggu ke buru Vira hilang kak," Sungut Seila.


"Iya-iya tapi besok besok hati-hati ya, beruntung dia tidak membawa senjata coba kalau bawa kau bisa celaka."

__ADS_1


"Iya, Kak maaf,"


Bima tersenyum sambil membelai mesra rambut sang istri kemudian mendaratkan kecupan tipis membuat wajah Seila bersemu merah.


__ADS_2